Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG VANAME SKALA RUMAH TANGGA BACKYARD SHRIMP FARMING (BSF) Annisa Bias Cahyanurani; Nasuki Nasuki; Atika Marisa Halim; Lusiana BR. Ritonga; Asep Akmal Aonullah; Putri Nurhanida Rizky; Kartika Primasari
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i1.851

Abstract

The vannamei shrimp farming business still has the opportunity to continue to develop given the public's high demand and high national shrimp production target that must be met. Vannamei shrimp is also a commodity that has high economic value. However, vannamei shrimp cultivation is known as cultivation which requires the cultivators to have large capital making it difficult for all groups to reach. The purpose of this community service activity is to provide information and insight to the public regarding shrimp farming with technology that can be applied on a small scale with relatively low capital and is expected to be accessible to all people who wish to cultivate vannamei shrimp using a household scale cultivation system (Backyard Shrimp Farming/BSF). This service activity is in the form of online dissemination using the zoom application and broadcast live via YouTube of the Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. The activity was carried out by delivering material by the speaker and followed by a discussion and question and answer between the participants and the speaker. At the end of the activity, participants were given a link to fill out an assessment questionnaire related to the dissemination activities carried out. Based on the results of the questionnaire, it can be concluded that the participants had a great interest in this household-scale vannamei shrimp farming opportunity and felt the benefits of this dissemination activity, and overall the dissemination had been carried out well in terms of clarity of material delivery, the interaction between participants and the speaker, the suitability of the material and the performance of the moderator/facilitator in presenting the event.
PEMANFAATAN MIKROORGANISME INDIGENOUS PADA SUMUR AIR ASIN DALAM DETOKSIFIKASI TIMBAL (PB) UNTUK BUDIDAYA AIR PAYAU Atika Marisa Halim; Putri Nurhanida Rizky; Kartika Primasari; Annisa’ Bias Cahyanurani; Asep Akmal Aonullah; Teguh Harijono; Nasuki Nasuki; Ahmad Aditya Sasmita
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 22, No 1 (2026): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.22.1.28-36

Abstract

Pencemaran logam berat, khususnya timbal (Pb), pada sumber air asin untuk budidaya air payau dapat menurunkan kualitas media dan mengancam keberlangsungan organisme budidaya. Metode penanganan berbasis fisik dan kimia sering kurang efisien serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Mikroorganisme indigenous menjadi salah satu opsi bioremediasi yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lokal dan berpotensi mereduksi logam berat secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme indigenous yang berpotensi sebagai agen bioremediasi alami dalam menurunkan kadar logam berat timbal (Pb) pada sumur air asin yang digunakan untuk budidaya air payau. Sampel air dan sedimen diambil dari sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, kemudian dilakukan isolasi bakteri, kultivasi, serta uji resistensi terhadap Pb dengan dosis 0.5, 1 dan 1.5 ppm dengan metode difusi cakram. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter kualitas air pada media air sumur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo seperti suhu, pH, dan BOD belum sepenuhnya memenuhi baku mutu air laut, namun masih memungkinkan untuk digunakan pada kegiatan budidaya air payau dengan adanya perlakuan persiapan media terlebih dahulu. Kandungan logam berat pada sedimen lebih tinggi dibandingkan pada air, dengan urutan konsentrasi Cu, Pb, Cd ,Cr dan Zn. Isolat bakteri yang diidentifikasi memiliki karakter gram negatif berbentuk batang (basil) dan menunjukkan kemampuan reduksi terhadap logam Pb. Berdasarkan hasil uji biokimia, isolat tersebut teridentifikasi sebagai Marinobacter sp. Yaitu bakteri laut halotoleran yang mampu bertahan pada lingkungan bersalinitas tinggi. Uji resistensi menunjukkan bahwa Marinobacter sp. memiliki kemampuan reduksi Pb yang tergolong sedang (zona hambat 10–11 mm) pada konsentrasi 0.5–1.5 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa mikroorganisme indigenous memiliki potensi sebagai agen bioremediasi ramah lingkungan untuk menurunkan kadar logam berat di air asin, sehingga dapat meningkatkan kualitas media budidaya air payau secara berkelanjutan.