This Author published in this journals
All Journal Widya Teknik
Julius Mulyono
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Desain baling – baling kincir angin sumbu horizontal Evan Jonathan Sarasih; Julius Mulyono; Hadi Santosa
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1956

Abstract

Kincir angin merupakan sebuah alat yang dapat mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Disamping itu kincir angin juga merupakan penghasil tenaga listrik yang ramah lingkungan, sehingga sangat baik apabila dibudidayakan. Desain dari baling-baling juga mempengaruhi kinerja kincir angin dalam menghasilkan listrik. Di penelitian ini desain baling – baling sesuai dengan profil NACA 4412 (National Advisory Comitte for Aeronautics) dengan menggunakan sudut kemiringan sebesar 15o. Pengujian dilakukan di rooftop Widya Mandala selama 1 jam. Data yang dikumpulkan adalah kecepatan angin dan tegangan listrik yang dihasilkan kincir angin. Berdasarkan data yang didapatkan, kincir angin dengan desain NACA memiliki rata-rata kecepatan angin sebesar 3.6 m/s dan rata-rata tegangan yang didapatkan sebesar 6.724 volt. Kincir angin refrensi memiliki rata-rata kecepatan angin sebesar 3.609375 m/s dan rata-rata tegangan yang didapatkan sebesar 9.14 volt. Dengan menggunakan pendekatan matematis didapat jika kincir angin NACA 4412 menghasilkan listrik lebih banyak ketika diletakan di tempat yang memiliki kecepatan angin di atas 5.380859 m/s.
Analisa Akurasi Pengukuran Antara Pengguna Kacamata Dan Bukan Kacamata Dengan Pengaruh Intensitas Suara Dan Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) Vivin Opra Toding; Martinus Edy Sianto; Julius Mulyono
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2086

Abstract

Perusahaan selalu ingin mempertahankan kredibilitas dan keunggulannya dengan meningkatkan kualitas produk dan mempertahankannya hal ini dapat dicapai ketika faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dapat dikontrol dengan baik. Faktor lingkungan merupakan salah satu faktor yang perlu dikontrol dalam proses produksi. Faktor lingkungan salah satunya yaitu intensitas suara harus disesuaikan dengan batas waktu pendengaran (durasi waktu). Pengaruh karakteristik VAK dan penggunaan kacamata pada responen dapat mempengaruhi proses pengendalian kualitas dalam suatu industri. Dengan adanya pengaruh karakteristik VAK dan penggunaan kacamata, dapat diketahui karakteristik VAK yang memiliki tingkat konsistensi terbaik selama proses pengukuran itu menggunakan kacamata atau tidak. Dilakukan proses pengukuran obyek untuk mengetahui ketepatan hasil pengukuran. Error atau selisih hasil pengukuran merupakan respon dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik VAK dan penggunaan kacamata memberikan pengaruh yang signifikan terhadap error atau selisih hasil pengukuran. Karakteristik kinestetik pengguna kacamata konsisten pada intensitass suara 90 dBA dan karakter auditori bukan pengguna kacamata konsisten pada intensitas suara 100 dBA.
Penentuan Rute Terpendek Dengan Metode Tabu Search (Studi Kasus) Hendra Bucika Glen Kadam; Ig. Jaka Mulyana; Julius Mulyono
Widya Teknik Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i2.2164

Abstract

Distribusi atau pengiriman merupakan salah satu kegiatan yang penting bagi sebuah perusahaan. Beberapa permasalahan dalam melakukan distribusi atau pengiriman antara lain menentukan banyaknya kendaraan yang dipakai, dan juga menentukan rute kendaraan yang dapat dioptimalkan jarak tempuhnya serta biaya transportasi agar seluruh permintaan pelanggan dapat terpenuhi sehingga keuntungan optimal akan diperoleh perusahaan. Penentuan rute pengiriman dengan menggunakan metode nearest neighbor dan tabu search menghasilkan rute yang optimal dengan mempertimbangkan jarak serta kapasitas angkut kendaraan. Jarak tempuh pada rute aktual perusahaan lebih besar daripada jarak tempuh rute hasil metode. Selisih total jarak yang dihasilkan yaitu 8.3 km. Persentase selisih total jarak yang diperoleh yaitu sebesar 13%, apabila perusahaan menggunakan rute hasil metode maka perusahaan lebih efisien dalam pendistribusian produknya dan juga dapat menekan biaya distribusi yang akan dikeluarkan
Analisis Faktor Terhadap Minat Beli Mobil Low Cost Green Car (LCGC) Merek Toyota Dan Daihatsu Yohanes Dewanto Putra; Martinus Edy Sianto; Julius Mulyono
Widya Teknik Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i2.2272

Abstract

Dewasa ini, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi semakin tak terlepaskan Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau, mendorong pabrikan besar dan terkenal seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan dan Datsun untuk memproduksi mobil-mobil Low Cost Green Car (LCGC). Sangat penting untuk merencanakan aktivitas pemasaran yang baik melihat bagaimana ketatnya persaingan pangsa pasar mobil LCGC di Indonesia. Perusahaan harus mampu mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penjualan pada produk yang mereka hasilkan dan memahami dengan baik kebutuhan kosumen sehingga bisa mempertahankan penjualannya ditengah banyaknya produk kompet itor yang lainnya. Dengan menggunakan analisa faktor terdapat empat faktor yang berpengaruh terhadap minat beli mobil LCGC di Kota Surabaya dan Mojokerto, yaitu faktor kualitas, faktor harga produk, faktor citra merek, dan faktor minat beli.