p-Index From 2021 - 2026
1.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Febrina P. Y. Sumanti
Universitas Sam Ratulangi

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Percepatan Durasi Terhadap Biaya Dan Waktu Pada Pembangunan Gedung Rehabilitasi Narkoba Di Kota Tomohon Kevin Imanuel Kambey; Grace Y. Malingkas; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk pelaksanaan suatu proyek konstruksi di dalamnya pasti memerlukan suatu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian yang baik. Penjadwalan proyek sendiri menjadi salah satu konflik utama yang sering dihadapi dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam mewujudkan pelaksanaan suatu proyek dapat berhasil, pengunaan sumber daya secara efektif dan efisien sangat diperlukan. Dengan demikian, tindakan harus diambil agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Tindakan yang dapat diambil adalah dengan mengoptimalkan cara bagaimana kita melakukan percepatan durasi pelaksanaan suatu proyek dengan mempertimbangkan pentingnya biaya yang akan timbul dan dapat memilih durasi dan biaya yang paling efisien. Dalam Penelitian ini akan menganalisis percepatan durasi pada proyek pembangunan Gedung Rehabilitasi Narkoba di Kota Tomohon, dengan alternatif penambahan jumlah tenaga kerja. Untuk melakukan penelitian ini digunakan Analisis Durasi dengan menggunakan Critical Path Method, dan Analisis durasi-biaya menggunakan metode Crashing untuk menghitung cost slope. Dari perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek dapat dilihat bahwa percepatan waktu yang paling optimal dan efisien adalah pada waktu percepatan sebesar 207 hari. Dilihat dari hubungan durasi-biaya untuk biaya total proyek didapat durasi dan biaya yang paling efisien terjadi pada durasi 207 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 8.837.174.850,62. Kata kunci: percepatan, durasi, Crashing, Critical Path Method, efisien
Analisis Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Kontraktor Pada Proyek Perumahan Di Manado Laurance Imanuel Momongan; Jermias Tjakra; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melakukan penawaran pada suatu proyek kontraktor harus memberikan penawaran yang cukup rendah untuk bisa memenangkan proyek tersebut dan sekaligus cukup tinggi agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Ada banyak faktor yang dapat dipertimbangkan oleh kontraktor untuk tujuan ini, dan pertimbangan kontraktor yang satu dengan kontraktor yang lain adalah berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi penawaran. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuisoner ke instansi-instansi perumahan menengah keatas yang ada di wilayah sekitar kota Manado. Penelitian dilakukan di perumahan Tamansari Metropolitan Lihaga 2, Kawanua Emerald City dan The City Manado. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi penawaran untuk semua kategori perusahaan adalah Tingkat kesulitan pelaksanaan dengan nilai 14,71%, kemudian disusul faktor Identitas Owner dengan nilai 13,73% dan faktor Nilai Kontrak Dengan Proyek dan Tingkat Keselamatan dan Keamanan yang sangat berpengaruh pada perusahaan perumahan menengah keatas. Kata kunci: penawaran kontraktor, faktor yang mempengaruhi, perumahan
Analisis Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara David H. Mewengkang; Febrina P. Y. Sumanti; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan penjadwalan proyek konstruksi merupakan salah satu hal yang sangat penting karena mencakup perencanaan semua jenis pekerjaan yang diperlukan dalam merealisasikan proyek dan kapan waktu pelaksanaan setiap pekerjaan tersebut. Jadwal pelaksanaan proyek dirancang supaya semua pekerjaan dapat berjalan lancar dan proyek boleh diselesaikan sesuai dengan waktu penyelesaian yang direncanakan. Penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) dapat dilakukan dengan menggunakan 4 konstrain yang ada pada jaringan PDM. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunkan diagram preseden pada Microsoft Project akan lebih sederhana dan mudah di pahami. Hasil penelitian menunjukan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah positif (+) 7 hari, sedangkan nilai cadangan waktu hingga minggu ke-23 pelaksanaan pekerjaan adalah negatif (-) 38. Analisis erosi cadangan waktu hingga minggu ke -23 pelaksanaan pekerjaan manunjukan laju kecepatan erosi sebesar (642.86%) dari laju penyelesaian pekerjaan (45.92%), selain itu nilai CW hingga minggu ke-23 pelaksanaan pekerjaan sudah mengalami pengurangan hingga mencapai angka negatif (-) 548.86%, sedangkan volume pekerjaan proyek masih menyisakan 54.08% yang didapat dari 100% dikurangi laju penyelesaian pekerjaan (45.92%). Kata kunci: Precedence Diagram Method, Microsoft Project, cadangan waktu
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pelat Lantai Proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Indah C. V. Kopalit; Febrina P. Y. Sumanti; Ariestides K. T Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pemasangan pelat lantai ialah suatu pekerjaan yang perlu di perhatikan dalam suatu proyek konstruksi terutama di bagian produktivitasnya (Wignjosoebroto, 2003). Banyak hal yang mempengaruhi produktivitas tukang antara lain lingkungan, peralatan, dan manajemen. Pekerjaan pemasangan pelat lantai di proyek konstruksi sering kali terjadi banyak masalah dan umumnya terjadi pada para tukang dan pekerja yang tidak mengikuti standar prosedur pelaksanaan pekerjaan pemasangan pelat lantai. Pekerjaan pemasangan pelat lantai tidak dapat di kesampingkan karena memerlukan biaya yang tidak sedikit dan butuh ketelitian dalam mengerjakannya. Penelitian ini difokuskan pada analisis produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pembesian pelat lantai. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil rata-rata produktivitas yang ada di lapangan setelah di dapatkan hasil produktivitas lapangan dibandingkan dengan Permen PUPR No. 28 tahun 2016 khususnya pada pekerjaan pembesian pelat lantai. Dengan menggunakan teknik pengukuran produktivitas yaitu dengan pengamatan atau observasi langsung di lapangan pada proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, di dapatkan hasil penelitian selama 5 hari pada pekerjaan pembesian pelat lantai ialah 36,77 kg/orang/hari dan perhitungan hasil rata-rata menurut permen PUPR No. 28 tahun 2016 yaitu 0,8576 kali atau 85,76 %. Kata kunci - pembesian pelat lantai, produktivitas, tenaga kerja
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Perilaku Aman (Safety Behavior) Pekerja Pada Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Kota Manado Christy A. Labolaang; Grace Y. Malingkas; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembangunan pada bidang konstruksi memang tidak lepas dari masalah kecelakaan kerja. Dalam mengantisipasi dan mengurangi angka kecelakaan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien dan produktif, pemerintah mewajibkan setiap perusahaan konstruksi untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Perilaku aman merupakan salah satu langkah pencegahan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengethui gambaran perilaku aman (safety behavior) pekerja terhadap SMK3 pada pembangunan Balai Kesehatan Ibu dan Anak Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif lalu dianalisa dengan menggunakan metode analisis univariat yang diolah dengan menggunakan software SPSS. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 35 pekerja, 74,3% pekerja memiliki pengetahuan yang baik mengenai K3, 88,6% pekerja memiliki sikap yang baik terhadap penerapan SMK3, dan 80% pekerja memiliki tindakan yang baik dalam penerapan SMK3. Hal ini menunjukkan faktor pengetahuan memiliki pengaruh yang penting terhadap pembentukan perilaku aman pekerja dalam melaksanakan pekerjaanya secara aman. Hasil penilaian perilaku pekerja proyek pembangunan Balai Kesehatan Ibu dan Anak Kota Manado terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja rata-rata tergolong dalam kategori baik dengan persentase sebesar 88,4%. Kata kunci - perilaku aman, safety behavior, SMK3, SPSS
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Perumahan Di Kota Manado Dan Kabupaten Minahasa Utara Ester Brenda Mamangkej; Jermias Tjakra; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat disetiap tahunnya, memicu pesatnya pengembangan pembangunan permukiman dan perumahan karena perumahan dan pemukiman mempunyai peranan dan fungsi yang penting dalam kehidupan manusia. Dengan demikian penyediaan akan lahan untuk pembangunan perumahan, sarana prasarana, fasilitas-fasilitas, maupun kebutuhan lainnya juga akan semakin meningkat. Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih suatu lokasi perumahan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang mempengaruhi konsumen dalam memilih lokasi perumahan yang ideal sebagai tempat tinggal atau tempat bermukim yang perlu diketahui, sehingga dapat memberikan referensi atau masukan bagi pengembang untuk memilih lokasi perumahan yang ideal dan memberikan yang terbaik, baik produk maupun layanan dalam perumahan . Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi penghuni perumahan dalam pemilihan lokasi perumahan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memberikan kuesioner kepada penghuni perumahan menengah keatas yang ada diwilayah kota manado dan kabupaten minahasa utara yaitu perumahan Tamansari Metropolitan, Kawanua Emerald City dan Puri Kelapa Gading. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi pemilihan lokasi perumahan berdasarkan urutan prioritas antara lain faktor fasilitas, kemudian disusul faktor kenyamanan, faktor aksesbilitas dan yang terakhir faktor harga. Kata kunci - faktor yang mempengaruhi, lokasi perumahan, konsumen
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Menggunakan Metode MPDM (Method Productivity Delay Model) Verenisa T. Wenas; Jermias Tjakra; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan terhadap output (hasil produksi) dan input (komponen produksi : tenaga kerja, bahan, peralatan, dan waktu. Produktivitas merupakan ukuran apakah pekerjaan pada suatu proyek berjalan efektif dan efisien atau tidak. Oleh karena itu produktivitas merupakan hal yang sangat penting dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pengukuran produktivitas adalah MPDM (Method Productivity Delay Model). Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk melihat besar angka produktivitas yang didapatkan pada pekerjaan pemasangan rangka atap baja dengan menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model).Dari penelitian ini diperoleh tingkat produktivitas keseluruhan menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model) tukang 1 sampai tukang 9 secara berturut-turut yaitu 41,145 m2/jam, 41,321 m2/jam, 40,546 m2/jam, 42,343 m2/jam, 40,753 m2/jam, 40,175 m2/jam, 42,343 m2/jam, 40,849 m2/jam, 42,343 m2/jam. Dan untuk tingkat produktivitas ideal menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model) tukang 1 sampai tukang 9 secara berturut-turut yaitu 84,616 m2/jam, 153,28 m2/jam, 119,84 m2/jam, 175,21 m2/jam, 109,04 m2/jam, 162,6 m2/jam, 149,45 m2/jam, 119,56 m2/jam, 161,31 m2/jam. Pada penelitian ini didapati ada beberapa faktor penundaan yang menyebabkan terhambatnya pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tukang. Kata kunci: produktivitas, Metode MPDM, faktor penundaan
Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Jalan Desa Radey Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Andreas F. Walukow; Febrina P. Y. Sumanti; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prasarana jalan desa yang layak secara struktural, sangat penting dalam menunjang segala kebutuhan masyarakat, baik dalam kegiatan perekonomian maupun sosial masyarakat. Kondisi struktural perkerasan jalan Desa Radey telah mengalami kerusakan, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Untuk mengetahui berapa besar biaya yang nantinya akan digunakan dalam perbaikan tersebut, maka diperlukan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Penelitian ini bertujuan untuk membuat analisis perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada pembangunan jalan Desa Radey serta mengetahui total anggaran biayanya. Adapun jenis perkerasan yang direncanakan dalam penelitian ini yaitu perkerasan aspal dan perkerasan paving blok. Dalam penelitian ini diperlukan data awal yang meliputi data topografi jalan serta data panjang dan lebar jalan. Kemudian data gambar kerja dan daftar harga satuan dasar. Setelah itu dilanjutkan dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan metode analisis Bina Marga (K). Besarnya anggaran biaya yang diperoleh dari hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan metode analisis Bina Marga (K) untuk perkerasan aspal adalah Rp. 1.874.601.000,00. Kemudian, untuk perkerasan paving blok adalah Rp. 2.700.135.000,00. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya (RAB), perkerasan aspal, perkerasan paving blok
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Plat Lantai Bondek Pada Proyek Gedung Dokpol RS Bhayangkara Manado Bourman A. Mulingka; Febrina P. Y. Sumanti; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas yang baik sangat diperlukan untuk keberhasilan proyek kontruksi. Produktivitas tenaga kerja akan sangat berpengaruh pada besarnya keuntungan atau kerugian suatu proyek. Kerugian yang di alami suatu proyek terkadang bisa terjadi dikarenakan tenaga kerja yang kurang efektif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas pada pekerjaan pemasangan plat lantai bondek menggunakan metode Work Sampling pada proyek gedung dokter polisi RS. Bhayangkara Manado. Dari hasil analisis Work Sampling diperoleh waktu baku yang menunjukan besaran produtivitas tukang untuk 4 jenis pekerjaan pemasangan plat lantai bondek. Hasil perhitungan produktivitas yang diperoleh dari masing-masing pekerjaan yaitu 2,163 menit/m2 untuk pekerjaan pemasangan bondek , 7,28 menit/m2 untuk pekerjaan pemasangan besi, 14,6 menit/m2 untuk pekerjaan pemasangan bekisting dan 18,87 menit/m3 untuk pekerjaan pengecoran. Kata kunci: produktivitas, bondek , work sampling
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Mako Brimob Kalasey Efraim Y. Wantah; Pingkan A. K. Pratasis; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53768

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih diabaikan yang mengakibatkan kecelakaan kerja sering terjadi. Ini membuktikan bahwa Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi acuan untuk mengelola K3 dengan teratur dan menyeluruh pada suatu sistem manajemen sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Penilaian SMK3 pada Proyek Kantor Mako Brimob mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3 dan faktor-faktor apa saja yang menjadi tidak terpenuhnya penerapan SMK3. Tingkat Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Proyek Pembangunan Kantor Mako Brimob Kalasey yang dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya adalah tingkat “Baik” dengan nilai presentase tingkat terpenuhi sebesar 60,84% dan tingkat tidak terpenuhi (kategori Major dan Minor) sebesar 39,16%. Faktor-faktor penyebab terjadinya tidak tepenuhnya penerapan adalah tidak adanya dokumen-dokumen prosedur dan forma khusus pada perubahan-perubahan di lapangan yang implikasinya terhadap K3, diantaranya Pelaksana Lapangan (pengawas) belum sepenuhnya berkompeten, masih ada pekerja yang belum mendapatkan pelatihan tenaga kerja (karena keterbatasan waktu dan lain-lain), dan belum sepenuhnya memenuhi syarat perundang-undangan yang berlaku. Kata kunci: analisis, penerapan, SMK3