Journal of Indonesian History
Vol. 14 No. 1 (2026): Journal of Indonesian History

French Interregnum in the Dutch East Indies (1800–1811): Towards a Historiographical Recognition

Taufan Daniarta Sukarno (National Research and Innovation Agency)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2026

Abstract

Periode antara tahun 1800–1811 dalam sejarah Indonesia sering diperlakukan sebagai masa peralihan semata, terjepit di antara runtuhnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan pendudukan Inggris di Jawa. Akibatnya, fase ini kerap direduksi menjadi latar singkat bagi kebijakan tokoh tertentu atau sekadar pengantar menuju pemerintahan kolonial berikutnya. Artikel ini mengajukan argumen bahwa periode tersebut perlu dipahami sebagai French Interregnum, yakni suatu masa jeda kekuasaan kolonial yang dibentuk secara signifikan oleh dinamika politik dan ideologis Prancis pasca-Revolusi, meskipun tanpa kolonisasi langsung oleh Prancis di Hindia Belanda. Artikel ini menggunakan pendekatan historiografis dan analisis literatur sejarah kolonial, dengan membahas masa jeda penguasaan Perancis atas Indonesia serta perbedaannya dengan rezim VOC dan administrasi Inggris. Artikel ini juga menekankan pentingnya periode tersebut dalam pembentukan negara kolonial modern di Hindia Belanda, khususnya dalam hal sentralisasi kekuasaan, militerisasi, dan rasionalisasi administrasi. Dengan menempatkan French Interregnum sebagai periode historis yang memiliki logika dan dinamika tersendiri, artikel ini bertujuan mendorong pengakuan historiografis yang lebih proporsional dalam penulisan sejarah Indonesia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jih

Publisher

Subject

Other

Description

The Journal of Indonesia History publishes the following writings (1) Historiography; and (2) conceptual articles on approaches to the study of history and history of ...