Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Workshop Pemanfaatan Sel Surya sebagai Sumber Energi Listrik pada Siswa SDN Bugangan 03 Semarang Eriko Arvin Karuniawan; Friska Ayu Fitrianti Sugiono; Pangestuningtyas Diah Larasati; Adeguna Ridlo Pramurti; Eri Eli Lavindi; ‪Rio Devilito; Suko Tyas Pernanda; Irfan Mujahidin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.072 KB)

Abstract

Salah satu kegiatan wajib bagi pendidik di Perguruan Tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pada kesempatan ini telah dilakukan Workshop Pemanfaatan Sel Surya sebagai Sumber Energi Listrik pada Siswa SDN Bugangan 03 Semarang sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ditengah isu tentang semakin menipisnya ketersediaan energi fosil, kemunculan sumber energi terbarukan (EBT) menjadi penting. Pengenalan EBT perlu dilakukan bahkan ditingkat Sekolah Dasar. Sel surya merupakan sumber EBT yang banyak dimanfaatkan terutama dalam penerangan jalan, dan beberapa kebutuhan listrik di wilayah yang kaya akan sumber energi Matahari. Oleh sebab itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini dilakukan workshop pemanfaatan sel surya dengan tujuan agar siswa SDN Bugangan 03 dapat mengenal secara langsung apa itu sel surya dan pemanfaatannya dalam menghasilkan energi listrik.
Antenna 5.8 GHz dengan Output Perbedaan Fasa 90 Derajat Ganda Menggunakan Jaringan Matriks Butler Feeding Irfan Mujahidin; Dwi Arman Prasetya; Rahman Arifuddin; Putri Surya Arinda
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2021): PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v8i2.3180

Abstract

A complex design of electromagnetic feeding network circuit components is needed for a wireless communication network system, and expensive materials, especially for electromagnetic components at a high frequency of 5.8 GHz with dual 90-degree phase difference output using butler matrix Feeding Network for wireless communication network systems. It is novel in form and has a frequency-free, frequency-free, non-complex configuration of microstrip electromagnetic circuits, and uses inexpensive materials at a frequency of 5.8 GHz. This system is a package consisting of a 5.8 GHz microstrip antenna with a rectangular microstrip antenna array and a Butler matrix of four inputs and outputs to achieve a double 90-degree phase difference. The antenna uses a via hole for the transmission line to the network feeding system, has one band and shallow bandwidth with four ports, and has one working frequency, namely 5.58 GHz under the S criterion -10dB, and uses a via hole for the transmission line to the network feeding system, the radiation pattern is forward, the gain level is 6.83dB, and the feeding impedance is 50 Ohm. S11 -26.19 dB for the 90-degree hybrid coupler, S21 31.65 dB, S51 -26.18 dB, and S61 32.52 dB which means these are all working well, and the overall size of this structure is 80mm x 65mm with FR4 of 4.4 dielectric constant having 50 ohms.
Radio over Fiber Systems in Cellular Communications: A Systematic Literature Review and Research Agenda Irfan Mujahidin; Fahmi Baihaqi; Eni Dwi Wardihani
CYCLOTRON Vol 6 No 2 (2023): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v6i2.19516

Abstract

A technology combining wireless communications and fiber optics to transmit radio frequency signals via fiber optic networks is called the Radio Over Fiber system. Capacity, range, reliability, and flexibility of the communication system are advantages offered by this method. Converting RF signals to optical signals using an optical modulation technique is a basic principle of the RoF system, in which they are then transmitted over fiber optic cables. Then, with the use of an optic detector and demodulation technique, that signal is restored to an RF signal at the receiving end. In RoF systems, the reduction of power loss and signal amplification is achieved through optical fiber, which allows transmission over long distances without loss of signal quality. Applications of the RoF system are cellular networks, satellite communications, and remote sensors. In cellular networks, the application of RoF such as expanding cellular network coverage, wireless backhaul, and increasing network capacity. In range expansion, RoF enables the transmission of RF signals from a base station to a remote receiving station via optical fiber, overcoming distance barriers and signal attenuation that occurs in traditional RF transmission. In wireless backhaul, RoF is used to connect base stations with the core network via optical fiber, providing higher capacity and reliability compared to traditional wireless backhaul. To increase network capacity, RoF can move its signal processing and amplifier toward the final users to enhance the data speeds and capacities of cellular networks. It is intended that readers will be able to learn more about Radio Over Fiber systems and their potential for improving the performance of a wireless radio network, as well as how this technology can increase its signal quality when it comes to mobile communications. With the continuous development of RoF technology, it is expected that there will be significant improvements to cellular communication services in the future.
Enhancing Transportation Route Optimization Through Genetic Algorithm-Based Vehicle Routing Problem Method Sidiq Syamsul Hidayat; Bagaskara Bagaskara; Amin Suharjono; Irfan Mujahidin
Scientific Journal of Informatics Vol 10, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v10i4.47049

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to identify effective and efficient waste collection route for cost savings. The focus is on Tembalang District, where waste management has been compromised due to inefficient transportation.Methods: The study employs genetic algorithm to ascertain the optimal routes for waste collection vehicles. This method seeks to design an improved transportation system, taking waste from transfer stations (TPS) to landfills.Results: The devised waste transport model from the study demonstrated an optimized route for Tembalang Sub-District, with a total distance of 17.90 km and took 49 minutes. This contrasts with the existing route defined by the Sanitation Department, which spans 18.20 km and requires 1 hour and 15 minutes.Novelty: Innovative application of the Vehicle Routing Problem method coupled with the Genetic Algorithm. This approach resulted in a significant reduction of time (by 35%) compared to traditional routing systems, and thus minimizing the number of waste collection vehicles required and enhancing overall waste management in Semarang.
PENINGKATAN BUDIDAYA KENTANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IRIGASI KABUT OTOMATIS DI MITRA TANI ATASI Muhamad Cahyo Ardi Prabowo; Irfan Mujahidin; Atikah Ayu Janitra; Irrin Mirrah Luthfia; Cello Flaurecita Gadis Bermana; Zidan Rifqi Ramadhan; Erie Rosita Cendrasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39293

Abstract

Kegiatan usaha di mitra Tani ATASI saat ini masih tergolong konvensional, belum  efisien dalam pemeliharaan budidaya kentang meliputi penyiraman dan pemberian nutrisi tanaman. Waktu yang tergolong lama dalam pemeliharaan dan biaya yang tidak sedikit terkait transportasi membuat perlunya adanya manajemen pemeliharaan budidaya kentang. Tujuan dari pengabdian adalah melakukan penerapan teknologi irigasi kabut otomatis berbasis internet of things di Mitra Tani ATASI Wonosobo untuk mengoptimalkan pemeliharaan dan menurunkan biaya produksi budidaya kentang. Metode pengabdian berupa kegiatan survei kebutuhan, implementasi alat, dan pelatihan teknologi terhadap mitra untuk meningkatkan wawasan petani konvensional. Teknologi yang dirancang dapat melakukan irigasi kabut secara otomatis dengan sistem waktu yang terjadwal dan dapat termonitor dengan adanya data sensor. Petani dapat melakukan pemantauan beberapa kondisi screen house pembenihan kentang dengan web. Hasil dari pengabdian membuat petani konvensional menjadi berkembang dari sisi pengetahuan pertanian dan teknologi, biaya operasional relative rendah dan optimalnya produksi pembenihan kentang. Petani merasqkan adanya teknologi membantu pekerjaan menjadi lebih mudah dan efisien.
PENINGKATAN BUDIDAYA KENTANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IRIGASI KABUT OTOMATIS DI MITRA TANI ATASI Muhamad Cahyo Ardi Prabowo; Irfan Mujahidin; Atikah Ayu Janitra; Irrin Mirrah Luthfia; Cello Flaurecita Gadis Bermana; Zidan Rifqi Ramadhan; Erie Rosita Cendrasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42254

Abstract

Kegiatan usaha di mitra Tani ATASI saat ini masih tergolong konvensional, belum  efisien dalam pemeliharaan budidaya kentang meliputi penyiraman dan pemberian nutrisi tanaman. Waktu yang tergolong lama dalam pemeliharaan dan biaya yang tidak sedikit terkait transportasi membuat perlunya adanya manajemen pemeliharaan budidaya kentang. Tujuan dari pengabdian adalah melakukan penerapan teknologi irigasi kabut otomatis berbasis internet of things di Mitra Tani ATASI Wonosobo untuk mengoptimalkan pemeliharaan dan menurunkan biaya produksi budidaya kentang. Metode pengabdian berupa kegiatan survei kebutuhan, implementasi alat, dan pelatihan teknologi terhadap mitra untuk meningkatkan wawasan petani konvensional. Teknologi yang dirancang dapat melakukan irigasi kabut secara otomatis dengan sistem waktu yang terjadwal dan dapat termonitor dengan adanya data sensor. Petani dapat melakukan pemantauan beberapa kondisi screen house pembenihan kentang dengan web. Hasil dari pengabdian membuat petani konvensional menjadi berkembang dari sisi pengetahuan pertanian dan teknologi, biaya operasional relative rendah dan optimalnya produksi pembenihan kentang. Petani merasqkan adanya teknologi membantu pekerjaan menjadi lebih mudah dan efisien.
Pelatihan Sistem Informasi Berbasis Website Untuk Meningkatkan Transparansi Keuangan di TK Kartini irfan mujahidin; Sindung Hadwi Widi Sasono; Hutama Arif Bramantyo Arif Bramantyo; Slamet Widodo; Dewi Anggraeni; Tahan Prahara Tahan Prahara; Roni Apriantoro; Mohammad Khambali; Idhawati Hestiningsih; Hery Setijasa; Juan Adam Alamsyah; Nur Adi Wibowo
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 5 No. 1 (2025): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v5i1.952

Abstract

 ABSTRAKPermasalahan dalam pengelolaan keuangan di TK Kartini, terletak pada sistem administrasi yang masih bersifat manual, khususnya dalam proses pembayaran dan pelaporan SPP. Hal ini berdampak pada rendahnya tingkat transparansi keuangan, baik dari sisi pengurus yayasan maupun pemangku kepentingan lainnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, telah dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam penerapan sistem informasi berbasis website. Pelatihan ini ditujukan kepada guru, pengurus yayasan, dan komite sekolah sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) pengisian kuesioner awal yang mengukur persepsi transparansi keuangan dengan hasil sebesar 65%, (2) pemberian materi dan pelatihan teknis penggunaan website keuangan dari sisi pengguna dan administrator, (3) simulasi penggunaan sistem, serta (4) evaluasi akhir melalui kuesioner dengan hasil peningkatan persepsi transparansi menjadi 95%. Sistem informasi keuangan yang digunakan dikembangkan dengan pendekatan user-friendly dan responsif, serta dilengkapi dengan fitur-fitur utama seperti pengelolaan data tagihan, riwayat transaksi, dan notifikasi pengingat pembayaran. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penggunaan sistem informasi berbasis website berkontribusi signifikan dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi administrasi keuangan di lembaga pendidikan usia dini. Disimpulkan bahwa integrasi teknologi informasi dalam manajemen keuangan sekolah merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola yang akuntabel dan partisipatif. Kata kunci: sistem informasi, transparansi keuangan, website, pelatihan, TK Kartini ABSTRACTThe financial management issue at TK Kartini,, lies in its manual administrative system, particularly in the processes of tuition fee (SPP) payments and reporting. This results in a low level of financial transparency, both from the foundation's management and other stakeholders. To address this challenge, training and assistance activities were conducted to implement a web-based information system. The training was aimed at teachers, foundation administrators, and the school committee as the primary participants. The implementation method consisted of four stages: (1) an initial questionnaire to measure perceptions of financial transparency, which yielded a result of 65%; (2) delivery of materials and technical training on the use of the financial website from both user and administrator perspectives; (3) system usage simulation; and (4) a final evaluation through a questionnaire, which showed an increase in perceived transparency to 95%. The financial information system used was developed with a user-friendly and responsive approach and equipped with key features such as bill data management, transaction history, and payment reminder notifications. The training results indicate that the use of a web-based information system significantly contributes to improving transparency and efficiency in financial administration at early childhood education institutions. It is concluded that the integration of information technology into school financial management is a strategic step toward achieving accountable and participatory governance. Keywords: information system, financial transparency, website, training, TK Kartini