Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENILAIAN RESIKO OPERASIONAL PELAYANAN BONGKAR MUAT KAPAL DI PELABUHAN DILI, TIMOR-LESTE Minto Basuki; Putu Andhi Indira Kusuma; Zeca Soares
Teknoin Vol. 22 No. 8 (2016)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol22.iss8.art3

Abstract

Dili port is the one of port in Timor Leste, that can be used as  loading and unloading of goods. The increasing of operations in recent years was could be to the risk. The aim of this study was to analyze the risks involved in the operations of ships loading and  unloading in  port of Dili. This study was identifying risks, determine risk level, and risk mitigate that affect the  processes of  loading and unloading. Samples data were the  activities  loading and unloading that cause risks or accidents reported in 2010 to 2014. The data were analyzed using risk matrix method at probability (likelihood) and impact (consequence) based on AS/NZS 2004 standard. Using this method, there were 22 risk events do to identified . Using the risk matrix, injured due to exposure to the goods or sharp tools, which include a very high risk rating. This mitigate is to provide safety and health training  and  use to PPE (Personal Protective Equipment) to the labors.
PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN AKIBAT AIR PEMBUANGAN AIR BALAS DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Danny Djaya Prakaatmaja; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1016

Abstract

Balas merupakan pemberat yang sangat dibutuhkan oleh kapal untuk menjaga sarat air guna untuk kestabilan kapal pada saat kapal telah terisi oleh muatan atau kosong muatan. Dengan menggunakan air laut sebagai balas kapal maka akan berdampak pada lingkungan laut pada daerah pelabuhan yang mengalami bongkar dan muat, yaitu adanya spesies terikut yang bersifat invasive. Dengan adanya dampak dari air balas tersebut makin banyak mikroorganisme yang berevolusi menjadi SAI (Spesies Asing Invasif). Tujuan penelitian ini, adalah melakukan penilaian risiko lingkungan akibat air balas kapal yang ada di perairan Pelabuhan Tanjung Perak. Analisis menggunakan data – data kunjungan kapal yang beroperasi di PT. Pelindo III cabang Tanjung Perak Surabaya.Data-data tersebut dianalisis terhadap volume air balas yang dibuang menggunakan rumusan dari dokumen IMO MEPC 56/23 ANNEX II. Kemudian analisis dilanjutkan dengan kunjungan kapal serta jumlah air balas yangdibuang keperairan. Analisis yang dikelompokkan menjadi 10% sampai dengan 60 % dari total kunjungan kapal, lalu dirambatkan dengan 5 sampai 25 ton kapal membuang air balas. Hasil pembahasan, air balas kapal yang dibuanperairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan kunjungan kapal yang dirambatkan sampai 60% dengan pembuangan air balas 25 ton per kapal bahwa tercatat, air balas kapal mencapai 53.625 ton atau setara dengan 54.966 kL. Pengurangan dampak pembuangan air balas kapal, dilakukan mitigasi dengan menurunkan risiko dengan menggunakan pengolahan air balas secara eksternal dan pemasangan pengolah air balas di setiap kapal, dengan konsekuensi pada biaya.
PENILAIAN RISIKO OPERASIONAL PADA KMP DRAJAT PACIRAN MENGUNAKAN METODE FMEA DAN BOW TIE RISK ASSESSMENT Muhammad Fahrur Rozi; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah dalam mengidetifikasi risiko operasional penerapan program Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) awak kapal selanjutnya dapat membantu perihal menghitung tingkat risiko operasional dalam penerapan program Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) di kapal penyebrangan dan untuk mempermudah memitigasi risiko operasinal dalam upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang dijumpai dalam penerapan program Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) semua anggota tenaga kerja di kapal laut. Data sampel yang di gunakan adalah data lapangan dengan metode observasi dan kuesioner yang di dapat dari kantor Kesyahbandaran Lamongan untuk mengolah data penelitian ini mengunakan metode FMA DAN BOW TIE RISK ASSESSMENT yang mana metode ini di dasarkan pada pemahaman penulisan mengenai tingkat risiko yang di akibatkan oleh K3 awak kapal. Penyebrangan kapal Drajat Paciran Lamongan-Bahaur. Metode yang dipakai metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan menggabungkan metode FMEA dan Bow Tie Risk Assessment. Hasil dari penelitian ini yang pertama adalah kebijakan penerapan K3 di Kapal Penyebrangan Drajat Paciran harus memenuhi persyaratan Sistem Manajemen K3, sesuai dengan ISM–Code (International Safety Management Code), Kualitas tenaga kerja di kapal Penyebrangan Lamongan-Bahur seperti crew kapal cukup memadai. Hal ini terlihat pada serifikat pelatihan–pelatihan keselamatan kapal yang dimiliki setiap crew dan Sarana dan prasarana K3 di kapal Penyebrangan semua masih kurang lengkap dan perlengkapan keselamatan yang ada di kapal,  kelayakannya tidak memenuhi standar. Berdasarkan hasil tersebut penulis mengambil kesimpulan bahwa sarana dan prasarana peralatan K3 yang disediakan di kapal penyebrangan perlu dilengkapi. Pemeliharaan kontinyu pada kapal yang dioperasikan, sifatnya harus rutin atau berkala, dengan prosedur internal maupun ekstenal yang telah ditetapkan. Penanggulangan kedaruratan dengan berbagai prosedur harus di tingkatkan dengan baik dan prosedur pemahaman penumpang tentang K3 saat berlayar perlu diperbaiki.
PENERAPAN TEKNOLOGI ULTRA FILTRASI SEBAGAI MEDIA FILTERISASI DAN DAUR ULANG AIR PADA MESIN PENDINGIN IKAN JENIS SLURRY ICE DI KAPAL IKAN 30 GT Andhi Indira Kusuma; M.Rizky Ishardwiyanto; Minto Basuki
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi palkah kapal ikan yang menggunakan metode pendinginan tradisional, tidak menjamin kualitas ikan di dalamnya. Hal ini bisa dilihat dari metode penanganan ikan dengan menggunakan es balok suhu pendinginannya tidak dapat dipertahankan. Selain itu, kondisi ikan juga mengalami penurunan kualitas akibat pengaruh adanya lendir, darah, dan kotoran di dalam palkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan mesin slurry ice sebagai pendinginan ikan di dalam palkah dengan penambahan sistem filterisasi dan daur ulang air laut sebagai media pendinginan. Disamping itu dilakukan analisa stabilitas kapal ikan akibat penambahan mesin pendingin dan sistem filterisasi tersebut. Perhitungan analisa stabilitas meliputi tiga kondisi yaitu, kondisi kapal tanpa muatan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 100%; kapal dengan penambahan sistem daur ulang air dan mesin pendingin ikan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 100%; dan kapal dengan kondisi muatan penuh serta penambahan sistem daur ulang dan mesin pendingin ikan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 50%. Hasil analisa perhitungan stabilitas dengan bantuan software Maxsurf Stability telah memenuhi standard International Maritime Organization (IMO) tahun 1977 tentang kriteria stabilitas utuh (criteria intact stability). Dimana, nilai maksimum GZ pada sudut kemiringan kapal pada 30° atau lebih adalah 0,2 meter, sedangkan nilai ketiga kondisi di atas berturut-turut adalah 0,442 meter, 0,424 meter, 0,463 meter. Sehingga dengan nilai tersebut, aspek keamanan dan kenyamanan kapal sudah terpenuhi. Sedangkan dari hasil analisis ekonomis, estimasi keuntungan bersih diperoleh sebesar Rp 7.404.800/ trip maka break event point akan tercapai setelah kapal dioperasikan untuk menangkap ikan sebanyak 62 trip atau pada 1 tahun 7 bulan.
Penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code Pada Pelabuhan Tanjung Emas Berbasis Bow Tie Risk Assessment Fiqri Alma Hendra; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3259

Abstract

International Ship and Port facility Security Code (ISPS Code) merupakan aturan yang digunakan untuk mengetahui dan mengurangi risiko keamanan yang dapat terjadi pada kapal dan pelabuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan ISPS Code yang ada di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sample data diambil dari observasi lapangan serta survey yang dilakukan di Terminal Penumpan dan Peti Kemas. Pada prosesnya data dianalisa dengan 2 tahap yaitu metode Importance Index dan Bow-tie risk assasment dan didapati bahwa risiko dengan nilai tertinggi bersumber dari penerapan aturan standar keamanan pelabuhan dengan nilai kemungkinan(Likelihood Index) sebesar 100% pada level risiko 4 (Extremly High) dan  nilai keparahan(Severity Index) mencapai 50% pada level risiko 3(High) dengan kategori matriks pada tingkat resiko ekstrim (E). 
Penilaian Risiko K3 pada Operasional Container Crane di Terminal Nilam Surabaya Menggunakan Metode Job Safety Analysis dan Bow Tie Analysis Ivan Naufal Iskandar; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Container Crane adalah suatu alat yang digunakan untuk pekerjaan bongkar muat dari kapal ke pelabuhan maupun sebaliknya, container merupakan salah satu tempat untuk mengirim atau menyimpan barang yang akan di kirim melalui transportasi laut yang memiliki resiko sangat tinggi karena setiap pekerjaannya dapat menimbulkan potensi bahaya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak terlepas bagaimana kondisi wadah apakah kondisi layak tidak untuk digunakan sehingga terdapat risiko kecelakaan pada saat kegiatan bongkar muat serta untuk meminimalkan risiko, kegiatan bongkar muat harus meningkatkan kesehatan manajemen dan keselamatan kerja (K3) yang baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis dan Bow Tie Analysis yang dilakukan dengan kunjungan di sertai wawancara narasumber.Penilaian risiko yang telah dilakukan terdapat 4 risiko kemungkian yang terjadi (1) Jatuhnya kontainer (2) Kapal menabrak CC (3) Terjadi kerusakan teknis pada CC (4) Kondisi cuaca ekstrim dengan 1 potensi bahaya tingkat rendah, 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi. Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan. 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi.Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan. 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi. Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan.