Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesalahan Penulisan Huruf Hiragana pada Tulisan Siswa Kelas X ULW di SMK 17 Agustus 1945 Surabaya Tahun Ajaran 2024-2025 Nurul Mufidah; Isnin Ainie; Titien Wahyu Andarwati
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.132381

Abstract

Huruf hiragana merupakan salah satu huruf dasar dalam bahasa Jepang yang penting untuk dikuasai oleh pemelajar pemula. Namun, dalam praktik pembelajaran ditemukan kesalahan, baik dari segi bentuk tulisan maupun goresan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan huruf hiragana yang dilakukan oleh siswa kelas X ULW di SMK 17 Agustus 1945 Surabaya tahun ajaran 2024–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes tulis. Subjek penelitian ini adalah 18 siswa kelas X ULW yang dipilih sebagai sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 22 huruf hiragana yang teridentifikasi salah karena tidak sesuai dengan goresan maupun bentuknya. Kesalahan yang paling sering dijumpai terdapat pada hurufか (ka),う (u),き (ki),こ(ko), ね(ne). Sebagian besar siswa belum terbiasa menulis huruf Jepang, sehingga mengabaikan tiga jenis goresan yang ada pada kaidah penulisan huruf hiragana. Selain itu, kesalahan juga dikarenakan huruf hiragana yang tidak sesuai dengan bentuk standartnya sehingga sulit dibaca. Oleh karena itu, dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada guru Bahasa Jepang dalam mengembangkan strategi pembelajaran menulis huruf hiragana yang efektif dan aplikatif sesuai kaidah penulisannya.
Penggunaan Keiyoushi dan Keiyoudoushi Dialek Kansai dalam Anime Lovely★Complex Episode 1–4 Raehan Rahmat Fadilah; Hendri Zuliastutik; Isnin Ainie
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.132596

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan kata sifat dalam dialek Kansai (Kansai-ben) yang muncul pada anime Lovely★Complex episode 1–4. Fokus penelitian terletak pada analisis padanan dan fungsi kata sifat dalam dua kategori utama, yaitu keiyoushi (adjektiva -i) dan keiyoudoushi (adjektiva -na), serta perbandingannya dengan padanan dalam bahasa Jepang standar (hyoujungo). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik rekam, simak, dan catat terhadap dialog dalam anime, kemudian dianalisis menggunakan metode padan intralingual untuk mengidentifikasi perbedaan bentuk dan fungsi linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas kata sifat dialek Kansai yang ditemukan, yaitu ee, omoroi, erai, kowanai, kishoi, chikkoi, egui, akan, aho, honma, boke, dan ikezu. Setiap bentuk memiliki padanan dalam bahasa Jepang standar, seperti ii, omoshiroi, sugoi, kowakunai, kimoi, chiisai, hidoi, dame, baka, hontou, baka, dan ijiwaru. Secara fungsional, penggunaan kata sifat dalam dialek Kansai tidak hanya berfungsi menyatakan sifat atau keadaan, tetapi juga mengandung muatan pragmatis sebagai penanda keakraban, pengekspresi emosi, ejekan, sarkasme, serta penegasan makna. Temuan ini menunjukkan bahwa dialek Kansai menampilkan karakteristik tutur yang lebih ekspresif, langsung, dan emosional dibandingkan bahasa Jepang standar. Dengan demikian, variasi dialek tidak hanya mencerminkan perbedaan linguistik, tetapi juga berperan sebagai representasi identitas budaya masyarakat Kansai dan memperkaya ekspresi bahasa dalam media populer Jepang seperti anime.
Fenomena Alih Kode pada Pembelajar Bahasa Jepang di Tempat Kursus Chunye Language Class Surabaya Juanita Kartikasari; Isnin Ainie; Titien Wahyu Andarwati
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.133001

Abstract

Fenomena alih kode atau dapat disebut juga dengan peralihan bahasa adalah salah satu aspek yang cukup menarik untuk dikaji dalam sosiolinguistik, terutama dalam kalangan bilingual Indonesia-Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi terjadinya alih kode di kalangan pembelajar bahasa Jepang di Chunye Language Class di Surabaya. Penelitian ini menggunakan kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Total responden dalam pengisian kuesioner ini sebanyak 15 orang pembelajar bahasa Jepang. Semua responden berada dalam lingkungan bilingual dan multilingual. Dari hasil penelitian, alih kode seringkali terjadi pada situasi kasual atau informal. Sebaliknya, penggunaan bahasa Jepang terbatas dalam lingkungan kerja dan keluarga dikarenakan latar belakang responden. Beberapa motivasi utama responden dalam melakukan alih kode adalah (1) untuk menciptakan suasana yang akrab (membangkitkan rasa humor), (2) untuk pengekspresian ide dan maksud yang lebih spesifik (topik tertentu), dan (3) karena kebiasaan dalam bersosialisasi (pendengar atau lawan tutur). Minat pribadi terhadap budaya Jepang memiliki peranan yang penting dalam pembentukan kebiasaaan berbahasa. Fenomena alih kode juga menggambarkan identitas sosial dan budaya responden. Namun, ada juga responden yang beranggapan bahwa penggunaan bahasa Jepang tidak lebih hanya bersifat fungsional (pembicara atau penutur). Implikasi penelitian ini adalah dengan memahami alih kode dalam konteks pengajaran bahasa Jepang, kita dapat mendukung pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan para pembelajar.