Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENURUNKAN NYERI POST OPERASI Wa Ode Sri Asnaniar; Wan Sulastri Emin; Akbar Asfar; Samsualam Samsualam; Sudarman Sudarman; Yusrah Taqiyah; Novitri Cahyani Marinda; Muslimah Kurniawati; Tisna HS Sianu; Armelia Sri Diah Safitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2816-2822

Abstract

Rasa nyeri pasca operasi paling sering dialami oleh sebagian besar pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Kontrol nyeri pasca operasi memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemulihan pasien ke fungsi normal dan mengurangi kejadian efek fisiologis dan psikologis yang merugikan terkait dengan nyeri akut yang tidak terkontrol. Manajemen nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko menjadi nyeri lanjut atau nyeri kronis. Penatalaksanaan nyeri meliputi dua metode yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu Teknik relaksasi genggam jari atau finger hold dimana merupakan salah satu terapi non farmakologis yaitu relaksasi dengan menggenggam jari. Target utama dari pemberian Pendidikan Kesehatan ini berupa pasien di ruang bedah anyelir RS TK II Pelamonia Makassar terdapat banyak pasien pre op maupun pasien post op, yang tentunya harus dilakukan tindakan maupun edukasi mengenai nyeri pasca operasi dimana pada tahap ini Perawat memiliki peran penting dalam pengelolaan pasien yang menghadapi nyeri pasca operasi. Berdasarkan ini kami melakukan salah satu kegiatan Pendidikan Kesehatan berupa penyuluhan tentang terapi relaksasi genggam jari untuk meredakan nyeri post op. Hasil pelaksanaan tersampaikannya tujuan dari penyuluhan, Tersampaikan materi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENURUNKAN NYERI POST OPERASI Wa Ode Sri Asnaniar; Wan Sulastri Emin; Akbar Asfar; Samsualam Samsualam; Sudarman Sudarman; Yusrah Taqiyah; Novitri Cahyani Marinda; Muslimah Kurniawati; Tisna HS Sianu; Armelia Sri Diah Safitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2816-2822

Abstract

Rasa nyeri pasca operasi paling sering dialami oleh sebagian besar pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Kontrol nyeri pasca operasi memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemulihan pasien ke fungsi normal dan mengurangi kejadian efek fisiologis dan psikologis yang merugikan terkait dengan nyeri akut yang tidak terkontrol. Manajemen nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko menjadi nyeri lanjut atau nyeri kronis. Penatalaksanaan nyeri meliputi dua metode yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu Teknik relaksasi genggam jari atau finger hold dimana merupakan salah satu terapi non farmakologis yaitu relaksasi dengan menggenggam jari. Target utama dari pemberian Pendidikan Kesehatan ini berupa pasien di ruang bedah anyelir RS TK II Pelamonia Makassar terdapat banyak pasien pre op maupun pasien post op, yang tentunya harus dilakukan tindakan maupun edukasi mengenai nyeri pasca operasi dimana pada tahap ini Perawat memiliki peran penting dalam pengelolaan pasien yang menghadapi nyeri pasca operasi. Berdasarkan ini kami melakukan salah satu kegiatan Pendidikan Kesehatan berupa penyuluhan tentang terapi relaksasi genggam jari untuk meredakan nyeri post op. Hasil pelaksanaan tersampaikannya tujuan dari penyuluhan, Tersampaikan materi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
Husband's Support for the Childbirth Process: Concept Analysis Heidi K; Wan Sulastri Emin; Yusrah Taqiyah; Waode Sri Asnaniar
An Idea Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2023)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v2i02.189

Abstract

It is hoped that the husband's support will make the mother feel calm so that the mother can face the delivery process smoothly. Lack of social support from the husband is a significant determinant of depression in childbirth. The purpose of conducting a conceptual analysis of a husband's help, in the beginning, is to find out how much the benefits or effects of a husband's support during childbirth are. The method used in this concept analysis refers to the technique developed by Walker & Avant using the PubMed and Scopus databases both domestically and abroad. The process of conceptual analysis goes through the stages of choosing a concept, determining goals, identifying the use of the idea, determining attributes, creating a case model, making borderline and contrary cases, identifying antecedents and consequences and determining empirical references. Husband's physical and psychological support, as well as support in undergoing childbirth, has a positive impact in reducing anxiety and labour pain to complications of labour and postpart
Penerapan Head Up terhadap Kesadaran Pasien Cedera Kepala di IGD RSUD Sayang Rakyat Nur Ummi Hayati; Akbar Asfar; Wan Sulastri Emin; Sudarman Sudarman
Wal'afiat Hospital Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/nthdvm87

Abstract

Head injury is a traumatic disturbance of brain function that may or may not be accompanied by interstitial bleeding within the brain substance (2,4,5). Emergency management aims to prevent secondary brain injury, including optimizing ventilation/oxygenation and cerebral perfusion, as well as patient positioning. A common non-invasive measure is 30° head elevation (Head-Up) to facilitate cerebral venous drainage. To describe changes in consciousness level (Glasgow Coma Scale/GCS) following the application of a 30° Head-Up position in a patient with moderate head injury in the emergency department. A single-patient case report in the emergency department of RSUD Sayang Rakyat Makassar. The primary Outcome was serial GCS recorded at baseline before elevation (T0) and during observation until transfer. Head-Up 30° was an independent nursing intervention; oxygen therapy was recorded as collaborative therapy. A 50-year-old male (Mr. R) with moderate head injury and subdural hemorrhage. At T0 (10:15 WITA) GCS was 3-3-5; at 10:45 WITA it remained 3-3-5; it increased to 3-3-6 at 12:50 WITA and remained 3-3-6 until 13:54 WITA when the patient was transferred to the operating room. Available observation lasted approximately 3 hours 39 minutes; the planned 8-hour follow-up was not completed due to definitive transfer. In this case, 30° head elevation (with collaborative oxygen therapy) was followed by an improvement in GCS from 3-3-5 to 3-3-6 during ED observation. As descriptive evidence, this report cannot establish causality but supports the use of 30° Head-Up as part of non-invasive early management for head injury.
Penerapan Head Up terhadap Kesadaran Pasien Cedera Kepala di IGD RSUD Sayang Rakyat Nur Ummi Hayati; Akbar Asfar; Wan Sulastri Emin; Sudarman Sudarman
Wal'afiat Hospital Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/nthdvm87

Abstract

Head injury is a traumatic disturbance of brain function that may or may not be accompanied by interstitial bleeding within the brain substance (2,4,5). Emergency management aims to prevent secondary brain injury, including optimizing ventilation/oxygenation and cerebral perfusion, as well as patient positioning. A common non-invasive measure is 30° head elevation (Head-Up) to facilitate cerebral venous drainage. To describe changes in consciousness level (Glasgow Coma Scale/GCS) following the application of a 30° Head-Up position in a patient with moderate head injury in the emergency department. A single-patient case report in the emergency department of RSUD Sayang Rakyat Makassar. The primary Outcome was serial GCS recorded at baseline before elevation (T0) and during observation until transfer. Head-Up 30° was an independent nursing intervention; oxygen therapy was recorded as collaborative therapy. A 50-year-old male (Mr. R) with moderate head injury and subdural hemorrhage. At T0 (10:15 WITA) GCS was 3-3-5; at 10:45 WITA it remained 3-3-5; it increased to 3-3-6 at 12:50 WITA and remained 3-3-6 until 13:54 WITA when the patient was transferred to the operating room. Available observation lasted approximately 3 hours 39 minutes; the planned 8-hour follow-up was not completed due to definitive transfer. In this case, 30° head elevation (with collaborative oxygen therapy) was followed by an improvement in GCS from 3-3-5 to 3-3-6 during ED observation. As descriptive evidence, this report cannot establish causality but supports the use of 30° Head-Up as part of non-invasive early management for head injury.