Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN KEPADATAN LALAT DAN SANITASI PENGOLAHAN LIMBAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT PENGOLAH IKAN ASIN DI KELURAHAN HAJORAN KECAMATAN PANDAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2022 DEVI KRISTINA HUTAGALUNG; TINAWATI NAINGGOLAN; PUTRI SIREGAR
JURNAL ILMIAH SIMANTEK Vol 7 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH SIMANTEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is a condition when a person with a frequency of defecation (defecation) more than 3 (three) times a day with a soft or liquid stool consistency and can even be liquid only. According to research data from the World Health Organization (WHO) in 2017, every year 525,000 cases of death in the community are caused by diarrheal disease. Diarrhea can be caused by contaminated food and drink through disease vectors. Flies are one of the mechanical vectors of various diseases because flies spread disease agents that come from various surfaces and contaminate the food and drinks they live on or only transfer bacteria that are on the surface of their bodies. This study aims to determine the relationship between fly density and waste treatment with the incidence of diarrhea in salted fish processing communities in Hajoran Village, Pandan District, Central Tapanuli Regency in 2022. This research is an observational analytic research with a cross-sectional study approach. The data collection method uses a questionnaire given to respondents who have met the inclusion criteria and measures the level of fly density using a fly grill. The sample collection method used a total population technique of 72 family heads. Based on the analysis conducted using the chi-square method, the results showed that there was a relationship between personal hygiene and the incidence of diarrhea with a value of p=0.042 (p<0.05), the relationship between basic sanitation and the incidence of diarrhea with a value of p=0.000 (p<0.05), and the relationship between the level of fly density and the incidence of diarrhea with a value of p=0.000 (p<0.05). Based on these results, there is a relationship between the level of fly density, personal hygiene, and basic sanitation with the incidence of diarrhea in the community.
PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KECAMATAN KOLANG KABUPATEN TAPANULI TENGAH 2020 Devi Kristina Hutagalung; Lika Amalia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : DM yaitu suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.Tindakan dilakukan untuk mencegah dan mengontrol terjadi neuropatic diabetic dan perbaikan sirkulasi perifer melalui 5 pilar penatalaksanaan DM. Salah satunya aktifitas fisik yakni senam aerobic. Aerobic adalah serangkaian gerak dengan mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kontinuitas dan durasi tertentu. Olahraga dan kebugaran secara positif dapat mempengaruhi kadar lipid, tekanan darah, kejadian. Tujuan penelitian: Mengetahui adakah pengaruh senam aerobic terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah. Desain penelitian: Pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperiment dengan desain non equivalent control group. Populasi penelitian ini seluruh penderita dengan DM yang berada di Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 61 responden. Jumlah sampel sebanyak 30 pasien yaitu 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol, menggunakan teknik accidental sampling.Mengunakan analisis data bivariat dengan uji independent t test Hasil : Ada pengaruh senam aerobic terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan penurunan glukosa darah sekitar 48 mg/dl. Saran : Diharapkan penderita DM tipe 2 mengikuti aerobik secara rutin dan teratur untuk menjaga glukosa darahnya.
PENGARUH PERAWATAN LUKA MODERN TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK DI PRAKTEK KEPERAWATAN MANDIRI SIBOLGA TAHUN 2020 Devi Kristina Hutagalung; Meiyati Simatupang; Rini Simatupang
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan hormonal kronik yang menyebabkan glukosa dalam darah berlebih disertai dengan berbagai kelainan metabolik. Indonesia masuk dalam negara urutan ke tujuh dengan jumlah pasien tertinggi di dunia, yaitu sebanyak 10,7 juta jiwa dan akan terus bertambah hingga pada tahun 2045 diperkirakan mencapai 16,6 juta jiwa. Prevalensi kejadian ulkus diabetik di Indonesia sebesar 15% dari penderita diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka modern dressing terhadap percepatan penyembuhan luka ulkus diabetik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan pre dan post test control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, instrument penelitian yang digunakan lembar observasi Betes-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata selisih skor perkembangan perbaikan penyembuhan luka yang signifikan. Pada perawatan luka modern dressing mempunyai pengaruh perkembangan perbaikan luka yang lebih baik dibandingkan dengan perawatan luka konvensional. Modern dressing sangat berpengaruh untuk mempercepat fase penyembuhan luka ulkus diabetik. Kepada petugas kesehatan yang melakukan perawatan luka harus lebih memahami dan mengetahui konsep perawatan luka dengan menggunakan teknik modern dressing tepat guna.
POTENSI DAUN SIRIH DAN DAUN KELOR TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK UNTUK PENCEGAHAN MALARIA PADA IBU HAMIL Devi Kristina Hutagalung
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk merupakan serangga yang memiliki arti penting dalam hubungannya dengan manusia sebab sebagian nyamuk merupakan vektor beberapa penyakit pada manusia. Adapun salah satu jenis nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia adalah nyamuk Nyamuk malaria (anopheles). Tindakan pencegahan pertumbuhan nyamuk Nyamuk malaria (anopheles)perlu dilakukan. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun sirih dan daun kelor, oleh sebab itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui potensi daun sirih dan daun kelor dengan variasi dosis yang berbeda terhadap mortalitas larva nyamuk Nyamuk malaria (anopheles). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan menggunakan larva nyamuk Nyamuk malaria (anopheles)sebagai obyek utama. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dengan beberapa variasi perlakuan yang berbeda. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan program SPSS dengan analisis Anova dua jalur. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa campuran daun sirih dan daun kelor berpotensi secara signifikan untuk mencegah mortalitas larva nyamuk Nyamuk malaria (anopheles), dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,031).
PEMANFAATAN BUNGA LAVENDER UNTUK PENCEGAHAN MALARIA PADA IBU HAMIL Devi Kristina Hutagalung
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Ada 2 jenis makhluk yang berperan besar dalam penularan malaria yaitu parasit malaria (yang disebut Plasmodium) dan nyamuk anopheles betina. Plasmodium terbagi dalam empat jenis spesies di dunia yang dapat menginfeksi sel darah merah manusia. Penyakit Malaria sejauh ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penggunaan insektisida nabati banyak memberikan keuntungan diantaranya ramah lingkungan, tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan dan bahan dasar ada di sekitar pemukiman. Berdasarkan banyaknya keuntungan yang didapatkan, maka dipandang perlu untuk mencari insektisida nabati sebagai repelen untuk menolak gigitan nyamuk penular penyakit. Prognosis malaria berat tergantung kecepatan diagnosa dan ketepatan & kecepatan pengobatan. Menurut penelitian yang dilakukan Geetha dan Roy (2014) membuktikan bahwa Lavender efektif sebagai repelan. Hal ini dikarenakan bunga lavender memiliki zat linalool yang tidak disukai nyamuk. Senyawa tersebut adalah limonen, selain aromanya yang tidak disukai nyamuk juga dapat mengiritasi nyamuk. Hasil Uji Ekstrak daun lavender dosis 100 % mampu menolak 72,0% gigitan nyamuk selama 1 jam, 55,3% selama 2 jam, 30,4% selama 3 jam, 22,5% selama 4 jam, 21,6% selama 5 jam, dan 1,9% selama 6 jam. Daya tolak terhadap gigitan nyamuk karena adanya zat aktif yang ada daun terdiri dari linalool dan linalool asetat yang dikenal sebagai anti serangga
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI JUS BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DAN BUBUK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL PENDERITA MALARIA Devi Kristina Hutagalung
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga mengandung zat besi dan vitamin C yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Daun kelor kaya akan vitamin C (asam acrobat) yang berfungsi sebagai reduktor yang dapat mengubah ferri menjadi ferro, mempertahankan pH usus untuk tetap rendah sehingga mencegah presipitasi besi dan bersifat sebagai monomeric chelator yang membentuk iron-ascorbate chelate yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Penelitian ini adalah penelitian Quasy Experimental dengan 2 kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol. Kelompok perlakuan pertama diberikan kombinasi jus buah naga merah dan bubuk daun kelor dan kelompok perlakuan kedua diberikan jus buah naga merah saja. Sedangkan untuk kelompok kontrol diberikan jelly plain. Sampel berjumlah 20 orang yang terdiri dari ibu hamil kelurahan Pasir bidang Sibolga. Terdapat peningkatan kadar hemoglobin sebesar 2,2 g/dl pada kelompok yang diberikan kombinasi jus buah naga merah dan bubuk daun kelor. Terdapat peningkatan kadar hemoglobin sebesar 1,1 g/dl pada kelompok yang diberikan jus buah naga merah dan tidak terdapat peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok control. Kombinasi jus buah naga merah dan bubuk daun kelor lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberikan jus buah naga merah dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan.