Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSPOLITAN: KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TRANSMIGRASI MASA DEPAN Taufan Daniarta Sukarno; Nurul Aldha Mauliddina Siregar; Farida Yustina
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i1.8157

Abstract

Transmigrasi sebagai salah satu program pembangunan yang menjadi program unggulan Indonesia dalam beberapa puluh tahun ke belakang telah mencapai beberapa keberhasilan. Namun dewasa ini Transmigrasi tidak lagi menjadi fokus pembangunan karena masalah efisiensi dan beban permasalahan di masa lalu. Transpolitan menjadi suatu konsep yang diusung oleh Pemerintah dalam mem-branding program Transmigrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep Transpolitan sebagai bentuk Transmigrasi model baru dan membandingkannya dengan model transmigrasi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dari beragam sumber referensi baik berupa jurnal penelitian, buku, ataupun kebijakan serta dasar hukum atas pelaksanaan kegiatan transmigrasi sampai dengan saat ini. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Transpolitan merupakan pengembangan konsep pembangunan pemukiman transmigrasi dengan skala kawasan perkotaan, yang pembangunannya berorientasi kepada kebutuhan dan potensi di daerah tujuan, inklusif dengan pelibatan semua pihak yang berkepentingan secara Pentahelix melalui koordinasi dan integrasi, serta adanya fokus untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat trans dalam bidang Teknologi Informasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan dalam konsep Transpolitan dari Transmigrasi sebelumnya ada pada (1) Tata ruang kawasan yang terpadu, luas dan terintegrasi, (2) Pengelolaan kawasan dengan model Pentahelix, (3) SDM yang terlatih dan mampu mengaplikasikan teknologi, dan (4) Mata pencaharian yang heterogen.
French Interregnum in the Dutch East Indies (1800–1811): Towards a Historiographical Recognition Taufan Daniarta Sukarno
Journal of Indonesian History Vol. 14 No. 1 (2026): Journal of Indonesian History
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v14i1.41250

Abstract

Periode antara tahun 1800–1811 dalam sejarah Indonesia sering diperlakukan sebagai masa peralihan semata, terjepit di antara runtuhnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan pendudukan Inggris di Jawa. Akibatnya, fase ini kerap direduksi menjadi latar singkat bagi kebijakan tokoh tertentu atau sekadar pengantar menuju pemerintahan kolonial berikutnya. Artikel ini mengajukan argumen bahwa periode tersebut perlu dipahami sebagai French Interregnum, yakni suatu masa jeda kekuasaan kolonial yang dibentuk secara signifikan oleh dinamika politik dan ideologis Prancis pasca-Revolusi, meskipun tanpa kolonisasi langsung oleh Prancis di Hindia Belanda. Artikel ini menggunakan pendekatan historiografis dan analisis literatur sejarah kolonial, dengan membahas masa jeda penguasaan Perancis atas Indonesia serta perbedaannya dengan rezim VOC dan administrasi Inggris. Artikel ini juga menekankan pentingnya periode tersebut dalam pembentukan negara kolonial modern di Hindia Belanda, khususnya dalam hal sentralisasi kekuasaan, militerisasi, dan rasionalisasi administrasi. Dengan menempatkan French Interregnum sebagai periode historis yang memiliki logika dan dinamika tersendiri, artikel ini bertujuan mendorong pengakuan historiografis yang lebih proporsional dalam penulisan sejarah Indonesia.