AbstrakPendidikan saat ini sangat perlu melatih siswa agar memiliki keterampilan berpikir kritis sehingga memiliki kemampuan bersikap dan berperilaku adaptif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari. Hal ini diperlukan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Inkuiri terbimbing melatih siswa untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dalam model pembelajaran ini siswa dituntut lebih aktif, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan PhET simulation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Banjarharjo pada pokok bahasan pemantulanan cahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan menggunakan metode pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Banjarharjo, dengan sampel kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol dan X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan PhET simulations dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Berpikir Kritis, phET Simulation