This Author published in this journals
All Journal Widya Teknik
Hadi Santosa
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan alat bantu kerja pada proses pengecatan frame jam dinding di PT. Permata Chandra Surya Marshella Felicia Angela; Dian Retno Sari Dewi; Hadi Santosa
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1735

Abstract

Perancangan dan pengembangan produk merupakan tahapan untuk pembuatan produk yang efisien dan efektif guna diproduksi dan dijual untuk meraih keuntungan perusahaan. PT. Permata Chandra Surya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perakitan jam dinding. Terdapat proses produksi pengecatan frame jam dinding yang mengalami kesulitan. Pada proses ini perusahaan mengharapkan adanya peningkatan hasil produksi dari biasanya. Namun, proses ini masih dilakukan secara manual oleh pekerja yaitu tangan sebelah kiri memutar media untuk meletakkan frame sedangkan tangan sebelah kanan memegang alat semprot cat. Apabila proses pengecatan telah usai dilakukan maka pekerja dapat mengehentikan media jam dinding tersebut dengan cara tangan sebelah kiri menyentuh media tersebut. Proses ini juga dilakukan dengan posisi yang kurang nyaman sehingga ini menyebabkan pekerja mengalami keluhan kesakitan pada anggota tubuhnya. Selain itu, proses ini merupakan proses yang memiliki resiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja bagi organ tubuh pekerja, khusunya paru-paru. Alat pengecatan frame jam dinding dengan penggerak motor adalah salah satu alat bantu kerja yang dapat diusulkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh sebab itu, alat bantu kerja ini dapat diaplikasikan di perusahaan.
Desain baling – baling kincir angin sumbu horizontal Evan Jonathan Sarasih; Julius Mulyono; Hadi Santosa
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1956

Abstract

Kincir angin merupakan sebuah alat yang dapat mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Disamping itu kincir angin juga merupakan penghasil tenaga listrik yang ramah lingkungan, sehingga sangat baik apabila dibudidayakan. Desain dari baling-baling juga mempengaruhi kinerja kincir angin dalam menghasilkan listrik. Di penelitian ini desain baling – baling sesuai dengan profil NACA 4412 (National Advisory Comitte for Aeronautics) dengan menggunakan sudut kemiringan sebesar 15o. Pengujian dilakukan di rooftop Widya Mandala selama 1 jam. Data yang dikumpulkan adalah kecepatan angin dan tegangan listrik yang dihasilkan kincir angin. Berdasarkan data yang didapatkan, kincir angin dengan desain NACA memiliki rata-rata kecepatan angin sebesar 3.6 m/s dan rata-rata tegangan yang didapatkan sebesar 6.724 volt. Kincir angin refrensi memiliki rata-rata kecepatan angin sebesar 3.609375 m/s dan rata-rata tegangan yang didapatkan sebesar 9.14 volt. Dengan menggunakan pendekatan matematis didapat jika kincir angin NACA 4412 menghasilkan listrik lebih banyak ketika diletakan di tempat yang memiliki kecepatan angin di atas 5.380859 m/s.
Perancangan Ulang Alat Pemotong Kerupuk Dengan Menggunakan Metode Triz (Teorija Rezhenija Izobretatelskih Zadach) Christoforus Angelus Wijaya; Martinus Edy Sianto; Hadi Santosa
Widya Teknik Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i2.2274

Abstract

Kerupuk merupakan makanan ringan khas asli Indonesia yang menjadi hidangan pendamping pada beberapa masakan-masakan Indonesia. Proses pembuatan kerupuk meliputi pencampuran bahan baku, pembuatan adonan, pencetakan, pengukusan, pendinginan, pengirisan, pengeringan, dan pemasakan. Dari beberapa proses pembuatan kerupuk tersebut, ada satu proses yang cukup penting diperhatikan yaitu proses pemotongan kerupuk. Hasil pengamatan yang dilakukan di UMKM Srikandi Sumber Laut yang berfokus pada olahan hasil laut menunjukkan bahwa pemillik UMKM masih menggunakan alat pemotong kerupuk secara manual. Untuk memenuhi permintaan konsumen, pemilik menginginkan alat pemotong kerupuk agar dapat menghasilkan kuantitas yang banyak dan kualitas potongan kerupuk yang baik (ukuran dan dimensi kerupuk yang seragam). Dalam penelitian ini digunakan metode TRIZ dalam merancangan ulang alat pemotong kerupuk. Hasil dari penelitian ini yaitu bentuk pisau yang dibuat melengkung, pemotongan 3 adonan dalam 1 rotasi. Penggunaan baja JIS SKD 11 sebagai bahan dasar pisau utama agar dapat memotong lontongan kerupuk dengan baik