Tantangan utama dalam proses pembelajaran bagi siswa madrasah adalah dengan melakukan integrasi ilmu agama dengan ilmu umum secara seimbang tanpa merasa terbebani oleh kedua aspek tersebut. Dalam hal ini, pendidikan STEAM yang seringkali lebih ditekankan di sekolah-sekolah umum, menjadi tantangan tersendiri bagi madrasah dalam hal penerapan teknologi dan sains secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran STEAM berbasis media digital untuk penguatan kompetensi literasi numerasi siswa MI. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall yang meliputi lima tahap, yaitu: studi pendahuluan, pengembangan modul, uji coba terbatas, uji coba luas serta evaluasi dan penyempurnaan. Populasi dalam penelitian ini adalah MI di Kecamatan Cipondoh kota Tangerang dan sampel dalam peneleitian ini adalah 10 MI yang terdiri atas 219 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, serta tes literasi numerasi (pretest–posttest). Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pembelajaran di madrasah masih didominasi metode konvensional dan minim pemanfaatan media digital. Produk yang dikembangkan berupa Flipbook interaktif berisi teks, gambar, video, simulasi, dan kuis digital yang dirancang dengan prinsip user-friendly serta terintegrasi dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Hasil validasi tiga ahli menunjukkan rata-rata skor 4,66 dengan kategori sangat valid pada aspek isi, media, dan kelayakan pembelajaran. Uji coba terbatas memperlihatkan tingkat keterlaksanaan pembelajaran sebesar 96% dan respon positif siswa dengan skor 4,12, disertai peningkatan nilai rata-rata literasi numerasi dari 72,2 menjadi 80. Pada uji coba luas, hasil respons siswa sangat positif (rata-rata 4,17), menunjukkan bahwa modul STEAM berbasis media digital menarik, mudah digunakan, dan meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Dengan nilai N-Gain 0,73 dan peningkatan rata-rata 73,37, modul terbukti efektif. 75% ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa modul ini efektif karena meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi numerasi. Untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa, revisi produk akhir menghasilkan flipbook digital yang lebih interaktif dengan fitur umpan balik otomatis dan panduan refleksi diri. Oleh karena itu, modul pembelajaran STEAM yang didasarkan pada media digital ini dianggap valid, praktis, dan efektif. Modul ini juga dapat digunakan sebagai inovasi pembelajaran di MI untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi di era modern.