Rudi Sulaeman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM DAKWAH LAPANGAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK YANG ISLAMI PADA MADRASAH ALIYAH KARYA BAKTI SUKASARI KABUPATEN BANDUNG Rudi Sulaeman
Serunai : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2022): SERUNAI : JURNAL ILMIAH DAN ILMU PENDIDIKAN
Publisher : STKIP Budidaya Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37755/sjip.v8i2.747

Abstract

Abstrak Program Dakwah Lapangan merupakan salah satu dari kegiatan dalam kurikulum Madrasah Aliyah Karya Bakti di setiap tahunnya. Kegiatan ini berorientasikan pada pengembangan karakter peserta didik yang Islami. Praktek Dakwah Lapangan merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Sebab yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah perilaku atau karakter sebagian peserta didik yang tidak mencerminkan keilmuan yang diajarkan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Salah satu tolok ukur dalam keberhasilan kegiatan ini adalah catatan masing-masing karakter peserta didik selama mengikuti kegiatan dan diharapkan konsistensi perbuatan baik setelah kegiatan rampung.Tujuan penelitian ini adalah ingin memperoleh gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan tindak lanjut praktek dakwah lapangan dalam membentuk karakter peserta didik yang Islami di Madrasah Aliyah Karya Bakti Sukasari Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif, serta metode analisis terkait program dakwah untuk membentuk peserta didik yang islami menggunakan konsep plan, do, check, action (PDCA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dakwah lapangan di Madrasah Aliyah Karya Bakti Sukasari Kecamatan Kertasari kabupaten Bandung ini telah dilaksanakan dengan memaksimalkan semua potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada secara maksimal yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan tindak lanjut. Masalah-masalah yang dihadapi dalam praktek dakwah lapangan dalam membentuk karakter peserta didik yang Islami adalah kendala keterbatasan  kemampuan guru dan siswa  dalam melaksanakan praktek dakwah lapangan sehingga kerap ditemukan kesulitan kesulitan tekhnis di lapangan. Namun dengan segenap keseriusan para guru dan siswa secara maksimal semua kendala dan halangan relatif bisa diatasi dan disinilah karakter Islami dibentuk secara kuat dalam menghadapi aneka permasalahan. Kata Kunci: PDCA, Program Dakwah, Karakter Peserta Didik, Madrasah, Pendidikan Islam.
Struktur Ilmu Pengetahuan: Fondasi Epistemologis dan Implikasi Terhadap Perkembangan Ilmu Modern Susan Sundari; Nurhasan; Rudi Sulaeman; Adang Hambali
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i2.13435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ilmu pengetahuan dari perspektif epistemologi dan menguraikan implikasinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai karya klasik dan modern di bidang filsafat ilmu, seperti pemikiran Immanuel Kant, Karl Popper, Thomas S. Kuhn, dan Jürgen Habermas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ilmu pengetahuan tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan berkembang seiring dengan perubahan paradigma ilmiah dan konteks sosial yang melingkupinya. Secara epistemologis, ilmu pengetahuan dibangun atas dasar hubungan antara rasionalisme, empirisme, dan kritik reflektif yang saling melengkapi. Dalam perkembangan modern, struktur ilmu pengetahuan bergeser dari bentuk hierarkis menuju jaringan interdisipliner yang lebih terbuka dan kolaboratif. Selain itu, ilmu pengetahuan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas rasional, tetapi juga sebagai konstruksi sosial yang mengandung kepentingan teknis, praktis, dan emansipatoris. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan perlu didasarkan pada fondasi epistemologi yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan serta keberlanjutan. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kebenaran ilmiah, tanggung jawab moral, dan relevansi sosial dalam membangun struktur keilmuan yang lebih adil dan beradab.