Yuniarti Dewi Rahmawati
Universiutas Muhadi Setiabudi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Asupan Kalori, Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi dengan Produktivitas Kerja Karyawan Universitas Muhadi Setiabudi Yuniarti Dewi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 02 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i02.1027

Abstract

Produktivitas kerja karyawan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas kinerja sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Produktivitas karyawan yang tinggi akan menghasilkan pencapaian yang maksimal dalam pekerjaan. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai hal salah satunya yaitu asupan kalori, kebiasaan sarapan dan status gizi tenaga kerja.Gizi kerja merupakan salah satu syarat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, khususnya bagi para pekerja. Kondisi gizi lebih atau kurang yang dialami oleh tenaga kerja akan mempengaruhi pada kondisi kesehatan dan kemampuan mobilitas sehingga dapat mempengaruhi kemampuan kerja dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis hubungan asupan kalori, kebiasaan sarapan dan status gizi dengan produktivitas kerja karyawan universitas muhadi setiabudi. Desain Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik total sampling sebanyak 40 karyawan sampel staf karyawan universitas muhadi setiabudi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan recall 24 jam. Hasil analisis data menggunakan uji chis-quare diketahui bahwa variabel penelitian yang berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan dengan asupan kalori ( p=0.027), kebiasaan sarapan ( p=0.002) dan status gizi (p=0.000). simpulan hasil Terdapat hubungan asupan kalori, kebiasaan sarapan dan status gizi dengan produktivitas kerja karyawan.
Perbedaan Tinggi Badan Aktual dengan Tinggi Badan Berdasarkan Tinggi Lutut dan Panjang Ulna pada Lansia di Posbindu Desa Cikuya Yuniarti Dewi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 02 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i02.1031

Abstract

Status gizi dapat diukur dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT adalah cara sederhana dan mudah untuk menggambarkan hubungan antara berat badan (dalam satuan kilogram) dan tinggi badan (dalam satuan meter). Salah satu variabel yang digunakan untuk menentukan IMT seseorang ialah dengan tinggi badan yang akurat. Akan tetapi, untuk mendapatkan tinggi badan yang tepat pada lansia terbilang cukup sulit karena postur tubuh yang bungkuk, kelumpuhan pada tulang belakang (spinal), atau terjadi kelumpuhan sehingga menyebabkan diharuskan duduk di kursi roda. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui adanya perbedaan antara tinggi badan aktual berdasarkan estimasi tinggi lutut dan panjang ulna pada lansia di Posbindu Desa Cikuya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analititk dengan rancangan penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia baik pria maupun wanita dengan usia 55-64 tahun di Posbindu Desa Cikuya. Sampel berjumlah 91 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah microtoice, timbangan berat badan digital, metlin dan knee high caliper. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji Independent t-test). Hasil uji Independent t-test dengan tingkat pemaknaan (a) 0,05 diperoleh dari dua variabel yakni tinggi lutut p-value (0,521) dan panjang ulna (0,408) yang berarti lebih besar dari 0,05 (p-value < 0,05) maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara tinggi badan aktual dengan tinggi lutut dan panjang ulna.