Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Karir Siswa SMK yang Mengalami Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid 19 Dwi Iramadhani; Widi Astuti; Zurratul Muna; Mutia Utari; Jihan Asfani Lubis
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i1.35309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi perencanaan karir siswa SMK yang mengalami pembelajaran daring di Masa Pandemi covid 19 ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan analisis univariate (satu variable) yakni perencanaan karir. Metode pengumpulan data menggunakan skala perencanaan karir yang dimodifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Hidayat (2014). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam pengumpulan subjek. Subjek dalam penelitian ini memiliki kriteria 1) siswa yang menghadapi sistem pembelajaran daring 2) siswa SMK. Adapun hasil penelitian ini adalah Siswa SMK yang mengalami proses pembelajaran daring selama pandemi covid 19 lebih banyak memiliki perencanaan karir yang rendah. Siswa berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki jumlah dan presentase perencanaan karir siswa dengan kategori rendah yang lebih besar. Selain itu siswa berjenis kelamin perempuan memiliki presentase perencanaan karir yang lebih besar daripada siswa dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan juga lebih memiliki persentase perencanaan karir yang lebih tinggi. Pada setiap jurusan siswa yang tergolong pada kategori perencanaan karir rendah lebih banyak daripada tinggi. Siswa paling banyak memiliki kategori rendah pada mengeksplorasi peluang dan mengevaluasi hasil. Selain itu siswa pada kategori tinggi banyak pada aspek menyusun rencana, penilaian diri dan melakukan tindakan.
Religiosity and Anxiety: Evidence From Community Adults During the Crisis Situations Rini Julistia; Zuhairatul Khairah; Cut Meurah Diza Zuchra; Tri Widia Ningsih; Tsuwaibah Aslamiyah; Mutia Utari; Ade Ira Ramadhan; Amalia; Yola Safira; Sri Ratna Sari; Mandari Putri; Riska Amanti Manik; Elviza Wardani; Jauharatul Qulub; Dara Salsabila; Nursan Junita
Jurnal Psikologi Terapan Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpt.v8i2.26265

Abstract

The COVID-19 pandemic has created a global crisis that affects not only physical health but also psychological well-being, particularly increasing anxiety levels in the community. Various protective factors have been proposed to buffer psychological distress, including religiosity. This study aimed to examine the relationship between religiosity and anxiety among community members during the COVID-19 pandemic. A quantitative correlational design was employed with participants drawn from early adulthood (18–40 years). Religiosity was measured using a multidimensional religiosity scale covering religious belief, religious practice, religious experience, and religious knowledge, while anxiety was assessed using a standardized anxiety scale. Data were analyzed using Pearson correlation analysis and ANOVA-based significance testing. The results showed a significant negative correlation between religiosity and anxiety (r = −.511, p < .01), indicating that higher religiosity is associated with lower anxiety. All four dimensions of religiosity were also negatively correlated with anxiety: belief (r = −.174), practice (r = −.459), experience (r = −.528), and knowledge (r = −.285), all at p < .01. These findings suggest that religiosity functions as an important psychological protective factor in crisis situations. The study contributes to culturally contextual evidence regarding the role of religiosity in reducing anxiety during large-scale public health emergencies