Hazman Hazman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH INTERAKSI EDUKATIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS V SDN 015 JAKE KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Hazman Hazman; Sopiatun Nahwiyah; Ikrima Mailani
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning process always requires students to achieve learning objectives well. Efforts are always made to achieve this goal is to conduct educational interactions. Ideally, if the educative interaction is carried out well, it will affect student learning motivation. However, for the fifth grade students of SDN 015 Jake, the opposite happened. Student learning motivation is still low. Based on the background and phenomena above, this study aims to determine whether there is an effect of educative interaction on students' learning motivation in the subjects of Islamic Religious Education and Morals for class V SDN 015 Jake, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency. This research is a causal associative quantitative research, which was conducted at SDN 015 Jake, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency. The primary data collection technique used is a questionnaire. Meanwhile, to collect secondary data, researchers used interview, observation and documentation techniques. Data analysis used a simple linear regression formula which was then processed using SPSS 20.0 software. The results of this study indicate that the significance value (Sig.) of 0.023 is smaller than the probability of 0.05. It can also be seen from the t-count value of 2.354 which is greater than the t-table value of 2.021. And it can be seen from the value of the Coefficient of Determination (R Squere) of 0.117 or if it is a percentage the magnitude of the influence of variable X on variable Y is 11.7%. So it can be concluded that there is an effect of educative interaction on students' learning motivation in the subjects of Islamic Religious Education and Morals for class V SDN 015 Jake, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency.
KAJIAN REGULASI PENGUSAHAAN OIL SANDS KEDALAMAN DANGKAL DENGAN METODE OIL MINING Usman Pasarai; Hazman Hazman; Endras Pribadi; Anda Lucia; Bambang Widarsono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 1 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.1.265

Abstract

Untuk mengurangi kesenjangan antara kemampuan produksi dan kebutuhan minyak bumi nasional yang semakin lebar ke depan, maka diperlukan kegiatan penganekaragaman sumber daya minyak bumi, diantaranya dari oil sands kedalaman dangkal. Teknologi eksploitasi oil sands kedalaman dangkal dengan cara penambangan terbuka yang dikenal sebagai oil mining sangat berbeda dengan teknologi eksploitasi minyak bumi konvensional, sehingga diperlukan regulasi khusus sebagai landasan hukum operasional oil mining. Tujuan kajian ini adalah menelaah aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu rezim dan aturan hukum yang diperlukan terkait pengusahaan oil sands kedalaman dangkal. Metodologi kajian menggunakan pendekatan hukum normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka terhadap data sekunder serta bahan hukum primer dan sekunder. Hasil kajian menyimpulkan bahwa karakteristik minyak bumi yang ditemukan pada endapan dangkal oil sands di Indonesia memenuhi kriteria pengertian minyak bumi yang dimaksud Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sehingga undang-undang ini dapat menjadi payung hukum pengusahaan oil sands dengan teknologi oil mining. Dukungan formal dari Pemerintah kepada Kontraktor Hulu Migas pada tahap uji coba diperlukan karena belum ada regulasi khusus sebagai landasan hukum operasional kegiatan oil mining. Teknologi oil mining perlu diakomodir dalam definisi Eksploitasi dalam Undang Undang Migas untuk menjadi landasan hukum positif pengembangan oil sands kedalaman dangkal untuk peningkatan cadangan dan produksi minyak bumi nasional.