Noor Anggraito
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Anugerah dalam Konteks Rahasia Panggilan Orang Bukan Yahudi: Analisis Struktur Logis Efesus 3:1-13 Noor Anggraito; Joel Amadeus Brilian
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53827/lz.v6i1.116

Abstract

This article is uniquely focused on examining the Concept of Grace in the context of Gentile calling by paying attention to the logical structure in Ephesians 3:1-13. By looking at this parallel, it will be implicitly drawn that it is the grace from God alone that saves us and calls us to be involved in good works. The type of research in this article is qualitative with a literature study method. The data source that will be studied is the LAI version of Ephesians 3:1-13. The steps for implementing this method go through several processes. The first is data collection, conducting a literature review, then collecting it for research and finally drawing conclusions. Taking into account the basic principles of God's program regarding the calling of the church must be understood as God's secret hidden for centuries. Finally the calling of believers to serve evangelistic missions is a must that absolutely must be obeyed. God's call to give this gift is not based on human kindness but solely on God's infinite love. For this reason, the mission of believers is to imitate the Apostle Paul to give God's grace actively, by only relying on the power of the Holy Spirit.Artikel ini secara unik fokus mengkaji Konsep Anugerah dalam konteks panggilan orang bukan Yahudi dengan memperhatikan struktur Logis dalam Efesus 3:1-13. Dengan melihat kesejajaran inilah yang nantinya akan di tarik implikasi bahwa, Anugerah dari Allah sajalah yang menyelamatkan kita serta memanggil kita untuk terlibat dalam pekerjaan baik. Jenis penelitian artikel ini adalah kualitatif dengan metode studi literatur. sumber data yang akan dikaji adalah surat Efesus 3:1-13 versi LAI. Dalam Langkah-langkah pelaksanaan metode ini melewati beberapa proses. Yang pertama, pengumpulan data, melakukan literatur review, lalu kemudian menuangkan pokok bahasan untuk diteliti dan pada akhirnya menghasilkan kesimpulan. Dengan memperhatikan prinsip dasar Program Allah mengenai panggilan gereja harus dipahami sebagai rahasia Allah yang selama berabad-abad tersembunyi. Maka tugas panggilan orang percaya untuk pelayanan misi penginjilan ini adalah suatu keharusan yang mutlak harus dipatuhi. Panggilan Allah akan kasih karunia ini tidak didasarkan oleh kebaikan manusia namun semata-mata kasih Allah yang tak terbatas. Untuk itu misi orang percaya meneladani Rasul Paulus untuk memberitakan kasih karunia Allah tersebut dengan giat, dengan hanya megandalkan kuasa Roh Kudus.
Pemuridan Paulus dan Timotius Menurut 1 Timotius 1:1-2: Role Model Gereja Tuhan Masa Kini Gara, Rony; Baskoro, Paulus Kunto; Anggraito, Noor
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 5, No 2 (2025): Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia - Agustus 2025
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v5i2.136

Abstract

In this digital era, it provided its own challenges for the church in carrying out the great commission of the lord jesus christ to go and make disciples of all nations. Social media seemsed to be opening up opportunities for the church to spread the gospel more freely to remote areas, even with new ways of worship, even though it's online. However, on the other hand, existing programs have resulted in the onsite disconnection of the congregation. This is what caused direct relationships or communication with one another to be of less value. By using a descriptive qualitative approach and literature study method, this study aimsed to answer several questions about how to apply the discipleship model through relationships in this increasingly modern era. This meansed that paul and timothy's model of discipleship as relationship-based discipleship should be applicable and even multiplied in today's church.AbstrakDi era digital seperti sekarang ini memberikan tantangan tersendiri bagi gereja dalam menjalankan amanat agung tuhan yesus kristus untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid kristus. Sosial media sepertinya membuka peluang bagi gereja untuk memberikan injil dengan lebih leluasa sampai di daerah-daerah terpelosok bahkan dengan cara-cara baru dalam peribadan meskipun secara online. Namun di sisi lain, program-program yang ada malah mengakibatkan semakin tidak terhubungnya jemaat secara kedekatan (onsite). Inilah yang mengakibatkan hubungan atau komunikasi secara langsung satu dengan yang lain menjadi kurang nilainya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta metode studi literatur, maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang bagaimana mengaplikasikan model pemuridan melalui hubungan di tengah-tengah zaman yang semakin modern ini. Ini berarti model pemuridan paulus dan timotius sebagai pemuridan yang berdasarkan hubungan harusnya dapat diterapkan bahkan dimultiplikasikan di dalam gereja masa kini.