Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Demokrasi Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Natsir dan Relevansinya dengan Sistem Pendidikan Nasional Ulumuddin, Ihya`
Marâji`: Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2, No 2 (2016): MARET
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The article discusses Muhammad Natsir’s concept of democracy of Islamic education. Assessing democracy and Islamic education is inevitably important particularly when the modern people deal with such densely complicated problems within their life as they will lose a control upon the values of humanism. Therefore, emphasizing the values of humanity in their appropriate place within educational realm (in this context is Islamic education) is unquestionably pivotal matter. The study finds that democracy of Islamic education in Natsir’s perspective can be noticeably observed in his notions on integral, harmonious and universal education. Moreover, the author would argue that Natsir’s perspective of democracy within educational sphere has found its significance to the contemporary Indonesia’s national educational system. It can be visibly seen, among others, in efforts to inhabit and cultivate the values of democracy, which have been firmly itemized in the Act of National Educational System. In this context, Islamic educational institutions have also take part and put great priority in cultivating such values within their all formal educational levels.
Demokrasi Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Natsir dan Relevansinya dengan Sistem Pendidikan Nasional Ulumuddin, Ihya`
Marâji`: Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 2 (2016): Maret
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The article discusses Muhammad Natsir’s concept of democracy of Islamic education. Assessing democracy and Islamic education is inevitably important particularly when the modern people deal with such densely complicated problems within their life as they will lose a control upon the values of humanism. Therefore, emphasizing the values of humanity in their appropriate place within educational realm (in this context is Islamic education) is unquestionably pivotal matter. The study finds that democracy of Islamic education in Natsir’s perspective can be noticeably observed in his notions on integral, harmonious and universal education. Moreover, the author would argue that Natsir’s perspective of democracy within educational sphere has found its significance to the contemporary Indonesia’s national educational system. It can be visibly seen, among others, in efforts to inhabit and cultivate the values of democracy, which have been firmly itemized in the Act of National Educational System. In this context, Islamic educational institutions have also take part and put great priority in cultivating such values within their all formal educational levels.
Implementasi Kurikulum ”Merdeka Belajar” pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Ulumuddin, Ihya`
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.192

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang hadir dengan memberikan ruang kebebasan kepada lembaga pendidikan –Sekolah atau Madrasah- untuk mengeksplorasi kemampuannya sesuai dengan; sarana, input serta sumber daya yang dimiliki, serta memberikan kemerdekaan kepada guru untuk menyampaikan materi yang pokok dan penting. Dan juga, yang paling utama berikutnya adalah memberikan ruang yang luas dan bebas bagi peserta didik untuk lebih memaksimalkan kemampuan dan potensi diri mereka agar mampu memperoleh hasil pendidikan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengetahui cara yang paling efektif dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP). Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung serta informasi aktual dari berbagai jurnal ilmiah. Hasil penelitian, bahwa implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI-BP berjalan dengan baik sebab alur kurikulum merdeka sendiri sangat sesuai dengan karakter materi PAI-BP yang harus disampaikan bertahap, dengan memulai dari hal yang paling penting yaitu mulai dari Aqidah, Qur’an Hadist, Fikih, Akhlak, serta Tarikh/Sejarah Islam.
Implementasi Kurikulum ”Merdeka Belajar” pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Ulumuddin, Ihya`; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.192

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang hadir dengan memberikan ruang kebebasan kepada lembaga pendidikan –Sekolah atau Madrasah- untuk mengeksplorasi kemampuannya sesuai dengan; sarana, input serta sumber daya yang dimiliki, serta memberikan kemerdekaan kepada guru untuk menyampaikan materi yang pokok dan penting. Dan juga, yang paling utama berikutnya adalah memberikan ruang yang luas dan bebas bagi peserta didik untuk lebih memaksimalkan kemampuan dan potensi diri mereka agar mampu memperoleh hasil pendidikan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengetahui cara yang paling efektif dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP). Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung serta informasi aktual dari berbagai jurnal ilmiah. Hasil penelitian, bahwa implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI-BP berjalan dengan baik sebab alur kurikulum merdeka sendiri sangat sesuai dengan karakter materi PAI-BP yang harus disampaikan bertahap, dengan memulai dari hal yang paling penting yaitu mulai dari Aqidah, Qur’an Hadist, Fikih, Akhlak, serta Tarikh/Sejarah Islam.