This Author published in this journals
All Journal Healthy Journal
Kunkun Mhamad Yusfar Syaifuro
Fakultas ilmu Kesehatan, Universitas Bale Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Kunkun Mhamad Yusfar Syaifuro; Oki Prirahayu
Healthy Journal Vol. 10 No. 2 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i2.1083

Abstract

Hambatan, tantangan, dan kendala harus dihadapi oleh mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi salah satunya dengan mengerjakan tugas akhir. Pengelolaan waktu merupakan salah satu permasalahan yang dialami mahasiswa selama masa studi. salah satu faktor psikologis yang dialami mahasiswa adalah stress. Kesulitan itu membuat mahasiswa sering putus asa dan menyebabkan mahasiswa tidak dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Hal ini membuat mahasiswa menjadi ansietas, stres bahkan depresi yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan pada dirinya sendiri seperti gangguan tidur seperti insomnia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Bale Bandung. Desain penelitian ini adalah Analitik korelasional dengan metode cross sectional. Populasi semua mahasiswa tingkat akhir di Universitas. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat akhir sebanyak 32 orang. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan uji statistik menggunakan uji koefisien Rank Spearman. Hasil penelitian hampir dari setengahnya responden (50,10%) dengan tingkat stress sedang. Hampir setengahnya responden (54,86%) mengalami kualitas tidur buruk. Uji Rank Spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat stress dengan kualitas tidur pada mahasiswa/I tingkat akhir di Universitas. Peneliti menyarankan kepada institusi agar melakukan upaya pencegahan stres dalam penyusunan skripsi. Institusi menganjurkan orang tua mahasiswa lebih memberikan dukungan dan motivasi serta memfasilitasi sarana dan prasarana pada mahasiswa penyusun tugas skripsi.
Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Pada Pembelajaran Daring Dimasa Pandemi Covid-19 Kunkun Mhamad Yusfar Syaifuro; Ilham Zulkifli
Healthy Journal Vol. 11 No. 1 (2022): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v11i1.1088

Abstract

Pandemi Covid-19 salah satunya memberikan dampak terhadap sistem pembelajaran di Indonesia. Dimana pembelajaran daring menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh institusi pendidikan. Kondisi ini dapat berpengaruh pada motivasi belajar siswa sekolah dasar yang salah satunya diperlukan peran orang tua dengan memberikan dukungan baik secara emosional, penghargaan, instrumental, dan informasi. Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa sekolah dasar pada pembelajaran dari dimasa pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampelnya adalah 36 siswa dan orang tua siswa sekolah dasar kelas 5-6 di Desa Sarimahi Kecamatan Ciparay yang diambil dengan teknik Insidental Sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan uji statistic dengan Rank Spearman Correlation pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian didapatkan dukungan orang tua yang tinggi (72,2%), dan motivasi belajar siswa sekolah dasar yang cukup baik (63,9%), sedangkan hasil Uji Rank Spearman didapatkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa sekolah dasar pada pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 (p value 0.044). Dengan demikian perlu adanya upaya untuk terus meningkatkan dukungan orang tua dalam pembelajaran daring anaknya karena semakin tinggi dukungan orang tua akan meningkatkan motivasi belajar anaknya yang mengikuti proses pembelajaran daring di masa pendemi covid-19.
Hubungan Pengrtahuan COVID-19 Dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat di Desa Manggung Harja Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Kunkun Mhamad Yusfar Syaifuro; Novita Kania
Healthy Journal Vol. 11 No. 2 (2022): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v11i2.1097

Abstract

Saat ini kasus COVID-19 mengalami peningkatan setiap harinya, berbagai usaha untuk mencegah penyebaran lebih lanjut telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya dengan memberikan edukasi, edukasi sebagai langkah awal untuk membentuk perilaku yang dapat mengurangi penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan COVID-19 dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Desa Manggung Harja Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik kuota dan purposive sampel. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan chi-square untuk menilai adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 dari 30 responden hampir seluruhnya memiliki pengetahuan yang Baik yaitu sebanyak 24 orang (80%) dan sebagian besar berperilaku sangat baik dengan jumlah 21 responden (87,5%) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan COVID-19 dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Desa Manggung Harja Kecamatan Ciparay dengan nilai p-value 0,0001. Penerapan perilaku pencegahan COVID-19 mampu membantu dalam pengendalian wabah COVID-19, dengan itu diharapkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan pengetahuannya mengenai COVID-19 serta memiliki kesadaran yang tinggi terhadap perilaku pencegahan COVID-19.