Container Crane adalah suatu alat yang digunakan untuk pekerjaan bongkar muat dari kapal ke pelabuhan maupun sebaliknya, container merupakan salah satu tempat untuk mengirim atau menyimpan barang yang akan di kirim melalui transportasi laut yang memiliki resiko sangat tinggi karena setiap pekerjaannya dapat menimbulkan potensi bahaya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak terlepas bagaimana kondisi wadah apakah kondisi layak tidak untuk digunakan sehingga terdapat risiko kecelakaan pada saat kegiatan bongkar muat serta untuk meminimalkan risiko, kegiatan bongkar muat harus meningkatkan kesehatan manajemen dan keselamatan kerja (K3) yang baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis dan Bow Tie Analysis yang dilakukan dengan kunjungan di sertai wawancara narasumber.Penilaian risiko yang telah dilakukan terdapat 4 risiko kemungkian yang terjadi (1) Jatuhnya kontainer (2) Kapal menabrak CC (3) Terjadi kerusakan teknis pada CC (4) Kondisi cuaca ekstrim dengan 1 potensi bahaya tingkat rendah, 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi. Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan. 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi.Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan. 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi. Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan.