Fairuz Mutia
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PRINSIP RESILIENCE ARCHITECTURE PADA HUNIAN SEMENTARA PASCABENCANA Jihan Adha Hillal Rois; Fairuz Mutia
Tesa Arsitektur Vol 20, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v20i2.5234

Abstract

AbstractThe number of disasters in the last ten has only increased. However, this condition is not accompanied by a responsive government attitude to take steps to mitigate disasters. Temporary shelters as the government's efforts to deal with disasters in the field of rehabilitation and reconstruction only focus on the speed of development. Resilience architecture does not only focus on aspects of speed and accuracy of construction but also on aspects of sustainability to achieve a balance between economic, social and community regenerative growth through architectural design. This study aims to determine the extent to which the principles of resilience architecture are applied in the design of post-disaster housing, by analyzing the application of the concept of resilience architecture in the aspects of Efficiency and Effectiveness, Economical, Eco-tech and Sustainability, Durability, Flexibility. The research method used is Dynamic Mixed Methods with the Paired Comparison Rating Scale analysis approach by measuring and comparing several samples that meet the number of indicator items made. The results of research on several objects show that temporary housing is limited in responding to the aspects of accuracy, speed, and technology of the construction system, but in terms of environmental sustainability it still has not shown optimal results.Keywords: Construction, Local-Oriented Design, Resilience architecture, Temporary Shelters AbstrakJumlah bencana dalam sepuluh terakhir semakin meningkat. Namun, kondisi tersebut tidak dibarengi dengan sikap pemerintah yang tanggap untuk mengambil langkah penanggulangan dalam kebencanaan. Hunian sementara sebagai upaya pemerintah dalam menanggulangi bencana di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi hanya berfokus pada kecepatan pembangunan. Resilience architecture tidak hanya berfokus pada aspek kecepatan dan ketepatan konstruksi namun juga pada aspek keberlanjutan untuk mewujudkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan regeneratif komunitas melalui desain arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana prinsip resilience architecture diterapkan dalam perancangan hunian pascabencana, dengan menganalisis penerapan konsep resilience architecture pada aspek Efficiency and Effectivity, Ekonomis, Eco-tech and Sustainability, Durability, Flexibility. Metode penelitian yang digunakan adalah Dynamic Mixed Methods dengan pendekatan analisis Paired Comparison Rating Scale dengan cara mengukur dan membandingkan beberapa sampel yang memenuhi jumlah butir indikator yang dibuat. Hasil penelitian pada beberapa objek menunjukkan hunian sementara terbatas merespons pada aspek ketepatan, kecepatan, dan teknologi sistem konstruksinya, namun dalam aspek keberlanjutan lingkungan masih belum menunjukkan hasil yang optimal.Kata kunci: Hunian Sementara, Konstruksi, Local-oriented design, Resilience architecture
Implementasi Konsep Local Wisdom pada Desain Interior Pendidikan Anak Usia Dini Ratna Andriani Nastiti; R. Ayu Firdausi Novira Rachman; Fairuz Mutia
Rachana Interior Vol. 1 No. 01 (2024): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v1i01.10

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini mengajarkan hal-hal dasar yang menjadi bekal anak seperti kemandirian dan adaptasi dengan lingkungan. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan mengemas materi pembelajaran secara fun dan playfull sesuai dengan kebutuhan pendidikan pada usia dini. Sejalan dengan kegiatan pembelajaran yang ada, pengenalan local wisdom pada anak kerap menjadi fokus utama beberapa tahun terakhir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap lingkungan serta memupuk rasa cinta tanah air. Dalam hal tersebut lingkungan kelas yang menunjang pembelajaran memiliki peranan penting terhadap keberlangsungan kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan konsep local wisdom pada desain interior kelas. Studi kasus yang dijadikan topik pada penelitian ini adalah PAUD Teratai, yang terletak di kawasan pesisir Desa Bhinor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengadaptasi metode design thinking. Hasil penelitian ini berupa gagasan kreatif desain interior ruang kelas dengan mengusung konsep local wisdom sebagai konsep utama. Gagasan kreatif tersebut berupa desain elemen dinding dan alternatif desain furnitur untuk mendukung pembelajaran anak usia dini. Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam mendesain ruang kelas yang mengadaptasi local wisdom, khususnya di kawasan pesisir.