Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KASUS-KASUS PENDING KLAIM DI RUMAH SAKIT Yastori Yastori
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.1613

Abstract

 Pending klaim merupakan permasalahan yang krusial dirumah sakit karena menyangkut kebagian keuangan. Pending klaim dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena kesalahan dalam pengodean dan ketidaksesuaian dokumen medis pada saat pengajuan klaim dan lainnya. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit X Kota Padang, penelitian dilakukan pada Agustus – November 2022. Populasi yang digunakan yaitu seluruh dokumen klaim rekam medis bulan Januari-Februari tahun 2022 sejumlah 20 dokumen rekam medis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu keseluruhan dokumen rekam medis yang pending dari Januari – Februari tahun 2022. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan metode observasi langsung dibagian Casemix, kemudian dilakukan pengamatan kepada masing-masing dokumen rekam medis yang pending lengkap dengan dokumen pendukung klaim seperti SEP, hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis dilakukan berdasarkan kesesuaian berdasarkan aturan ICD  serta aturan dari pihak pemberi asuransi. Hasil penelitian diperoleh dari 20 kasus pending klaim terdapat diagnosis penyakit dan prosedur dikode secara tidak akurat berdasarkan ICD dan diagnosis yang diajukan tidak sesuai resume medis dan lembar penunjang medis lainnya, serta kriteria penegakan diagnosis  tidak memenuhi standar aspek koding yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan  Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).
ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS UTAMA PADA KASUS CEDERA BERDASARKAN ICD-10 DI RS X KOTA PADANG TAHUN 2025 Jihan Desvira; Nurul Fitri Khumaira; Sayati Mandia; Yastori Yastori; Shaola Syafrullah Kader; Radias Zasra
Iris Journal of Health Information Management Vol 6 No 1 (2026): Iris Journal of Health Information Management (IJHIMa)
Publisher : AKADEMI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN (APIKES) IRIS PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61723/ijhima.v6i1.149

Abstract

Keakuratan kode diagnosis merupakan indikator mutu rekam medis yang penting dalam penyediaan data morbiditas dan pelaporan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis keakuratan kode diagnosis utama kasus cedera berdasarkan ICD-10 di Unit Rawat Inap Padang Hospital Tahun 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional terhadap 83 rekam medis yang dipilih secara simple random sampling dari 506 populasi. Analisis dilakukan dengan membandingkan kode diagnosis yang digunakan dengan pedoman ICD-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kasus cedera terbanyak berada pada blok S60-S69 (Cedera pergelangan tangan dan tangan) sebanyak 23 kasus (27,71%), sedangkan yang paling sedikit berada pada blok S30-S39 (Cedera perut, punggung bawah, dan panggul) sebanyak 2 kasus (2,41%). Tingkat keakuratan kode diagnosis utama kasus cedera sebesar 24% (20 dokumen), sedangkan ketidakakuratan mencapai 76% (63 dokumen). Ketidakakuratan paling banyak disebabkan oleh kesalahan penggunaan karakter ke-5 pada kasus fraktur, yang dipengaruhi oleh penyesuaian pengodean terhadap regulasi klaim INA-CBGs yang tidak selalu mensyaratkan karakter ke-5 di RS Padang, pemilihan kode berdasarkan lokasi dan jenis cedera, serta penggunaan kode cedera pada kasus perawatan lanjutan pasca operasi. Dapat disimpulkan bahwa keakuratan kode diagnosis utama kasus cedera berdasarkan ICD-10 di Padang Hospital Tahun 2025 masih rendah jika dikaji menggunakan pedoman ICD-10, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi koder, perbaikan dokumentasi klinis, dan optimalisasi koordinasi antara dokter dan petugas rekam medis untuk meningkatkan kualitas data morbiditas rumah sakit.