Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Perikanan di Wilayah Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dwita Nurphadilah; Iis Jubaedah; Ahmad Afwan Yulistianto; Elisa Samsuri
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i3.338

Abstract

Kecamatan Namang adalah daerah bukan pesisir yang terdiri dari delapan desa dengan luas wilayah total 204,04 km2. Pada umumnya, wilayah di Kecamatan Namang sangat berpotensi untuk sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Namun selama ini belum diusahakan secara maksimal karena kalah bersaing dengan sektor pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perikanan, sistem penyuluhan perikanan, sistem produksi perikanan, dan sistem usaha perikanan serta permasalahannya yang ada di Kecamatan Namang. Penelitian dilakukan selama 45 hari mulai dari tanggal 03 November 2021 sampai dengan 17 Desember 2021. Sampel dari penelitian ini adalah 50% desa potensial perikanan yang ada di Kecamatan Namang. Penentuan sampel dilakukan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang ada di Kecamatan Namang yaitu sebanyak 70 RTP. Terdiri dari 57 RTP perikanan tangkap, 10 RTP budidaya perikanan dan 3 RTP pengolah dan pemasar hasil perikanan. Permasalahan pada sektor perikanan yang terjadi meliputi jumlah penyuluh perikanan yang dinilai masih kurang, penggunaan teknologi yang tergolong masih sederhana dan kurangnya pengetahuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam akses peminjaman modal usaha.
THE EFFECT OF LOW-DOSE MOLASSES ADDITION ON WATER QUALITY AND BIOFLOCK FORMATION IN CATFISH (Clarias gariepinus) CULTURE Dwita Nurphadilah; Azam Bachur Zaidy; Otie Dylan Soebhakti Hasan
Media Akuakultur Vol 21, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.21.1.2026.1-8

Abstract

Biofloc technology utilizes heterotrophic bacteria to control waste by adding organic carbon sources. The addition of organic carbon sources is based on the feed-to-carbon ratio. This study aims to evaluate the effect of adding low doses of molasses to a biofloc system on water quality and floc formation in catfish farming. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: no molasses (control), 5%, 10%, and 15% molasses, each with three replicates. The results showed that molasses addition had no significant (P > 0.05) effect on water quality and floc volume. Parameters such as temperature, pH, TSS, TAN, nitrite, and nitrate remained relatively stable across all treatments, while floc volume at 5%, 10%, and 15% molasses was relatively similar. Thus, the use of 5% molasses is recommended as the most efficient dose because it produces water quality and floc formation conditions equivalent to higher doses. The presenceĀ of plankton in the rearing medium and the fish intestines indicates that the flocs have the potential to be utilized as natural feed by catfish.