Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEMONSTRASI PEMBUATAN JAMU CEKOK DAN MAKANAN FUNGSIONAL BERBAHAN KELOR UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Sunarmi Sunarmi; Suhendriyo Suhendriyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.11319

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia. Jamu telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kebugaran dan pengobatan pada berbagai masalah kesehatan. Berdasarkan penjajakan awal dengan kader kesehatan di Dk. Kalibajing, Pakahan, Kec. Jogonalan, Klaten, masih ditemukan adanya stunting di wilayah tersebut dan kurangnya nafsu makan anak. Pemberian jamu cekok pada anak-anak umum dilakukan pada masyarakat di Jawa untuk mengatasi kurangnya nafsu makan anak. Pemberian makanan yang kaya nutrisi turut membantu dalam meningkatkan status gizi anak. Kelor merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat kaya akan gizi dengan kandungan protein yang tinggi serta berbagai vitamin, dan mineral. Kader kesehatan di wilayah tersebut membutuhkan adanya materi untuk dapat memanfaatkan bahan alam untuk mengatasi stunting pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Ibu-Ibu PKK Dk. Kalibajing, Pakahan, Kec. Jogonalan, Klaten dalam pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat, khususnya untuk membantu mengatasi stunting pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan tentang stunting dan kelor, praktik pembuatan jamu cekok dan es krim kelor, praktik pembuatan coklat kelor dan nugget kelor. Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 orang ibu-ibu PKK yang terbagi menjadi 4 kelompokmasing-masing membuat sediaan jamu cekok dan sediaan pangan berupa es krim kelor, cokelat kelor dan nugget kelor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat bermanfaat dalam meningatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan bahan alam untuk membantu mengatasi stunting pada anak.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Gel Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L) Sunarmi Sunarmi; Indri Kusuma Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5073

Abstract

Sinar matahari memancarkan radiasi sinar ultraviolet A dan B yang dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit apabila terjadi dalam jangka waktu yang lama. Tabir surya merupakan produk kosmetika yang banyak digunakan untuk menangkal efek buruk dari ultraviolet. Aktivitas tersebut dinyatakan dalam nilai Sun protection Factor (SPF). SPF banyak diintegrasikan dalam berbagai produk perawatan kulit sehari-hari. Anantioksidan dapat menangkal radikal bebas yang menyebabkan efek buruk bagi tubuh, serta dapat membantu mengembalikan kemampuan antioksidan alami kulit. Sediaan antioksidan seringkali memiliki efek ganda sebagai SPF. Kulit melinjo mengandung senyawa-senyawa fitokimia yang berkontribusi terhadap aktivitas penangkal radikal bebas dengan kekuatan yang cukup signifikan. Adanya potensi tersebut perlu dikembangkan dalam produk perawatan kulit, salah satunya dalam bentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF dan aktivitas antioksidan gel dengan bahan aktif ekstrak etanol kulit melinjo. Simplisia kulit melinjo diekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 70%. Gel dibuat dalam 4 formula dengan berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu formula A 0,76 %, B 1,52 %, C 3,04 %, dan D 6,08 %. Uji nilai SPF dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan gel yang diperoleh homogen, berwarna oranye jernih dan warna semakin pekat seiring dengan penambahan konsentrasi ekstrak. Sediaan gel memiliki nilai SPF yang semakin meningkat dengan peningkatan dosis, namun termasuk dalam kategori proteksi lemah (2-4). Aktivitas antioksidan terkuat ditunjukkan oleh formula B dengan IC50 sebesar 4,86 ppm (sangat kuat). Berdasarkan hal tersebut, gel kulit melinjo mampu memberikan proteksi terhadap radikal bebas namun memberikan proteksi yang lemah terhadap sinar UV.