Desilestia Dwi Salmarini
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK 1 Istiqamah Istiqamah; Nadiah Nadiah; Desilestia Dwi Salmarini; Fadhiyah Noor Anisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5474

Abstract

Imunisasi dasar lengkap wajib diberikan sebelum anak berusia satu tahun untuk mencapai tingkat imunitas yang optimal. Kabupaten banjar cakupan imunisasi dasar lengkap dicapai 7.830 bayi. Puskesmas sungai tabuk capaian program imunisasi termasuk kategori rendah dengan jumlah 53,9% dari 281 orang. Jumlah data bulan mei dipuskesmas sungai tabuk terdapat 143 balita yang berusia > 1 tahun. Menganalisis hubungan pendidikan ibu dan dukungan keluarga dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar di posyandu wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling yaitu sebanyak 48 orang. Berdasarkan variabel pendidikan yang paling rendah yaitu SD/SMP sebanyak 27 orang (56,25%) Hasil uji chie square 0,000
Pengaruh Pemberian Air Susu Ibu Terhadap Nilai Bilirubin Total pada Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD Balangan Rahmadaniati Hikmah; Desilestia Dwi Salmarini; M. Zulfadhilah Zulfadhilah; Umi Hanik Fetriyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.221

Abstract

Pendahuluan: Ikterus neonatorum termasuk masalah kesehatan yang sering ditemukan pada bayi-bayi baru lahir. Ikterus terjadi karena penumpukan bilirubin total. Komplikasi yang dapat ditimbulkan apabila bayi ikterus tidak segera ditangani dan kadar bilirubinnya semakin tinggi, maka dapat menyebabkan kern ikterus. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ASI terhadap Nilai Bilirubin Total pada Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD Balangan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain case control dengan menggunakan data sekunder. Hasil: Terdapat pengaruh pemberian ASI Eksklusif terhadap Nilai Billirubin Pada Neonatus Di Ruang Perinatologi RSUD Balangan. Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI dengan kejadian hiperbilirubin dengan V value 0,000. Hasil perhitungan OR menunjukkan bayi yang tidak diberikan ASI 12,37 kali lebih berisiko mengalami hiperbilirubin dibandingkan dengan bayi yang diberikan ASI. Kesimpulan: Sebagai salah satu faktor protektif bayi, pemberian edukasi tentang ASI kepada para ibu baru perlu lebih ditingkatkan lagi. Manajemen pemberian ASI eksklusif yang baik akan memberikan dampak kesehatan yang baik untuk bayi dan mencegah terjadinya penyakit, sehingga pemberian PASI juga tidak perlu ditambahkan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Siti Mardiyah; Laurensia Yunita; Noval; Desilestia Dwi Salmarini
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.318

Abstract

Latar Belakang: Bayi di nyatakan BBLR jika mempunyai berat kurang dari 2500 gram ketika lahir, tanpa memperdulikan usia kehamilan 37-42 minggu. Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyumbang terbesar angka kematian bayi (AKB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi terjadinya BBLR di RSUD Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian retrospektif dengan desain penelitian case control,dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan sampel minimal yg di teliti sebanyak 30 orang secara acak yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 sampel kelompok kasus yaitu BBLR dan 15 sampel kelompok kontrol yaitu bayi lahir berat normal. Hasil: Dari 30 ibu bersalin yang umurnya berisiko <20 tahun dan >35 tahun sebanyak 7 orang (23,3%), usia kehamilan yang berisiko <37 minggu sebanyak 8 orang (26,7%),memiliki komplikasi kehamilan yang berisiko sebanyak 12 orang (40%), kehamilan gamelli sebanyak 3 orang (10%). Hasil uji analisis untuk hubungan faktor umur ibu menunjukkan nilai ρ value sebesar 0,006 (< 0,05), usia kehamilan nilai ρ value 0,002 (< 0,05), komplikasi kehamilan nilai ρ value 0,000 (< 0,05),kehamilan gamelli nilai ρ value 0,224 (> 0,05). Kesimpulan: Dari empat variabel penelitian yang dilakukan menunjukkan ada tiga variabel yang berhubungan yaitu umur ibu, usia kehamilan, komplikasi kehamilan dan satu variabel yang tidak berhubungan yaitu kehamilan gamelli dengan kejadian Berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Tahun 2022.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Nifas di PMB Nurul Hikmah Kecamatan Sungai Tiung Kabupaten Banjarbaru Jannatun Naimah; Desilestia Dwi Salmarini; M. Fajriannor TM; Dwi Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1016

Abstract

Pendahuluan : Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan pemberian ASI Eksklusif 80%. Namun pemberian ASI Eksklusif di Indonesia pada kenyataannya masih rendahhanya 74,5%. Data profil Dinkes Provinsi Kalsel tahun 2021 bayi 0-6 bulan ASI Eksklusif dari 1.132 yang ASI Eksklusif adalah 469 bayi (41,4%).Berdasarkan studi pendahuluan pada 12 Mei 2023 di PMB Nurul Hikmah Banjarbaru, peneliti melakukan tanya jawab kepada 10 ibu nifas, 8 ibu (80%) sudah memberikan susu formula sejak lahir karena ASI sedikit dan merasa tidak cukup, 2 ibu (20%) ASInya cukup. Penyebab belum tercapainya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa factor salah satunya adalah tidak lancar produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan, upaya memenuhi kecukupan ASI ibu nifas salah satunya dengan memberikan KIE dan pijat oksitosin ibu nifas untuk kelancaran produksi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini Menganalisa pengaruh pijatan oksitosin terhadap kecukupanASI pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan peelitian praeksperimental dengan tipeone group pretest-posttest design. Jumlah sampel 12 responden.Variabel penelitiannya pijat oksitosi dan kecukupan ASI ibu nifas.Data dianalisis menggunakan uji mc nemar. Hasil: Ada perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin di peroleh bahwa nilai p = 0,004< 0,05 dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Pada Ibu Nifas. Simpulan: Adanya perubahan pada ibu nifas sebelum dan sesudah dilakukan pijatan oksitosin diketahui bahwa sebelum di lakukan pijat oksitosin sebagia besar dari responden ASI nya kurang sedangkan sesudah dilakukan pijatan oksitosin hamper seluruh responden ASI nyacukup.
HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK 1 Istiqamah Istiqamah; Nadiah Nadiah; Desilestia Dwi Salmarini; Fadhiyah Noor Anisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5474

Abstract

Imunisasi dasar lengkap wajib diberikan sebelum anak berusia satu tahun untuk mencapai tingkat imunitas yang optimal. Kabupaten banjar cakupan imunisasi dasar lengkap dicapai 7.830 bayi. Puskesmas sungai tabuk capaian program imunisasi termasuk kategori rendah dengan jumlah 53,9% dari 281 orang. Jumlah data bulan mei dipuskesmas sungai tabuk terdapat 143 balita yang berusia > 1 tahun. Menganalisis hubungan pendidikan ibu dan dukungan keluarga dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar di posyandu wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling yaitu sebanyak 48 orang. Berdasarkan variabel pendidikan yang paling rendah yaitu SD/SMP sebanyak 27 orang (56,25%) Hasil uji chie square 0,000
PENGARUH PIJAT BAYI MENGGUNAKAN CAJUPUT OIL TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA BAYI USIA 2-11 BULAN PASCA IMUNISASI DPT HB HIB DI UPT PUSKESMAS LANJAS Meilina Herawati; Susanti Suhartati; Fitri Yuliana; Desilestia Dwi Salmarini
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5478

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah untuk menghindari risiko bayi terserang penyakit infeksi. Tujuan dari diberikannya imunisasi adalah meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi secara aktif agar tidak terjadi penyakit. Imunisasi juga dapat menimbulkan reaksi lokal ditempat penyuntikan atau gejala tertentu yang biasa disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Kasus demam diderita oleh anak-anak sebesar 91% berusia 3-19 tahun. Pada literatur WHO juga dijelaskan bahwa KIPI pasca imunisasi dapat menimbulkan reaksi sistemik dan lokal. Reaksi yang timbul berupa kemerahan ditempat penyuntikan, pembengkakkan, nyeri, serta yang paling banyak kejadian adalah demam yang timbul setelah imunisasi. Salah satu terapi non farmakologis untuk penurunan suhu bayi adalah pijatan menggunakan cajaput oil yang mampu memberikan relaksasi pada bayi melalui sentuhan. Untuk Mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Mengunakan Cajuput Oil terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Bayi Usia 2-11 Bulan Pasca Imunisasi DPT HB HIB di UPT Puskesmas Lanjas. Penelitian metode pre eksperimen dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi bayi berusia 2-11 bulan sebanyak 15 bayi, menggunakan total sampling. Pengkajian data menggunakan lembar observasi untuk mengukur suhu pada bayi sebelum dan sesudah pemijatan dengan cajaput oil. Dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan sample paire T test. Rata-rata suhu sebelum dilakukan pemijatan adalah 37,6oC, Suhu setelah dilakukan pemijatan menggunakan cajaput oil yaitu 36,9oC. Dilakukan uji Paired T test diketahui terdapat pengaruh pijat bayi menggunakan cajaput oil terhadap penurunan suhu tubuh bayi dengan nilai p-value 0.019 Terdapat pengaruh pijat bayi menggunakan cajuput oil terhadap penurunan suhu tubuh pada bayi Usia 2-11 bulan pasca imunisasi DPT HB HIB