Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

WORKSHOP TATA KELOLA KEUANGAN BAGI UMKM SECARA SEDERHANA DAN DIGITAL Abdul Manap; Andriani Lubis; Riah Ukur Br Ginting; Yusmita Hawari; Lilik Swarnata Angga Buana; Diana Pujiningsih; Yusnindar Yusnindar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20083

Abstract

Kabupaten Bogor dengan 35000 UMKM (data Dinas Koperasi dan UMKM 2022), Kecamatan Cibinong adalah salah satu di wilayah Kabupaten Bogor yang memiliki banyak UMKM yaitu 12000 berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian dengan berbagai macam jenis usaha. Dengan jumlah UMKM yang cukup banyak ini, masih sedikit yang mampu dalam mengelola keuangannya dengan benar. Begitupula dengan pengetahuan dan keahlian yang terkait digitalisasi masih minim didapat sehingga membuat pelaporan keuangan sering terkendala terdapat laporannya yang kurang akuntabel. Tujuan Workshop ini melakukan pelatihan dan pendampingan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman UMKM dalam tata kelola keuangan manual dan digital yang lebih baik sebagai pembaruan proses bisnis, model bisnis, dan instrumen keuangan sehingga dapat mengembangkan usaha dengan cara 1) Peningkatan tata kelola dan pencatatan laporan keuangan secara manual. Selanjutnya yang 2) Dengan bantuan media digital meningkatkan keterampilan dan keahlian pengoperasian, sehingga laporan keuangan yang disajikan akuntabel dan terkini. Hasil pelatihan pendampingan UMKM dapat membuat laporan keuangan sederhana dan digital. Dengan memiliki laporan keuangan UMKM dapat melakukan pengembangan usahanya dengan mencari permodalan dan memasarkan yang terintegrasi secara digital.
Private Deeds In Civil Evidence Practice: Analysis Of Formal And Material Validity Diana Pujiningsih; Rizki Wahyudi; Yulia Rachmawati; Johannes Triestanto; Rafiqi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10012

Abstract

Private deeds constitute one of the written evidentiary instruments frequently utilized in Indonesian civil litigation, particularly in disputes arising from contractual relationships and private legal engagements. This study aims to examine the legal standing of private deeds within the civil evidentiary system by emphasizing both formal validity and substantive validity, as well as their implications in judicial proof. The analysis focuses on the normative regulation of private deeds under the Indonesian Civil Code, doctrines of civil evidence law, and scholarly perspectives developed in national legal journals. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. Data were collected through library research, encompassing legislation, legal textbooks, and relevant academic journal articles addressing private deeds and their evidentiary force. The data were analyzed qualitatively to assess the coherence between positive legal norms and their application in judicial practice. The findings indicate that private deeds possess a relative evidentiary value, which depends on the fulfillment of formal requirements, namely written form and the signatures of the parties, as well as substantive requirements relating to the authenticity and legality of the content. When both the signature and the substance of the deed are acknowledged by the interested parties, a private deed may function as strong evidence before the court. Conversely, when denial or dispute arises, such a deed requires corroboration by other forms of evidence to strengthen its probative value. Accordingly, formal and substantive validity play a decisive role in determining the effectiveness of private deeds in civil evidentiary proceedings.
PENDAMPINGAN UMKM DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING DI SUKARESMI CIANJUR, JAWA BARAT Abdul Manap; Lilik Swarnata Angga Buana; Diana Pujiningsih; Sinta Julina; Zurlina Lubis; Sugito Sugito; Arko Pujadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36500

Abstract

Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep keuangan ke dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini difokuskan pada toko kelontong di Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, dengan tujuan meningkatkan kinerja bisnis serta mencapai kesuksesan yang lebih besar. Melalui kegiatan yang melibatkan usaha mikro kecil dan pengecer, kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha akan diatasi dengan pendekatan yang mengintegrasikan konsep , seperti pengetahuan manajemen bisnis dan kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi. Pengembangan ini diwujudkan dengan menyelaraskan konsep-konsep manajemen keuangan, yang meliputi pengarahan pengetahuan bisnis dan peningkatan kualitas kewirausahaan terhadap kesuksesan perusahaan. Integrasi konsep manajemen keuangan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan bisnis mereka. Dengan demikian diharapkan perusahaan dapat lebih efisien dalam mengelola sumber daya finansialnya dan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam penggunaan dana. Hal ini secara keseluruhan akan meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan dalam pasar yang semakin tajam
WORKSHOP TATA KELOLA KEUANGAN RUMAH TANGGA SEJAHTERA DAN MANDIRI DI DEPOK JAWA BARAT Abdul Manap; Rini Yulia Sasmiyati; Riah Ukur Br Ginting; Lilik Swarnata Angga Buana; Diana Pujiningsih; Nurhaifa Idris; Arko Pujadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44289

Abstract

Tata kelola keuangan rumah tangga saat ini menjadi prioritas untuk mencapai keluarga sejahtera yang mapan dan mandiri. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dan ditujukan kepada para ibu rumah tangga yang ada di Tapos, Depok, Jawa Barat. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan dan memberikan modul serta penjelasan tentang melakukan tata kelola keuangan yang benar dengan berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan oleh lembaga OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Hasil kegiatan ini menunjukkan tingginya tingkat antusiasme dari para peserta untuk mulai melakukan tata kelola keuangan rumah tangga secara baik dan benar. Secara khusus, para peserta juga mulai mengetahui peranan lain seorang istri, yaitu harus dapat mengelola keuangan rumah tangganya. Namun, untuk mencapai tata kelola keuangan rumah tangga yang baik dan benar, peranan seorang suami juga turut berkontribusi besar. Selain itu, untuk mempelajari tata kelola keuangan yang baik, juga dibutuhkan sebuah komunikasi yang kompak antara suami dan istri sejak awal hingga usia tua sebuah pernikahan, agar diusia pensiun tercapai keluarga yang mandiri dan sejahtera.
PELATIHAN TATA KELOLA KEUANGAN BAGI UMKM DI LEUWILIANG DAN JASINGA KABUPATEN BOGOR Abdul Manap; Riah Ukur Br Ginting; Rini Yulia Sasmiyati; Asep Saepullah; Diana Pujiningsih; Lilik Swarnata Angga Buana; Betari Kilisuci Kartika Chandra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52662

Abstract

Kabupaten Bogor dengan 38700 lebih UMKM (data Dinas Koperasi dan UMKM, Juni 2025), Kecamatan Leuwiling adalah salah satu di wilayah Kabupaten Bogor yang terdaftar memiliki UMKM yaitu sekitar 7900 dan Jasinga 6.600, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian dengan berbagai macam jenis usaha. Dengan jumlah UMKM yang cukup banyak ini, masih sedikit yang mampu dalam mengelola keuangannya dengan benar. Begitu pula dengan pengetahuan dan keahlian yang terkait digitalisasi masih minim didapat sehingga membuat pelaporan keuangan sering terkendala terdapat laporannya yang kurang akuntabel. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan pemahaman UMKM dalam tata kelola keuangan manual dan digital yang lebih baik sebagai pembaruan proses bisnis, model bisnis, dan instrumen keuangan sehingga dapat mengembangkan usaha dengan cara 1) Peningkatan tata kelola dan pencatatan laporan keuangan secara manual. Selanjutnya yang 2) Dengan bantuan media digital meningkatkan keterampilan dan keahlian pengoperasian, sehingga laporan keuangan yang disajikan akuntabel dan terkini. Hasil pelatihan pendampingan UMKM dapat membuat laporan keuangan digital.  Dengan memiliki laporan keuangan UMKM dapat melakukan pengembangan usahanya dengan mencari permodalan dan memasarkan yang terintegrasi secara digital.
The Role of Financial Literacy and Household Economic Resilience in Community Service Programs in the Era of Global Uncertainty Abdul Manap; Lilik Swarnata Angga Buana; Saut Pane; Diana Pujiningsih; Arko Pujadi
Tirakat: Jurnal Terobosan Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2026): May 2026
Publisher : PT. LITERASI SAINS NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61100/j.tirakat.v3i2.343

Abstract

Global uncertainty driven by economic changes, inflation, and the rapid development of digital technology has affected household economic stability across various social groups. These conditions have made financial literacy and household economic resilience increasingly relevant topics in community service programs. This study aims to analyze the role of financial literacy and household economic resilience in community service programs while expanding references related to community service in the field of community economic empowerment. The study employed a literature review method using a descriptive qualitative approach. Data were obtained from Google Scholar and several credible websites covering publications from 1964–2026. The initial search identified 50 articles, which were then strictly screened, resulting in 29 main articles used as analytical sources. The findings indicate that financial literacy influences people’s ability to manage income, control expenditures, and respond to household economic risks in a more adaptive and sustainable manner.
Perlindungan Hukum Investor Dalam Penanaman Modal Di Indonesia: The Phenomenon of Overlapping Regulations from the Perspective of Constitutional Law Johannes Triestanto; Lisda Apriliani Sobirin; Diana Pujiningsih; Zulfikri Pohan; Iwan Rasiwan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.7348

Abstract

Perlindungan hukum investor merupakan elemen fundamental dalam menciptakan iklim penanaman modal yang kondusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di Indonesia. Keberadaan jaminan hukum yang jelas dan konsisten tidak hanya berfungsi melindungi kepentingan investor, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada investor dalam kegiatan penanaman modal di Indonesia, baik bagi investor domestik maupun investor asing, serta mengkaji berbagai kendala yang muncul dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal, khususnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, serta didukung oleh kajian literatur dari jurnal hukum nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara normatif, sistem hukum Indonesia telah menyediakan kerangka perlindungan yang mencakup prinsip perlakuan yang sama, kepastian hukum, perlindungan terhadap hak kepemilikan, serta mekanisme penyelesaian sengketa investasi. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat iklim investasi melalui pembaruan regulasi dan penyederhanaan prosedur perizinan. Namun, dalam praktiknya, perlindungan hukum tersebut belum sepenuhnya berjalan optimal. Berbagai kendala seperti kompleksitas birokrasi, inkonsistensi kebijakan, serta lemahnya penegakan hukum masih menjadi faktor penghambat yang berpotensi menurunkan kepercayaan investor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi hukum, harmonisasi regulasi, serta peningkatan kualitas lembaga pengawasan agar perlindungan hukum investor dapat terwujud secara efektif dan memberikan kepastian hukum yang berkelanjutan di Indonesia.
Hak Asuh Anak Dalam Perkawinan Beda Agama Di Indonesia: Child Custody Rights in Interfaith Marriages in Indonesia Maria Alberta Liza Quintarti; Diana Pujiningsih; Kalijunjung Hasibuan; Taupiq; Mubarik
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10047

Abstract

Perkawinan beda agama merupakan fenomena sosial yang terus berkembang di Indonesia dan menimbulkan berbagai implikasi hukum, khususnya terkait penentuan hak asuh anak setelah terjadinya perceraian. Perbedaan agama antara kedua orang tua sering kali memicu konflik normatif dan praktik hukum, mengingat sistem hukum perkawinan di Indonesia masih mensyaratkan kesesuaian agama sebagai dasar sahnya perkawinan. Kondisi ini berdampak pada ketidakpastian hukum dalam menentukan hak dan kewajiban orang tua terhadap anak, terutama dalam aspek pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan identitas keagamaan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hak asuh anak dalam konteks perkawinan beda agama dengan menelaah aspek hukum normatif, putusan pengadilan, serta faktor sosial yang memengaruhi pertimbangan hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan dukungan data empiris melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Perlindungan Anak telah memberikan landasan hukum umum, belum terdapat pengaturan khusus yang secara eksplisit mengatur hak asuh anak dalam perkawinan beda agama. Dalam praktik peradilan, hakim cenderung mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (best interest of the child) dengan mempertimbangkan aspek psikologis, kesejahteraan, dan lingkungan sosial anak, tanpa semata-mata mendasarkan putusan pada perbedaan agama orang tua. Namun demikian, faktor konflik agama dan tekanan sosial masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan hak asuh secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan pendekatan multidisipliner guna menjamin perlindungan hak anak secara optimal dalam konteks perkawinan beda agama.