Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Annealing Temperature and Holding Time Near Glass Transition Temperature on the Tensile Strength of Fused Deposition Modeling Printed Polylactic Acid Michael Evan; The Jaya Suteja; Sunardi Tjandra
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 1 (2023): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i1.3386

Abstract

Thermal annealing can be implemented to improve the mechanical strength of a 3D printing object. The critical parameters of thermal annealing are temperature and holding time. Based on the literature review, the implemented annealing temperature affects the required holding time. As the use of a lower annealing temperature and holding time can reduce the required heat and increase the process efficiency, this research investigates the implementation of the annealing temperature near glass transition temperature with a short holding time. The aim of this research is to investigate the influence of the thermal annealing temperature range from 65 °C to 85 °C and the holding time from 45 minutes to 75 minutes on the Ultimate Tensile Strength of a Polylactic Acid part printed by using Fused Deposition Modelling. The experiment implemented a 32-factorial design methodology with two replications. The experiment results indicate that the thermal annealing slightly exceeding glass transition temperature facilitates higher interlayer diffusion of raster and layers and consequently increases the Ultimate Tensile Strength. Meanwhile, the holding time does not influence the Ultimate Tensile Strength of the annealed part as the holding time range cannot accomplish the maximum crystallization for the annealing temperature range between 65 °C to 85 °C.
Ekonomi Sirkular: Model Pemberdayaan Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur: Circular Economy: Village Empowerment Model in Ketapanrame, Trawas, Mojokerto, East Java Province Aluisius Hery Pratono; The Jaya Suteja; Edy Purwanto; Bryan Erdin; Zoya Neidira Amanda; Rofiatun Soleka
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i1.794

Abstract

Artikel ini membahas pelaksanaan Program Pembedayaan Desa Binaan di Ketapanrame yang diarahkan pada upaya pengembangan sebuah model ekonomi yang berfokus pada usaha memaksimalkan efisiensi sumber daya dengan meminimalkan limbah, mempertahankan nilai jangka panjang, dan mengurangi konsumsi sumber daya yang berlebihan. Fokus kegiatan ini adalah mengembangkan model pariwisata yang bebas sampah dengan mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang sesuai dengan karakter industri pariwisata yang berkembang di Desa Ketapanrame. Pada tahun pertama, pelaksanaan kegiatan ini fokus pada pengelolaan sampah, dengan mengembangkan mesin pencacah dan mesin conveyor. Mesin pecacah sampah, juga dikenal sebagai gibrig, bekerja dengan cara memotong atau menghancurkan sampah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Proses pencacahan memecah sampah menjadi potongan-potongan kecil, sehingga mengurangi volume keseluruhan sampah. Proses tersebut membantu dalam mengelola dan menyimpan sampah dengan lebih efisien, terutama dalam situasi di mana ruang penyimpanan terbatas. Namun demikian perlu dicatat bahwa proses penerapan teknolgi tersebut memerlukan proses kelembagaan yang kuat. Peran kepala desa dalam mengarahkan warganya untuk mau terlibat dalam kegiatan pemberdayaan desa binaan tidak bisa diabaikan.