Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keefektifan Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar Nurhasan Nurhasan; Yayat Hidayat; Hadiat Hadiat; Ahmad Dini; Rinda Fauzian
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4840

Abstract

Permasalahan yang berkembang dalam pembelajaran Al-Qur’an sekarang pada lembaga formal khususnya tingkat SD (Sekolah Dasar) belum adanya pembelajaran al-Quran yang mudah dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keefektifan dan ketercapaian pelaksanaan dan hasil praktik membaca Al-Qqur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian campuran (mixed method) dengan concurred embedded sebagai teknik analisis datanya. Data yang dilibatkan ialah data-data kuantitatif dan kualitatif yang kemudian disimpulkan berbasis data kualitatif. SD Ibnu Sina Bandung mengalami ketercapaian kefefktifan yang baik, hal ini ditunjukan dengan hasil hasil ketercapaian sebanyak 85,45%. Sementara itu, SD Salman Al-Farisi Bandung mencapai kategori sangat baik, hal ini dikarenakan hasil capaian keefektifan dalam proses pembelajaran Al-Quran menghasilkan capaian 92,72%. Sedangkan dalam ketercapaian hasil pembelajaran, SD Ibnu Sina Bandung mencapai 83,2% berbeda dengan SD Salman Al-Farisi yang mencapai 83,6%. Terlihat dari kedus sekolah tersebut cukup signifikan perbedaannya. Implikasinya, terwujudnya kefektifan pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar yang sifatnya menyenangkan bagi peserta didik.
Keefektifan Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar Nurhasan Nurhasan; Yayat Hidayat; Hadiat Hadiat; Ahmad Dini; Rinda Fauzian
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4840

Abstract

Permasalahan yang berkembang dalam pembelajaran Al-Qur’an sekarang pada lembaga formal khususnya tingkat SD (Sekolah Dasar) belum adanya pembelajaran al-Quran yang mudah dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keefektifan dan ketercapaian pelaksanaan dan hasil praktik membaca Al-Qqur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian campuran (mixed method) dengan concurred embedded sebagai teknik analisis datanya. Data yang dilibatkan ialah data-data kuantitatif dan kualitatif yang kemudian disimpulkan berbasis data kualitatif. SD Ibnu Sina Bandung mengalami ketercapaian kefefktifan yang baik, hal ini ditunjukan dengan hasil hasil ketercapaian sebanyak 85,45%. Sementara itu, SD Salman Al-Farisi Bandung mencapai kategori sangat baik, hal ini dikarenakan hasil capaian keefektifan dalam proses pembelajaran Al-Quran menghasilkan capaian 92,72%. Sedangkan dalam ketercapaian hasil pembelajaran, SD Ibnu Sina Bandung mencapai 83,2% berbeda dengan SD Salman Al-Farisi yang mencapai 83,6%. Terlihat dari kedus sekolah tersebut cukup signifikan perbedaannya. Implikasinya, terwujudnya kefektifan pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar yang sifatnya menyenangkan bagi peserta didik.
Ikhtilaf Ulama Kontemporer: Eksistensi Zakat Profesi Di Era Modern Ika Atikah; Ending Solehuddin; Ahmad Hasan Ridwan; Hadiat Hadiat
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.60

Abstract

Ikhtilaf or differences of opinion among scholars related to professional zakat are important topics in the context of contemporary Islamic law. Professional zakat, known as zakat on income from professional work, emerged along with the development of the modern economy which introduced various new professions. In the modern era, income earned from professions such as doctors, lawyers, and company employees is considered to be subject to zakat as a form of social and religious responsibility. However, contemporary scholars have different opinions regarding the provisions and laws of professional zakat, especially related to nisab (the threshold of wealth that must be zakati), the time of payment, and the type of income that must be subject to zakat. This article examines the various views of contemporary scholars regarding the existence of professional zakat in the modern era, as well as its legal and social implications for Muslims. The purpose of this study is to understand the dynamics of scholarly efforts regarding professional zakat and how these differences can be accommodated in the zakat legal system in the modern