Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interaksi Morfologi-Sintaksis dalam Konstruksi Kalimat Sederhana Bahasa Inggris Imron Hadi; Elsan Arvian; Beny Alam; Fitra Mandela
Jurnal Bahasa Asing Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.54 KB) | DOI: 10.58220/jba.v15i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami proses interaksi antara Morfologi-Sintaksis dalam konstruksi kalimat sederhana Bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (Content Analysis). Penulis mengumpulkan data tentang kalimat sederhana Bahasa Inggris dalam cerita pendek The Case of the Lonely Lady karya John Milne. Teknik yang dilakukan untuk mendapatkan data adalah sebagai berikut: (1) mencatat data pada ranah morfologi tentang leksikal morfem (full words), Open word class, regular verbs, inflectional suffixes (2) mencari proses fungsi struktur kalimat pada ranah sintaksis, peneliti menganalisis interaksi morfologi-sintaksis pada kalimat sederhana yang ditemukan dalam pembentukan: (1) predikat (VP) (2) Kind of tenses (3) kind of lexical verbs (4) constituent (5) category (6) and function of the sentence structures, (3) membuktikan data yang telah ditemukan dan menjelaskannya berdasarkan ilmu interaksi Morfologi-Sintaksis yang diambil dari teori Katamba (2006). Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terjadi interaksi antara Morfologi-Sintaksis dalam konstruksi kalimat sederhana Bahasa Inggris . Penelitian ini dilakukan agar kita memahami proses interaksi yang terjadi pada ranah Morfologi dan Sintaksis dalam konstruksi kalimat sederhana.
Representasi Ideologi Patriarki dalam Serial Animasi Nussa dan Rarra Novi Dwi Gitawati; Fitra Mandela
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 10 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v10i1.4983

Abstract

Abstrak Sebagai serial animasi yang populer, terdapat banyak penelitian yang menjadikan serial animasi Nussa dan Rarra sebagai objeknya. Penelitian-penelitian tersebut umumnya memaparkan mengenai dampak positif yang ditimbulkan kedua serial animasi tersebut pada penonton anak-anak. Dengan menawarkan perspektif berbeda, yaitu perspektif feminisme, tulisan ini ditujukan sebagai kritik terhadap perepresentasian peran bias gender yang terdapat dalam serial animasi Nussa dan Rarra. Dengan pendekatan semiotika, penelitian ini bertujuan untuk menelisik struktur sosial patriarki yang ditampilkan dalam kedua serial tersebut dengan mendasarkan pada 6 struktur sosial patriarki Walby. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan adanya paparan ideologi patriarki dalam kedua serial tersebut melalui penokohan Umma dan Abba pada struktur hubungan patriarki dengan institusi budaya serta dengan pekerjaan rumah tangga yang mana Umma dan Abba ditampilkan berperan sesuai dengan stereotip patriarkis peran gender mereka. Perepresentasian ideologi patriarki ini diwujudkan melalui penokohan dan ekspektasi tokoh lain terhadap peran Umma dan Abba. Kata kunci: patriarki, penokohan, gender Abstract As the popular animated series, there have been many studies that use Nussa and Rarra animation series as the object. These studies generally describe the positive impact that these two animated series have on children. By offering a different perspective, namely the perspective of feminism, this paper is intended as a critique of the representation of gender bias in the animated series Nussa and Rarra. Using a semiotic approach, this study aims to examine the patriarchal social structure shown in the two series based on Walby's 6 patriarchal social structures. The results of the analysis in this study indicate that patriarchal ideology is inserted in both series through the characterizations of Umma and Abba in the structures of culture and housework in which Umma and Abba are portrayed according to their patriarchal gender role stereotypes. The representation of this patriarchal ideology is manifested through characterizations and other figures' expectations of the roles of Umma and Abba. Keywords: patriarchy, characterization, gender