Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Gastritis pada Remaja di SMA N 1 Paguyangan Krisis Monika; Tophan Heri Wibowo; Danang Tri Yudono
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.528 KB)

Abstract

Pembangunan kesehatan pada saat ini dihadapkan pada dua masalah yaitu masalah penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup modernisasi dan globalisasi salah satu nya penyakit gastritis Gastritis atau maag adalah proses peradangan pada lambung yang terjadi karena pola makan yang tidak sehat, seperti makan yang tidak teratur, terlalu banyak minum berkafein dan makan–makanan pedas. Tujuan penelitian ini untukmengetahuihubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja di SMA N 1 Paguyangan. Penelitian ini adalah deskriptif denganpendekatan Cross sectional. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan hasil responden sebanyak 34 responden. Penelitian ini menggunkan kuesioner google form. Hasil data didapatkan bahwa sebagian besar karakteristikperempuan sebanyak 27 responden (79%), usia 17 tahun sebanyak 18 responden (53%, pola makan yang kurang sebanyak 19 responden (55.9%). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pemeriksaan LEMON (Look Externally, Evaluate, Mallampati, Obstruction Or Obesity, Neck Mobility) Pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Kensa Dwimelita Putriwardian; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.161

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan LEMON (Look Externally, Evaluate, Mallampati, Obstruction Or Obesity, Neck Mobility) merupakan metode evaluasi pre-anestesi yang bertujuan untuk memprediksi kesulitan intubasi pada pasien yang akan menjalani anestesi umum. Pengetahuan tentang pemeriksaan ini penting bagi mahasiswa Keperawatan Anestesiologi agar dapat melakukan penilaian jalan napas secara tepat dan mengurangi risiko komplikasi anestesi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa mengenai pemeriksaan LEMON. Metodologi: Populasi sebanyak 241 mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa dengan metode cluster sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 150 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner multiple choice kemudian dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebesar 72 responden (48,0%), kategori cukup pada 42 responden (28,0%), dan kategori kurang pada 36 responden (24,0%). Pada kategori usia sebagian besar mahasiswa berusia 20-22 tahun sebanyak 137 responden (91,3%) dan berdasarkan jenis kelamin sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 103 responden (68,7%) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 47 responden (31,3%).
Kejadian Postoperative Nausea and Vomiting pada Pasien Paca Operasi dengan Anestesi Spinal dan General Zeda Ardeana Estiningsih; Danang Tri Yudono; Dwi Novitasari; Awal Tunis Yantoro
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24202

Abstract

ABSTRACT Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) is a common postoperative complication that can decrease patient comfort, hinder recovery, and prolong hospitalization. The incidence of PONV is influenced by various factors, one of which is the type of anesthesia used. Spinal and general anesthesia differ in their mechanisms of action and physiological effects on the central nervous and gastrointestinal systems, which may contribute to the occurrence of nausea and vomiting after surgery. This study aimed to describe the incidence of PONV based on the type of anesthesia among postoperative patients at RSUD Kajen.  This research employed a quantitative design with a descriptive observational approach. The population consisted of all patients who underwent surgical procedures using either spinal or general anesthesia. The sample size of this study consisted of 79 respondents, determined using the Slovin formula, and the respondents were subsequently selected through purposive sampling based on the predetermined inclusion and exclusion criteria.  Data were collected through direct observation and medical record review, including anesthesia type, patient characteristics (age, gender, and type of surgery), as well as the incidence and severity of PONV. Data were analyzed using univariate analysis to describe the frequency distribution of each research variable.  Most respondents received spinal anesthesia (60.8%) and were female (65.8%). The majority of patients did not experience PONV (74.7%), while severe PONV was more commonly observed in patients who received general anesthesia (6.5%) compared to those who received spinal anesthesia. These findings indicate that the type of anesthesia may influence the incidence of PONV in postoperative patients. PONV was more frequently found in patients receiving general anesthesia than in those receiving spinal anesthesia. Appropriate selection of anesthesia type and administration of prophylactic antiemetic therapy can help reduce the incidence of PONV and improve postoperative patient comfort. Keywords: General Anesthesia, PONV, Postoperative, Spinal Anesthesia.  ABSTRAK Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan komplikasi pasca pembedahan yang sering terjadi yang dapat menurunkan kenyamanan pasien, menghambat pemulihan, serta memperpanjang rawat inap. Insidensi PONV dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya jenis anestesi yang digunakan. Anestesi spinal dan anestesi general memiliki mekanisme kerja serta efek fisiologis yang berbeda terhadap system saraf pusat dan system gastrointestinal yang dapat memengaruhi terjadinya mual muntah pasca operasi. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran kejadian PONV berdasarkan jenis anestesi pada pasien post operasi di RSUD Kajen. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani tindakan pembedahan dengan anestesi spinal maupun general. Jumlah sampel penelitian ditetapkan sebanyak 79 responden berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Slovin, selanjutnya responden dipilih dengan Teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan telaah rekam medis, mencakup jenis anestesi, karakteristik pasien (jenis kelamin, riwayat merokok, usia, durasi pembedahan, jenis pembedahan, lama puasa), serta kejadian dan derajat PONV. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variable penelitian. Sebagian besar responden menggunakan anestesi spinal (60,8%) dan berjenis kelamin perempuan (65,%). Mayoritas pasien tidak mengalami PONV (74,7%), sedangkan PONV berat lebih sering ditemukan pada pasien yang mendapatkan anestesi general (6,5%) dibandingkan anestesi spinal. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis anestesi berpotensi memengaruhi kejadian PONV pada pasien post operasi. Kejadian PONV lebih banyak ditemukan pada pasien dengan anestesi general dibandingkan anestesi spinal. Pemilihan jenis anestesi yang tepat dan pemberian terapi antiemetik profilaksis dapat membantu menurunkan angka kejadian PONV. Kata Kunci: Anestesi General, Anestesi Spinal, PONV, Postoperative.