Kajian kodikologi terhadap mushaf Al-Qur'an Nusantara tidak hanya berfungsi untuk mendeskripsikan karakter fisik manuskrip, tetapi juga merekonstruksi dinamika produksi dan transmisi teks pada masa lampau. Salah satu manuskrip yang menarik untuk dikaji adalah Mushaf Al-Qur'an MPGUS/-1634 koleksi Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang yang secara tradisi lisan dikaitkan dengan K.H. Abdul Majid, meskipun identitas penyalinnya belum dapat diverifikasi melalui kolofon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter kodikologis Mushaf MPGUS/-1634 serta mengidentifikasi indikasi keterlibatan lebih dari satu tangan penyalin (multiple scribal hands). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kodikologi dan paleografi. Data primer diperoleh melalui observasi langsung terhadap manuskrip, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mushaf ini ditulis pada kertas Eropa dengan watermark Pro Patria dan Strasburg Lily, menggunakan tiga warna tinta, terdiri atas 329 folio, memiliki terjemahan antarbaris berbahasa Jawa, serta memuat beberapa kesalahan penyalinan berupa dittography dan haplography. Analisis paleografis menunjukkan adanya diskontinuitas yang cukup signifikan pada sekitar QS. Āli 'Imrān ayat 111, ditandai oleh perubahan bentuk huruf, konsistensi ligatur lam-alif, ukuran margin dan bidang teks, serta peningkatan kualitas tata tulis. Temuan ini mengindikasikan bahwa Mushaf MPGUS/-1634 kemungkinan mengalami lebih dari satu fase penyalinan atau melibatkan lebih dari satu tangan penyalin. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kodikologi dalam mengungkap kompleksitas proses produksi mushaf Al-Qur'an di Nusantara