Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AN OVERVIEW INSULIN USED IN OUTPATIENT WITH DIABETES MELLITUS TYPE 2 AT HIDAYATULLAH ISLAMIC YOGYAKARTA HOSPITAL Kartika Nur Fahmi; Qarriy 'Aina Urfiyya
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol 4, No 1 (2022): Vol. 4 No.1 Desember 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v4i1.3343

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) has a high prevalence and can become a public health problem. The Province of the Special Region of Yogyakarta is included in the top three ranks with DM cases at the age of 15 years, namely 3.1%. The purpose of this study was to determine patient characteristics and descriptions of insulin use in outpatient BPJS patients at Hidayatullah Islamic Hospital Yogyakarta for the period October - December 2021. This study used a descriptive observational design, with retrospective data collection on the medical records of type 2 DM patients BPJS outpatients. This study used purposive sampling technique, a total of 93 medical records. Descriptive data analysis on patient characteristics and insulin use. The result of this study was DM type 2 BPJS outpatients with the highest patient age category was <60 years (53.80%), the highest gender was female (57%), and highest comorbidities was hypertension (68%). The largest therapeutic use was insulin monotherapy (53.76%), with insulin novorapid (74%).
Skrining Faktor Resiko Diabetes Melitus Sebagai Upaya Pencegahan Di Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Bantul Muhammad Munawar; Qarriy &#039;Aina Urfiyya
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i2.1033

Abstract

Diabetes Melitus (DM) sebagai penyakit tidak menular menunjukkan peningkatan prevalensi signifikan di Indonesia. DM di Desa Bibis, Kabupaten Bantul, DM menempati peringkat kedua penyakit terbanyak berdasarkan data Dinas Kabupaten Bantul 2023. Metode pengabdian yaitu  pendampingan kader posbindu sebanyak 15 orang dalam melakukan skrining faktor resiko DM pada 40 warga Padukuhan Bibis. Pemilihan warga untuk dilakukan skrining menggunakan kriteria, yaitu warga yang belum terdiagnosis DM. Pelaksanaan pengabdian sebanyak 2 kali, yaitu tanggal 10 Juni (edukasi dan pelatihan untuk kader) dan 27 Juli (skrining DM oleh kader). Terdapat lima pos dalam skrining DM, yaitu pengisian identitas/registrasi, pengukuran gula darah, tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), dan pemberian edukasi. Hasil skrining DM pada warga yaitu 18% dengan risiko rendah DM, 58% dengan resiko sedikit meningkat, 23% dengan resiko sedang dan 3% dengan resiko tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan meningkatkan deteksi dini dan kesadaran masyarakat tentang resiko DM.