Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESAIN KONSEPTUAL PERENCANAAN TRANSPORTASI LAUT WATERBUS, STUDI KASUS: KEPULAUAN KANGEAN MADURA Rodlitul Awwalin; Sugeng Marsudi; Faulina Khusniawati
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v16i2.5471

Abstract

Kepulauan Kangean merupakan wilayah bagian dari Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Jumlah penduduk di Kepulauan Kangean berjumlah 116.946 jiwa pada tahun 2021, dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 1.397 orang per km2. Aktifitas perekonomian antar pulau, masyarakat secara umum menggunakan transportasi laut berupa Kapal Pelayaran Rakyat (Kapal Pelra), kapal penyeberangan berukuran kecil dan kapal perintis. Pada penelitian ini dilakukan studi konseptual perencanaan fasilitas transportasi laut berupa waterbus yang bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses kegiatan ekonomi masyarakat Kepulauan Kangean. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa studi lapangan untuk mengetahui pola operasi kapal serta menggunakan data kapal pembanding yang beroperasi di Kepulauan Kangean. Berdasarkan hasil studi lapangan diperoleh bahwa mayoritas kapal yang melayani pelayaran di Kepulauan Kangean adalah Kapal Pelayaran Rakyat. Hasil regresi linear diperoleh ukuran utama kapal waterbus adalah L=15 m, B=4 m, H=1,71 m,  T=0,86 m, dan GT=16,71 ton. Selanjutnya diperoleh pola operasi kapal waterbus untuk Kepulauan Kangean yang terdiri dari dua titik, yaitu titik pertama di Pelabuhan Batugulok Kecamatan Arjasa ke pulau sekitarnya, dan titik kedua di Pelabuhan Sapeken Kecamatan Sapeken ke pulau sekitarnya.
Desain Konseptual Perencanaan Transportasi Laut Waterbus, Studi Kasus: Kepulauan Kangean - Madura Rodlitul Awwalin; Sugeng Marsudi; Faulina Khusniawati
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Kangean merupakan wilayah bagian dari Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Jumlah penduduk di Kepulauan Kangean berjumlah 116.946 jiwa pada tahun 2021, dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 1.397 orang per km2. Aktifitas perekonomian antar pulau, masyarakat secara umum menggunakan transportasi laut berupa Kapal Pelayaran Rakyat (Kapal Pelra), kapal penyeberangan berukuran kecil dan kapal perintis. Pada penelitian ini dilakukan studi konseptual perencanaan fasilitas transportasi laut berupa waterbus yang bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses kegiatan ekonomi masyarakat Kepulauan Kangean. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa studi lapangan untuk mengetahui pola operasi kapal serta menggunakan data kapal pembanding yang beroperasi di Kepulauan Kangean. Berdasarkan hasil studi lapangan diperoleh bahwa mayoritas kapal yang melayani pelayaran di Kepulauan Kangean adalah Kapal Pelayaran Rakyat. Hasil regresi linear diperoleh ukuran utama kapal waterbus adalah L=15 m, B=4 m, H=1,71 m, T=0,86 m, dan GT=16,71 ton. Selanjutnya diperoleh pola operasi kapal waterbus untuk Kepulauan Kangean yang terdiri dari dua titik, yaitu titik pertama di Pelabuhan Batugulok Kecamatan Arjasa ke pulau sekitarnya, dan titik kedua di Pelabuhan Sapeken Kecamatan Sapeken ke pulau sekitarnya.
Peningkatan Efisiensi Pemakaian Bahan Bakar Perahu Nelayan melalui Edukasi Eco-Engine Operation di Desa Tajungan, Kamal, Bangkalan: Pengabdian Mursidi; Sugeng Marsudi; Maxima Ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7580

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar perahu nelayan melalui edukasi Eco-Engine Operation di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman nelayan mengenai teknik pengoperasian mesin yang hemat bahan bakar, kurangnya penerapan perawatan preventif mesin, serta belum adanya kebiasaan memantau konsumsi bahan bakar selama operasi penangkapan ikan. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan pengoperasian mesin perahu dengan melibatkan 30 nelayan sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi praktik, serta pengukuran konsumsi bahan bakar sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 menjadi 86,7, atau mengalami peningkatan sebesar 48,5%. Keterampilan dalam menerapkan prosedur Eco-Engine Operation meningkat dari 52% menjadi 88%, sedangkan rata-rata konsumsi bahan bakar per perjalanan melaut menurun dari 18,5 liter menjadi 15,9 liter, atau lebih hemat 2,6 liter (14,1%). Selain itu, 90% peserta mampu menerapkan teknik pengoperasian mesin dan pemeriksaan dasar sistem bahan bakar secara mandiri setelah pendampingan. Program ini terbukti meningkatkan kompetensi nelayan dalam mengoperasikan mesin perahu secara lebih efisien sehingga berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional. Edukasi Eco-Engine Operation dapat dijadikan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan nelayan tradisional.