Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna Syifa’ dalam Perspektif Al-Qur’an Surah al-Isra Ayat 82 Ahmad Syawal; Abdul Muiz Amir; Ira Trisnawati; Mansur; La Ode Man Sabdar Kanande
Gunung Djati Conference Series Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.009 KB)

Abstract

This study aims to discuss the meaning of syifa 'in Q.S al-Isra verse 82 specifically. This study uses a qualitative approach with a descriptive method of literature study. The formal object of this research is the analysis of interpretations and perspectives of the scholars, while the material object is the concept of the meaning of syifa' in Q.S al-Isra verse 82. The results of this research and discussion reveal the meaning of syifa' which is stored in the text of the verse by digging or collecting literature. interpretations put forward by the scholars. This study concludes that the Qur'an mentions itself as a healer or medicine.
Konstruksi Makna Perempuan dalam Hadis-Hadis Ṣaḥīḥ al-Bukhārī: Analisis Semantik, Sintaksis, dan Pragmatik Mir’atul Hasanah; Ni’matuz Zuhrah; Ira Trisnawati
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1052

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi makna perempuan dalam hadis-hadis terpilih di Ṣaḥīḥ al-Bukhārī melalui pendekatan semantik, sintaksis, dan pragmatik. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana pilihan leksikal, struktur sintaksis, presuposisi, dan implikatur berinteraksi membentuk pemaknaan yang sering dipersepsi problematis secara publik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, data berupa empat hadis tentang kesialan (al-syu'm), gangguan salat (qaṭa'a), kepemimpinan perempuan (lan yufliḥa), dan perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka (akṣar) dianalisis melalui identifikasi unsur kebahasaan, telaah makna leksikal, analisis sintaksis, analisis pragmatik, dan sintesis lintas data. Temuan menunjukkan bahwa makna problematis terhadap perempuan tidak terbentuk semata oleh makna leksikal, melainkan oleh interaksi antara diksi, struktur tuturan, dan inferensi pragmatik pembaca. Pada tataran semantik, leksem al-syu'm, qaṭa'a, lan yufliḥa, dan akṣar memiliki muatan evaluatif kuat. Pada tataran sintaksis, pola koordinatif (tarkīb 'aṭfī) dan predikatif menempatkan perempuan dalam relasi kategoris yang berpotensi memunculkan kesan negatif. Pada tataran pragmatik, presuposisi dan implikatur memperluas makna literal menjadi generalisasi sosial ketika konteks historis-situasional diabaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa hadis-hadis tentang perempuan perlu dibaca secara kontekstual dan melalui analisis linguistik terintegrasi agar tidak direduksi menjadi stereotip sosial yang ahistoris.