Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERAPI ANTIOKSIDAN SEBAGAI NEFROPROTEKTOR Ni Putu Eka Frastika Sari; I Wayan Cahya Mahastya
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 2 (2022): Volume 20 No. 2 (Juli - Desember 2022) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/essential.v20i2.92946

Abstract

Pendahuluan: Ginjal sangat penting sebagai organ ekskresi hasil metabolisme tubuh sangat rentan mengalami berbagai ganggguan akibat stres oksidatif. Pembahasan: Kondisi ketidakseimbangan ini dapat memicu kerusakan glomerular atau epitel tubular yang berhubungan dengan perubahan proliferasi dan perbaikan seluler pada proses inflamasi, fibroblas, dan fibrosis sehingga menyebabkan hilangnya fungsi nefron dan ginjal. Hal ini akan berujung pada penyakit kronis, seperti Chronic Kidney Disease (CKD), sehingga harus dilakukan intervensi untuk mencegah stres oksidatif yang dapat merusak ginjal, terutama nefron. Oleh karena itu, diperlukannya senyawa antioksidan yang dapat menekan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dan Reactive Nitrogen Species (RNS) terutama pada korteks dan medula renalis yang dapat mempengaruhi aliran darah ginjal, retensi natrium/cairan terhadap inflamasi, dan fibrosis, serta proteinuria. Secara umum, antioksidan dalam tubuh dapat dibagi menjadi dua, yaitu antioksidan endogen dan eksogen. Antioksidan endogen terdiri dari enzimatik dan non enzimatik. Berdasarkan beberapa penelitian, senyawa fitokimia sebagai antioksidan memiliki banyak jenis senyawa yang dapat mencegah stres oksidatif dengan mekanisme kerja tertentu. Simpulan: Beberapa senyawa tersebut adalah karotenoid (?-carotene dan likopen), flavonoid (asam fenolik, flavonoid, dan senyawa fenolik lainnya), dan senyawa antioksidan lain (alkaloid dan alisin). Kata kunci: Antioksidan, Fitokimia, Nefroprotektif, dan Stres Oksidatif
EFEKTIVITAS FORMULASI EUGENOL EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (CINNAMOMUM VERUM) DALAM SEDIAAN NASAL SPRAY PADA PNEUMONIA BAKTERIAL I Wayan Cahya Mahastya; Ni Putu Eka Frastika Sari; Ni Made Ersi Dwitami Barsua
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 2 (2022): Volume 20 No. 2 (Juli - Desember 2022) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/essential.v20i2.92945

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyakit infeksi bakteri, virus, maupun jamur pada saluran pernafasan yang menyerang alveolus. Penanganan antibiotik pneumonia sering kali menyebabkan terjadinya suatu resistensi sehingga disperlukan suatu modalitas baru yang bisa menjadi alternatif antibiotik sekaligus antiinflamasi. Terdapat suatu senyawa eugenol pada daun kayu manis (Cinnamomum verum) yang memiliki spesifitas tersebut. Pembahasan: Pada pneumonia, antibakteri pada eugenol akan terjadi karena mekanisme pada membran sel bakteri dan menimbulkan sitotoksisitas pada DNA bakteri penyebab pneumonia. Sedangkan, sebagai antiinflamasi, eugenol akan berpengaruh terhadap migrasi leukosit, polimorfonuklear (PMN), dan makrofag. Penggunaan nasal spray dapat dijadikan pilihan alternatif yang baik dalam memberikan ekstrak eugenol pada pastien pneumonia karena mukosa nasal yang penuh dengan pembuluh darah memiliki daya absorbsi yang sangat baik. Simpulan: Dengan demikian, efek antiinflamasi yang terdapat pada eugenol dapat mencapai siklus sistemik dan efek antibakteri mampu meminimalisasi bakteri penyebab pneumonia di sekitar sistem pernapasan. Kata kunci: Cinnamomum verum, Eugenol, Nasal spray, dan Pneumonia