Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Indonesian’s Natural Gas: Production, Reserves, and Challenges Widarsono, Bambang
Indonesian Journal of International Law
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.54 KB)

Abstract

In the last few years it has occurred the decreasing of Indonesia’s oil production in national scale in 10% per year. At the same time the situation of the national gas showing the increasing of the production and the backup. The production rate can be maintained and the backup even can show the growth from year to year. The analysis of the history of the production and the backup, exploration activity, and the comparison between the discovery of the oil and gas in the recent years underlying that the oil can be the sources of energy and the income for the state. Even will facing some challenge in oil exploitation in the term of the application of technology, infrastructure, law enforcement, social unrest, strict regulation, and incentives. That challenge must be overcome if the gas production, and also oil, to achieve the sustainable.
KAJIAN REGULASI PENGUSAHAAN OIL SANDS KEDALAMAN DANGKAL DENGAN METODE OIL MINING Usman Pasarai; Hazman; Endras Pribadi; Anda Lucia; Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengurangi kesenjangan antara kemampuan produksi dan kebutuhan minyak bumi nasional yang semakin lebar ke depan, maka diperlukan kegiatan penganekaragaman sumber daya minyak bumi, diantaranya dari oil sands kedalaman dangkal. Teknologi eksploitasi oil sands kedalaman dangkal dengan cara penambangan terbuka yang dikenal sebagai oil mining sangat berbeda dengan teknologi eksploitasi minyak bumi konvensional, sehingga diperlukan regulasi khusus sebagai landasan hukum operasional oil mining. Tujuan kajian ini adalah menelaah aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu rezim dan aturan hukum yang diperlukan terkait pengusahaan oil sands kedalaman dangkal. Metodologi kajian menggunakan pendekatan hukum normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka terhadap data sekunder serta bahan hukum primer dan sekunder. Hasil kajian menyimpulkan bahwa karakteristik minyak bumi yang ditemukan pada endapan dangkal oil sands di Indonesia memenuhi kriteria pengertian minyak bumi yang dimaksud Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sehingga undang-undang ini dapat menjadi payung hukum pengusahaan oil sands dengan teknologi oil mining. Dukungan formal dari Pemerintah kepada Kontraktor Hulu Migas pada tahap uji coba diperlukan karena belum ada regulasi khusus sebagai landasan hukum operasional kegiatan oil mining. Teknologi oil mining perlu diakomodir dalam definisi Eksploitasi dalam Undang Undang Migas untuk menjadi landasan hukum positif pengembangan oil sands kedalaman dangkal untuk peningkatan cadangan dan produksi minyak bumi nasional.
Perubahan Sifat Kebasahan Fluida dan Sifat Kelistrikan Batuan Reservoir: Isu Lama, Persoalan Aktual Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksponen saturasi (n) adalah salah satu parameter yang memainkan peran penting sekali dalam pengestimasian saturasi air dengan menggunakan data log sumur. Permasalahan yang telah diketahui secara meluas tetapi belum ditangani dengan optimum sampai sat ini adalah adanya perbedaan yang berarti antara data eksponen saturasi yang diukur pada kondisi atmosferdan pada kondisi reservoir, akibat adanya perubahan sifat kebasahan (wettability) batuan, sedangkan fakta menunjukkan bahwa sebagian besar data tersebut diukur pada kondisi atmosfer. Artikel ini menyoroti kembali permasalahan lama yang masih tetap aktual ini dengan tujuan memperingatkan kembali pentingnya masalah ini. Penyebab-penyebab terjadinya perbedaan tersebut seperti perubahan sifat kebasahan, efek ekstrasi, efek cara pensaturasian, dan efek akibat kompresi dan pemanasan dibahas dengan cukup mendalam. Efek dari ketidakpastian dalam estimasi saturasi air akibat data eksponen saturasi yang tidak representatif juga disajikan secara grafis. Tulisan ini ditutup dengan diskusi mengenai kemungkinan-kemungkinan yang dapat diambil dalam meminimalisasi kemungkinan terjadinya perubahan sifat kebasahan batuan agar batuan percontoh yang hendak diukur di laboratorium memiliki sifat kebasahan yang merepresentasikan keadaan di reservoir.
Hubungan antara Porositas dengan Kedalaman untuk Reservoir-Reservoir Batupasir di Indonesia Barat Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porositas batuan sebagai data penting bagi kegiatan produksi minyak dan gas (migas) memiliki hubungan yang unik, meskipun bervariasi, dengan kedalaman. Secara umum porositas mengecil dengan bertambahnya kedalaman, dan pengetahuan ini menjadi suatu aset yang sedikit banyak dapat digunakan untuk berbagai aplikasi di industri migas antara lain untuk mengontrol keakuratan porositas hasil evaluasi log sumuran. Pertanyaan yang selalu hadir adalah apakah hubungan antara porositas dan kedalaman yang ada di literatur cukup valid untuk kasus-kasus di Indonesia. Tulisan ini menyajikan usaha untuk mencari validitas bagi hubungan porositas – kedalaman yang ada di literatur. Sebagai data penguji diambil porositas 157 percontoh batuan dari 15 lapangan minyak yang berasal dari 6 cekungan di Indonesia bagian Barat. Hasil utama dari studi ini adalah tidak validnya hubungan porositas – kedalaman yang ada dan bukti bahwa tingginya tingkat sementasi dan heterogenitas dari batuan-batuan reservoir di Indonesia. Hasil penting lainnya adalah sebuah hubungan matematis porositas – kedalaman yang sedikit banyak dapat dianggap mewakili untuk reservoir-reservoir di Indonesia Barat.
Apakah Estimasi Porositas dari Log Akustik Cukup Akurat untuk Batuan yang Tersaturasi Secara Parsial – Sebuah Alternatif Sederhana untuk Mengurangi Heru Atmoko; Rosidelly Rosidelly; Bambang Widarsono; Fakhriyadi Saptono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam memperkirakan harga besaran porositas dapat digunakan bermacam-macam metode, antara lain dengan merambatkan gelombang akustik pada media berpori dengan memberikan interpretasi kecepatan gelombang tersebut. Pada tahun 1956 Wyllie dkk mengajukan persamaan waktu rata-rata (time average), yang merupakan hubungan linier antara waktu dan porositas berdasarkan hasil penelitian terhadap batuan pasir (sandstone) di laboratorium. Persamaan Wyllie di atas sebenarnya hanya berlaku pada kondisi dimana batuan yang diukur porositasnya mengandung hanya air saja, dengan porositas yang seragam, bersih dari lempung, dan kompak. Contoh yang dapat dianggap paling relevan adalah daerah di sekitar lubang bor. Fakta di sekitar lubang bor tersebut diperkirakan dapat menyebabkan bias dalam memperkirakan harga besaran porositas batuan karena asumsi yang lazim dalam menggunakan persamaan Wyllie adalah batuan tersaturasi secara penuh oleh satu jedis fluida saja. Beragamnya saturasi fluida di formasi ternyata dapat mempengaruhi akurasi perhitungan porositas yang dihasilkan dari log akustik. Untuk mendapatkan besaran porositas yang akurat diperlukan pemilihan waktu transit matriks batuan dan waktu transit fluida yang cukup mewakili. Suatu bentuk koreksi atas perhiitungan porositas akustik pada kondisi saturasi air kurang dari 100% telah dibangun beserta penerapan di laboratorium. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap litologi lainnya seperti pada formasi karbonat untuk mengetahui sejauh mana validasinya atas bentuk koreksian yang telah dibangun
Kajian Singkat atas Syarat Kenonkonduktifan Matriks Batuan dalam Model Saturasi Air Archie Heru Atmoko; Bambang Widarsono; Rosidelly
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti diketahui secara umum model estimasi saturasi air Archie dibangun dengan anggapan dasar hahwa model tersehut hanva valid pada batupasir yang bebas dari mineral konduktif apa pun. Ketidakpastian dalam pemilihan model saturasi air yang tepat menjadikan bahwa anggapan tersebut harus dikaji kembali dengan pengujian langsung di laboratorium. Tulisan ini menyajikan hasil dari pengukuran sifat kelistrikan dari dua buah percontoh batupasir sintetik berkandungan lempung kaolinit 10%, dan 25% dari volume matriks. Penerapan model Archie dan Waxman & Smits memperlihatkan adanva korelasi yang baik antara saturasi air terestimasi dan data saturasi air yang teramati langsung. Bukti ini memperlihatkan hahwa syarat kenonkonduktifan matriks bagi model Archie tidak perlu diterapkan secara ketat. Dengan demikian telah dibuktikan hahwa model Archie dapat diterapkan untuk batupasir berkandungan mineral konduktif/semi-konduktif sampai pada tingkat yang dapat diterima.
Geographic information system-based approaches for evaluating CO2 storage in Kalimantan basins, Indonesia Susantoro, Tri Muji; Sugihardjo, Sugihardjo; Suliantara, Suliantara; Widarsono, Bambang; Usman, Usman; Setiawan, Herru Lastiadi; Romli, Mohamad; Sukarno, Panca W.; Nurkamelia, Nurkamelia; Suhartono, Rudi
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 38, No 2: May 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v38.i2.pp904-914

Abstract

To achieve the energy transition towards more environmentally friendly energy, various approaches must be taken, one of which is CO2 source-to-sink matching. A basin evaluation study has been carried out through classifying, weighting, and scoring in the geographic information system (GIS) for screening and ranking basins for CO2 storage on the island of Kalimantan, Indonesia. The region covers 13 sedimentary basins that have the potential to serve as CO2 sinks. As many as 21 parameters have been analyzed through classification and weighting using a pairwise comparison matrix method to produce scores and ranks for each basin. The results show that the Kutai, Tarakan, and Barito basins are the top three basins for CO2 storage potential. Singkawang, Nangapinoh, Pangkalanbun Utara, and Embaluh Selatan basins have been found to have the lowest sink potential.
Relationship Between Tectonic Evolutions and Presence of Heavy Oil in The Central Sumatra Basin Herru Lastiadi Setiawan; Suliantara Suliantara; Bambang Widarsono
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 44 No 1 (2021)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.44.1.492

Abstract

Heavy oil is formed through biodegradation process of hydrocarbons, as well as water washing, in which light hydrocarbon fraction disappears and leaves the heavy fraction. Heavy oil is essentially an asphaltic, dense (low API gravity), and viscous that is chemically characterized by its high content of asphaltenes in the oil. Although variously defi ned, 25o API is set the upper limit for heavy oil. Heavy oil in the Central Sumatra Basin is evidently formed as a result of biodegradation and water washing (a hydrodynamic process within oil reservoir) mechanisms. These processes occur as result of tectonic uplift of the reservoir after it has been fi lled with hydrocarbons. Heavy oil reservoir depths in the Central Sumatra Basin are generally shallower than 1,000 feet (300-400 meters), at which surface water may may be associated with the reservoir hence enabling the heavy oil transformation. A combined geology, remote sensing/geographic information system ( GIS), geophysics, stratigraphy, and wellbased analyses is utilized to serve the study. It has been observed that within the northern part of the basin, heavy oil is mainly found in fi elds located within uphill fault blocks such as the up-thrown part of the Sebanga thrust fault with its Duri, Sebanga North, Kulin, Rantau Bais, Batang, Akar, and Genting fi elds. In the western part of the basin there are the Kumis, Kotalama and Pendalian heavy oil fi elds associated with Dalu-Dalu thrust fault and Gadang Island uplift. In total 51 fi elds/structures containing or suspected to contain heavy oil are associated with uplifted geological positions, hence showing the strong relations between tectonic evolutions and present day presence of heavy oil within the basin.
An Integrated Approach for Revisiting Basin-Scale Heavy Oil Potential of The Central Sumatera Basin Bambang Widarsono; Herru Lastiadi Setiawan; Tri Muji Susantoro; Suliantara Suliantara; Jonathan Setyoko Hadimuljono; Desi Yensusminar; Julikah Julikah; Ongki Ari Prayoga
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 44 No 1 (2021)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.44.1.493

Abstract

Central Sumatra Basin is one of the most prolifi c hydrocarbon basins in Indonesia and has proved itself as being the largest contributor to Indonesia’s national crude oil production. Heavy oil fi elds in the basin, such Duri fi eld as the largest one, plays a very important role in making up the basin’s whole oil production output. In general, the Central Sumatra Basin is also acknowledged for its heavy oil potential. Accordingly, a study under the auspices of the Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR) of the Republic of Indonesia is carried out to re-visit the potential. The study establishes and implements an integrated approach formed by a combined macro and micro analyses. In the macro analysis, a combined evaluations of regional geology, geophysics, geochemistry, remote sensing/geographic information system ( GIS), regional geothermal study, and fi eld survey/ microbiology is performed to identify geological positions of the heavy oil potential. In the micro analysis, on the other hand, qualitative and quantitative well-log analyses supported by well-test and laboratory measurement data on the identifi ed geological positions are carried out with an aim of identifying heavy oil bearing reservoirs/traps under three categories of certainty. The main result of the study is identifi cation of 51 fi elds/structures - producing and non-producing – that bears heavy oil within the three categories. Findings of the study can certainly be used as a prerequisite for more intensive and expansive studies to meet the need for a more solid conclusion regarding the heavy oil potential of the Central Sumatra Basin.
THE ROCK COMPRESSIBILITY CHARACTERISTICS OF SOME INDONESIAN RESERVOIR LIMESTONES Bambang Widarsono
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 37 No 1 (2014)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.37.1.615

Abstract

Rock compressibility is an important formation rock properties. It infl uences various processesin reservoir and rock formations that encompass from sources of reservoir driving energy, changes inother reservoir properties, to land subsidence. Various studies have been performed and published, butno comprehensive studies have ever been performed on Indonesian reservoir rocks. This article presentsresults of such studies on Indonesian limestones, reservoir rocks that have contributed much to Indonesia’snational oil and gas production for decades. The study was carried out in order to study the characteristics oflimestone in its relation to rock porosity. A set of 84 limestone samples taken from fi ve productive formationsin Indonesia is used in the study. Some existing and widely known mathematical correlations/models are alsoused to assist the study. Some of the results show that the existing models are not always valid for some ofthe rocks, and therefore a new model is proposed for medium-hard and vuggy limestones. The results alsoshow that limestone characteristics are not related to rock types and place of origin, but instead to rockhardness and degree of vuggy pore presence.
Co-Authors Anda Lucia Andi Ruswandi Arie Rahmadi Atmoko, Heru Atyanto D Atmoko Aziz M Lubad Bambang A Widjayanto Caryana, Yusep K Danang Sismartono Desi Yensusminar Diana Dwiyanarti Djoko Sunarjanto Endras Pribadi Fakhriyadi Saptono Hadimuljono, Jonathan Setyoko Hazman Hazman, Hazman Herru L Setiawan Herru Lastiadi Herru Lastiadi Setiawan Heru Atmoko Heru Atnioko Heru Atnwko Heru Riyanto Himawan Sutanto Himawan Sutanto, Himawan Humbang Purba Humbang, Purba Ida Ayu Putu Sri Widnyani Jonathan Setyoko Hadimuljono Julikah Julikah Julikah Julikah, Julikah Junita Trivianty Junita Trivianty Musu Kosasih Kosasih KOSASIH KOSASIH, KOSASIH Kosasih Sartadiredja Lucia, Anda Maizar Rahman Mendrofa, Merkurius F Merkurius F Mendrofa Merkurius. F. Mendrofa Mohamad Romli Musu, Junita Trivianty Nurkamelia Nurkamelia, Nurkamelia Ongki Ari Prayoga Panca Wahyudi Pasarai, Usman Patrick M Wong Prayoga, Ongki Ari Pribadi, Endras Rahman, Maizar Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan, Ridwan Romli, Mohamad Rosidelly Rosidelly Rosidelly Rosidelly, Rosidelly Rudi Suhartono Ruswandi, Andi Saptono, Fakhriyadi Sartadiredja, Kosasih Septi Anggraeni Setiawan, Herru Lastiadi Sugihardjo Sugihardjo Sugihardjo Suhartono, Rudi Sukarno, Panca W. Suliantara Suliantara Suliantara Suliantara, Suliantara Sunarjanto, Djoko Sunting Kepies Suprajitno Munadi Suprajitno Munadi Tri Muji Susantoro Tri Muji Susantoro, Tri Muji Tunggal Tunggal Tunggal Tunggal, Tunggal Usman Usman Pasarai Usman Usman Wanda Ali Akbar Widjayanto, Bambang A Wong, Patrick M Yensusminar, Desi Yusep K Caryana