Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Kebijakan Komutasi Pidana Mati Pada RKUHP Dalam Perspektif Hukum Dan Hak Asasi Manusia Muhamad Andre Nurdiansah
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.41 KB) | DOI: 10.58812/jhhws.v2i01.150

Abstract

Pidana mati selalu menjadi perdebatan di kalangan ahli. Kelompok pro berpendapat jika tidak ada pelanggaran hak asasi. Sedangkan, kelompok kontra berpendapat jika pidana mati selain melanggar hak asasi juga melanggar konstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif hukum dan hak asasi manusia mengenai penerapan kebijakan komutasi pidana mati pada RKUHP. Metode penelitian yang digunakan ialah metode yuridis-normatif. Adapun bahan hukum diperoleh dari studi kepustakaan dengan menganalisisnya secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana mati dalam instrumen hukum internasional dipandang telah melanggar hak asasi manusia. Namun, Indonesia tetap menerapkan pidana mati dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan jika pidana mati tidak melanggar hak untuk hidup dan tidak bersifat inkonstitusional karena bertujuan untuk menjaga keamanan Nasional. Pidana mati dalam RKUHP telah memberikan kepastian pada terpidana dan lembaga penegak hukum melalui masa percobaan 10 tahun dan memberi ruang pengampunan melalui kebijakan komutasi dari pidana mati.
PENERAPAN PENANGGALAN JAWA DALAM PENENTUAN HARI AWAL BERCOCOK TANAM DI DESA NGRANGIN KABUPATEN MALANG Muhamad Andre Nurdiansah; Icha Adelia Safinka Artamefina
An Natiq Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : university Of islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/an-natiq.v3i1.19132

Abstract

In Indonesia, especially the majority of Javanese people, still believe in traditions that have been passed down from their ancestors, One of the legacies is the Javanese Count, one of which is Pranata Mangsa, which is still carried out by farmers in Ngrangin Village, Sumber pasir, Pakis, Malang. There is one thing that is interesting in this study, namely the farming activities in Ngrangin Village. When the farmers are about to plant, they use the Pranata Mangsa tradition to determine an auspicious day to start farming. The research method used this time is a qualitative research method with observation and interview techniques to collect data. The farmers of Ngrangin Village still apply Javanese calculations because this tradition needs to be preserved because they think that if this tradition is not carried out, unwanted things will happen, such as crop failure. This is also a form of respect for their ancestors, so this will strengthen the trust of the people of Ngrangin Village and maintain this tradition. In Ngrangin Village, the farming process does not have to be completed on that day, only the planting process. The people of Ngrangin Village also celebrate, which is a form of expression of gratitude to Allah SWT.
Urgensi Etika Profesi Sebagai Penunjang Manusia Dalam Bekerja Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Muhamad Andre Nurdiansah; Keizalinaya Natasha Maheswari Kusuma
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 11 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i11.1656

Abstract

Artikel ini membahas urgensi etika profesi dalam menunjang kehidupan manusia, khususnya di dunia kerja. Etika profesi, yang mencakup nilai-nilai seperti integritas, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, berperan penting dalam meningkatkan kinerja organisasi dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Penerapan etika yang baik mampu membangun kepercayaan dan kolaborasi antar karyawan serta mencegah praktik negatif seperti korupsi. Selain itu, etika profesi juga berdampak signifikan pada kesejahteraan individu, dengan menciptakan kepuasan dan komitmen kerja yang lebih tinggi. Artikel ini menyoroti bagaimana penerapan etika profesi tidak hanya mendukung produktivitas organisasi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.