Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM MANAJEMEN HIPERTENSI MELALUI TINDAKAN NON MEDIS PADA LANSIA DI LINGKUNGAN/BANJAR SAMBAHAN, KELURAHAN UBUD, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.977 KB)

Abstract

ABSTRAKHipertensi masih menjadi tiga besar dalam daftar 10 pola penyakit tidak menular. Kabupaten Gianyar memiliki prevalensi tertinggi kasus hipertensi di Bali yang dimana Kecamatan Ubud merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi. Kelurahan Ubud yang dalam analisa piramida penduduk memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) paling tinggi diantara Desa/Kelurahan lainnya di Kecamatan Ubud, cenderung lebih berisiko memiliki kasus penyakit degeneratif yang lebih serius khususnya hipertensi. Manajemen hipertensi dapat dilakukan dari peningkatan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemberian penyuluhan kesehatan tentang hipertensi, kontrol tekanan darah serta melakukan teknik relaksasi otot progresif. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah hipertensi pada lansia. Dari 49 lansia, ditemukan 26 lansia dengan tekanan darah di atas normal (>140-90 mmHg). Hal ini menunjukan prevalensi hipertensi masih tinggi sebesar 53%. Setelah kegiatan ini dilaksanakan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi sebesar 90%, terjadi peningkatan kontrol tekanan darah secara rutin sebesar 90 % dan terjadi peningkatan penanganan non medis hipertensi melalui teknik relaksasi otot progresif sebesar 99%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata kunci: Kelurahan Ubud, Lansia, Manajemen Hipertensi, Penyuluhan kesehatan
SKRINING HIPERTENSI DENGAN ALAT UKUR SPHYGMOMANOMETER SEBAGAI BAKU EMAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUD I Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.94 KB)

Abstract

Latar belakang: Jumlah penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Ubud I menunjukkan peningkatan kasus. Hipertensi menempati urutan pertama dengan proporsi 23% dari sepuluh pola penyakit terbanyak. Salah satu cara untuk mengetahui secara dini penderita hipertensi yaitu dengan dilakukan skrining. Metode: Sasaran skrining adalah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ubud I berusia >40 tahun yang berobat ke poliklinik rawat jalan puskesmas selama 1 bulan. Alat ukur menggunakan kuesioner dengan pertanyaan gejala klinis untuk menegakkan diagnosa hipertensi sedangkan baku emas menggunakan Sphygmomanometer air raksa. Dinyatakan hipertensi bila sistolik ≥140 mmHg dan atau diastolik ≥90 mmHg. Hasil: Dari 79 responden 86% terdiagnosa hipertensi, dimana 40% berusia >65 tahun, 75% berjenis kelamin perempuan dan 31% bekerja sebagai IRT. Alat skrining dengan keluhan pusing-pusing mempunyai sensitivitas 99% dan spesivisitas 73% dengan PPV 96% dan NPV 89%. Keluhan sakit kepala mempunyai sensitivitas 90% dan spesivisitas 100% dengan PPV 100% dan NPV 61%. Kombinasi gejala pusing-pusing+sakit kepala mempunyai sensitivitas 76% dan spesivisitas 82% dengan PPV 96% dan NPV 36%. Kesimpulan: Proporsi responden yang terdiagnosa hipertensi di Puskesmas Ubud I masih tinggi. Gejala klinis responden dengan pusing-pusing, sakit kepala atau kombinasi keduanya dianggap layak untuk mendiagnosis dini kejadian hipertensi. Diharapkan masyarakat yang merasakan keluhan tersebut segera memeriksakan tekanan darah sedini mungkin. Kata kunci: Hipertensi, Puskesmas Ubud I, Skrining, Sphygmomanometer