Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Pada Kasus Hipertensi Tn.S di Kelurahan Toyareja Kecamatan Purbalingga Cindi Dwi Andika Putri; Wasis Eko Kurniawan; Noor Rochmah Ida Ayu Tresno Putri
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.975 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang lebih sering dikenal sebagai peningkatan tekanan darah dimana tekanan darah sistolik dan diastolik lebih dari 140 mmHg/ 90 mmHg. Angka kejadian penyakit hipertensi masih tergolong tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Masalah keperawatan yang sering muncul pada keluarga dengan salah satu anggota keluarga menderita hipertensi adalah Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan karena ketidaktepatan aktivitas keluarga untuk memenuhi tujuan kesehatan, mengurangi faktor risiko, dan kurang perhatian pada penyakit. Asuhan keperawatan keluarga yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dengan ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga pada kasus. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian diperoleh data pengkajian kurangnya persepsi dan pengetahuan keluarga mengenai hipertensi serta penatalaksanaannya dilakukan dengan memberikan informasi terkait penyakit. Masalah keperawatan yang ditetapkan sudah sesuai dengan batasan karakteristik dan etiologi menggunakan 5 tugas kesehatan keluarga. Evaluasi sesuai dengan dengan tujuan asuhaan teratasinya masalah ketidakefektifan manajemen kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan disekitar terutama dukungan dari keuarga selama perawatan. Jadi semakin tinggi dukungan lingkungan yang diberikan dapat membantu klien dalam meningkatkan pola hidup sehatnya
Pendidikan Kesehatan Metode Demonstrasi Tentang Makanan Pendamping Asi Kearifan Lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Noor Yunida Triana; Noor Rochmah Ida Ayu Tresno Putri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.590

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dialami balita di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Masalah stunting disebabkan beberapa faktor antara lain tingkat pengetahuan ibu dalam memberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang tepat. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan pemberian pendidikan kesehatan. Berdasarkan prasurvei, didapatkan data di Desa Pageraji menduduki peringkat 3 angka stunted pada balita, yaitu 19.36%. Berdasarkan wawancara didapatkan ibu balita memberikan makanan kurang sehat ke balita seperti mie instan dan frozen food.  Menilik hal tersebut, dosen Universitas Harapan Bangsa bermaksud melakukan kegiatan pendidikan kesehatan metode demonstrasi tentang MP ASI kearifan lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang MP ASI kearifan lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. Metode PKM dilakukan 3 tahap, pertama sosialisasi pada ibu balita, kedua pelaksanaan pelatihan pembuatan MP ASI, ketiga penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil PKM menunjukkan adanya pengetahuan peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian dalam kategori cukup sejumlah 50.7% (71 peserta) dan tingkat pengetahuan dalam kategori baik sejumlah 17.9% (25 peserta). Tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik sejumlah 54.3% (76 peserta). Pendidikan kesehatan memberikan stimulus dan informasi ke otak, sehingga membuat peserta menjadi tahu dan mendapat ilmu baru. Hal ini membuat tingkat pengetahuan peserta menjadi meningkat. Simpulannya, terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dari awalnya tingkat pengetahuan baik sejumlah 17.9% menjadi 54.3%. Luaran dari PKM ini adalah HKI buku saku dan jurnal pengabdian masyarakat terakreditas nasional.