Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

Pola Penundaan Mencari Bantuan Kesehatan Pada Anggota Masyarakat Dewasa Di Bandung: Sebuah Studi Fenomenologi Simanjorang, Lerinsyah Rivaldy; Simanjuntak, Samuel Maju
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1110

Abstract

Health is a condition where a person is healthy physically, mentally, spiritually and socially so that a person can live productively. Help-seeking behavior is a person's effort or plan to get help from a professional to be assisted to solve the problems that the individual has. However, based on several studies in seeking health assistance, there are factors that hinder seeking health assistance. This study aims to explore the patterns of delay made by adults when they have health problems. The researcher used a descriptive qualitative research design, this study used purposive sampling with 7 informants. In this study, three sub-themes were found, namely perceptions of the range of health and illness, sickness response actions, and competing perceptions of driving and supporting factors. The results obtained are the perception of health is when it is still able to fulfill its functions and responsibilities. If you have health problems, there is a consideration of the disadvantages and benefits of going to health services. Sehat adalah kondisi dimana seseorang sehat baik fisik, mental, spiritual maupun sosial agar seseorang dapat hidup dengan produktif. Perilaku mencari bantuan adalah usaha atau rencana seseorang dalam mendapatkan bantuan dari seorang profesional agar didampingi untuk menyelesaiakan masalah yang dimiliki oleh individu tersebut. Namun berdasarkan beberapa penelitian dalam mencari bantuan kesehatan terdapat faktor yang menghambat dalam mencari bantuan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pola penundaan yang dilakukan oleh orang dewasa ketika memiliki masalah kesehatan. Peneliti menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 8 responden. Dalam penelitian ini ditemukan tiga sub-tema yaitu persepsi rentang sehat dan sakit, tindakan respon sakit, dan kompetisi persepsi faktor pendorong dan pendukung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah persepsi sehat adalah ketika masih mampu memenuhi fungsi dan tanggung jawabnya. Jika memiliki masalah kesehatan maka terjadi pertimbangan kerugian dan manfaat pergi ke pelayanan kesehatan.
Strategi dalam Mengatasi Tantangan Implementasi Kredensial dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) di Rumah Sakit Swasta Kota Bandung: - Wijoyo, Advent Ponconoko; Siringoringo, Ellen Ruth; Lumintang, Yance; Simanjuntak, Samuel Maju
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1286

Abstract

Implementasi kredensial dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) di rumah sakit swasta Kota Bandung menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan tersebut serta mengusulkan strategi manajemen keperawatan yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Validasi data menggunakan triangulasi sumber melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama, yaitu (1) keterbatasan sumber daya, (2) dukungan manajemen yang kurang optimal, dan (3) beban kerja tinggi, khususnya akibat tugas ganda kepala ruangan sebagai IPCN. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan dukungan manajemen, penyediaan sumber daya yang cukup, optimalisasi alokasi SDM, pelatihan terstruktur berkelanjutan, serta implementasi insentif berbasis kinerja. Penelitian merekomendasikan adanya tenaga IPCN khusus, supervisi klinis rutin, serta jadwal pelatihan berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas IPCN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi. Implementing credentialing and continuing professional development (CPD) for infection prevention and control nurses (IPCN) in private hospitals faces several challenges that affect the quality of healthcare. This study aims to explore these challenges and propose effective nursing management strategies. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and participatory observations. Data validity was achieved by triangulation of sources, comparing interviews, observations, and document analysis. Findings revealed three main themes: (1) resource limitations; (2) insufficient management support; and (3) high workload, especially due to dual roles of head nurses serving as IPCN. Proposed strategies include enhancing management support, providing adequate resources, optimizing human resource allocation, continuous structured training, and implementing incentive-based performance evaluations. Recommendations highlight the necessity of dedicated IPCN staff, routine clinical supervision, and regular training schedules. These strategies are expected to enhance IPCN effectiveness in infection prevention and control.