Dwi Rahmawati
Program Studi Sarjana kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2022 Isri Wahyuni Rahmahani; Dwi Rahmawati; Melviani Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.226

Abstract

Pendahuluan: kejadian amenia muncul saat seorang ibu hami kurang memperhatikan konsumsi zat besinya agar dapat menjaga agar mereka memiliki energi saat melahirkan akan datang. Salah satu yang terpenting adalah menkonsumsi tabel Fe. Saat ibu hamil kurang mengkonsumsi tabel tambah tenaga tersebut bisa jadi mereka akan kurang tenaga saat akan melahirkan akan datang. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2022. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode crossectional,.Populasi sebanyak 132 orang. Seluruh ibu hamil. Teknik pengambilan sampel Simple random sampling sebanyak 73 Orang. Teknik pengumulan kuesioner dan Quik-Check Hb. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji statistic chi-square. Hasil: Hasil kepatuhan konsumsi tablet Fe, ibu hamil kebanyakan tidak patuh dalam mengkonsumsi tabel Fe sebanyak 51 orang (69,9%). Hasil tingkat kejadian anemia termasuk sedang dengan ukuran Hb sedang 7 -9,9 gr/dl sebanyak 54 orang (69,9%). Ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Hasil Uji Chi-Square (p. value< 0,05) dengan hasil nilai signifikan (p) 0,000. Kesimpulan: ada hubungan antara kepatuhan dengan kejadian anemia karena saat mereka kurang patuh dalam mengkonsumsi tabel Fe tersebut akan berakibat kurangnya tenaga saat akan melahirkan.
Efektifitas Perbandingan Rebusan Daun Katuk dan Sayur Daun Katuk Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sambung Makmur Kabupaten Banjar Dhevy Aulia Agusdiyanti; Dwi Rahmawati; Lisda Handayani; Fadhiyah Noor Anisa
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 4 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i4.640

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI pada bayi berusia kurang dari 6 bulan kalimantan selatan 60,27% persentase tersebut menjadi provinsi 4 terendah, cakupan ASI eksklusif Puskesmas Sambung Makmur sebesar 23,5% dari target 55%, salah satu alasan bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif karena kurangnya produksi ASI pada ibu nifas dan salah satu cara meningkatkan produksi ASI yaitu dengan mengkonsumsi daun katuk. Tujuan: Mengetahui efektifitas perbandingan pemberian rebusan daun katuk dan sayur daun katuk sebelum dan sesudah terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Sambung Makmur Kabupaten Banjar. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental dengan rancangan two group pre test post test dengan kelompok intervensi rebusan dan sayur daun katuk. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 orang ibu nifas dengan menggunakan instrumen menggunakan lembar observasi dan di analisis menggunakan.Wilcoxon. Hasil: Produksi ASI sebelum diberikan intervensi baik itu rebusan dan sayur daun katuk di rata-rata cukup dan setelah di lakukan intervensi meningkat menjadi lancar pada hari ke 4 (p value = 0,025<0,05). Simpulan: Ada pengaruh pemberian daun katuk baik itu rebusan dan sayur terhadap produksi ASI pada ibu nifas.
Gambaran Deteksi Dini Preeklamsia Pada Ibu Hamil Usia Kehamilan < 20 Minggu Di Upt Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang Juhen Retni Wati; Dwi Rahmawati; Putri Yuliantie
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1012

Abstract

Pendahuluan: Salah satu dari tujuan pemeriksaan ANC adalah melakukan deteksi dini pada kehamilan dan mengetahui komplikasi yang akan terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit yang diderita. Salah satu komplikasi kehamilan meliputi perdarahan, anemia, preeklamsia, Ketuban pecah dini, diabetes militus, jantung. Metode: Jenis penelitian ini merupakan metode Deskriptif dengan rancangan Observasional menggunakan sample 32 ibu hamil yang sudah dilakukan deteksi dini dan beresiko Preeklamsia. Hasil: Gambaran deteksi dini preeklamsia pada usia kehamilan < 20 minggu berdasarkan buku KIA mempunyai 16 karakteristik, pada kecamatan danau panggang tertinggi dengan karakteristik usia > 35 tahun sejumlah 50%, MAP >90 mmhg 46,88%, Riwayat hipertensi kronik 47.75%, multipara dengan riwayat Preeklamsia sebelumnya 18,75%, riwayat Preeklamsia pada ibu atau saudara perempuan 18,75%, Multipara dengan jarak > 10 tahun 6.25%, obesitas 6.25%, DM 3%. Sedangkan kehamilan dengan bayi tabung, nullipara, kehamilan kembar, penyakit ginjal, autoimun, AP Syndrome, Proteinuria 0%. Simpulan: Deteksi Dini Preeklamsia pada ibu hamil usia kehamilan 20 minggu dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, dimana didapatkan resiko sedang 40% dan risiko tinggi 59,38%.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Nifas di PMB Nurul Hikmah Kecamatan Sungai Tiung Kabupaten Banjarbaru Jannatun Naimah; Desilestia Dwi Salmarini; M. Fajriannor TM; Dwi Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1016

Abstract

Pendahuluan : Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan pemberian ASI Eksklusif 80%. Namun pemberian ASI Eksklusif di Indonesia pada kenyataannya masih rendahhanya 74,5%. Data profil Dinkes Provinsi Kalsel tahun 2021 bayi 0-6 bulan ASI Eksklusif dari 1.132 yang ASI Eksklusif adalah 469 bayi (41,4%).Berdasarkan studi pendahuluan pada 12 Mei 2023 di PMB Nurul Hikmah Banjarbaru, peneliti melakukan tanya jawab kepada 10 ibu nifas, 8 ibu (80%) sudah memberikan susu formula sejak lahir karena ASI sedikit dan merasa tidak cukup, 2 ibu (20%) ASInya cukup. Penyebab belum tercapainya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa factor salah satunya adalah tidak lancar produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan, upaya memenuhi kecukupan ASI ibu nifas salah satunya dengan memberikan KIE dan pijat oksitosin ibu nifas untuk kelancaran produksi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini Menganalisa pengaruh pijatan oksitosin terhadap kecukupanASI pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan peelitian praeksperimental dengan tipeone group pretest-posttest design. Jumlah sampel 12 responden.Variabel penelitiannya pijat oksitosi dan kecukupan ASI ibu nifas.Data dianalisis menggunakan uji mc nemar. Hasil: Ada perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin di peroleh bahwa nilai p = 0,004< 0,05 dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Pada Ibu Nifas. Simpulan: Adanya perubahan pada ibu nifas sebelum dan sesudah dilakukan pijatan oksitosin diketahui bahwa sebelum di lakukan pijat oksitosin sebagia besar dari responden ASI nya kurang sedangkan sesudah dilakukan pijatan oksitosin hamper seluruh responden ASI nyacukup.