Sukanta Sukanta
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Symbolization of Educational Messages on the Cianjuran Sundanese Song: A Study of the Structure and Meaning of Lyrics Sukanta Sukanta; Hery Supiarza; Irwan Sarbeni
Humaniora Vol. 14 No. 2 (2023): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v14i2.8625

Abstract

The research discussed Tembang Sunda Cianjuran (Cianjuran Sundanese Song) which contained a very high quality of music and was full of hidden wisdom values as a reflection of the people who created it. In a cross-generational context, transforming wisdom values was considered an educational process. The research used an anthropological approach to uncover the mystery behind the song’s structure and lyrics’ meaning and structuralism theory to interpret the meaning behind the structure. Data collection techniques were carried out by interviewing and studying archives of old documents in the form of audio recordings related to the Tembang Sunda Cianjuran, especially the genre of Papantunan (poetry-like). The collected data were identified, classified, then interpreted, and compiled qualitatively. The results illustrate that educational messages communicated through the lyrics of Papantunan as well as the process of transforming the values of past Sundanese’ lives into symbols, are carried out across generations. The substance of the values contained includes catur watak (four characters), which consists of education about courage (leber wawanen), faithful to promises (kukuh kana jangji), prioritizing the glory of life (medang kamulyan), and silih asih (giving each other the affection), silih asah (honing each other in intelligence or skills), and silih asuh (caring each other). All of this is packaged in the form of a pupuh poem and sung by a juru tembang accompanied by kacapi suling.
The Influence of Alpha Waves in Cultural Arts (Music) Learning at Secondary School Danny Rozano; Sukanta Sukanta
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7930

Abstract

Pendidikan musik, seperti yang dirasakan oleh para siswa, terutama berkisar pada aspek-aspek praktis, sering kali mengabaikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang melekat dalam pendidikan. Akibatnya, aspek kognitif dari pendidikan musik cenderung kurang menarik bagi siswa. Sebagai tanggapan, berbagai upaya telah dilakukan untuk merangsang konsentrasi kognitif siswa selama aspek teori pendidikan musik dengan memanfaatkan gelombang alpha. Gelombang alpha ini diintegrasikan selama pelajaran teori musik dan disajikan dalam bentuk video yang diunggah ke YouTube agar dapat diakses kapan saja dan di mana saja.Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari penggunaan YouTube sebagai media, dikombinasikan dengan musik latar yang mengandung frekuensi gelombang alpha, terhadap aspek teoritis pendidikan Seni Budaya (mus-ik). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengkorelasikan kinerja antara kelompok kontrol (tidak terpapar gelombang alpha) dan kelompok eksperi-men (mengalami stimulasi gelombang alpha). Data dikumpulkan melalui penilaian yang dilakukan oleh guru Seni Budaya dan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi Pearson sebagai bentuk analisis data. Setelah meninjau hasil dari sampel pertama (kelompok eksperimen) dan sampel kedua (kelompok kontrol), terlihat jelas bahwa hipotesis akhir (hasilnya) tidak sesuai dengan hipotesis awal (H0 > Ha).