Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH ETOS KERJA, INSENTIF DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN CUTTING PT MORICHINDO FASHION UNGARAN Dewi, Karina; Utomo, Hardi
AMONG MAKARTI Vol 8, No 2 (2015): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v8i2.121

Abstract

AbstrakPeningkatan kinerja karyawan akan membawa kemajuan bagi perusahaan untuk dapat bertahan dalam suatu persaingan lingkungan bisnis yang tidak stabil. Oleh karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan merupakan tantangan manajemen yang paling penting karena keberhasilan untuk mencapai tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada kualitas kinerja sumber daya manusia yang ada didalamnya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh etos kerja, insentif dan pengembangan karir baik secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan Departemen Cutting PT Morich Indo FashionUngaran. Analisis data menggunakan analisis uji validitas, uji reliabilitas dan analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis menggunakan uji t, uji F dan koefisien Determinasi. Hasil persamaan regresi dari penelitian yang dilakukan adalah Y =  -0,772 + 0,188 X1 + 0,428 X2 + 0,245 X3. Analisis setiap variabel menunjukkan bahwa variabel etos kerja mempunyai t hitung 3,068 yang lebih besar dari t tabel yaitu 1,980, variabel insentif mempunyai t hitung 5,266 yang lebih besar dari t tabel yaitu 1,980, variabel pengembangan karir mempunyai t hitung 2,949 yang lebih besar dari t tabel yaitu 1,980. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja. Sedangkan untuk variabel etos kerja, insentif dan pengembangan karir secara bersama sama mempunyai F hitung 86,654 yang lebih besar dari F tabel yaitu 2,68. Hal ini berarti menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara etos kerja, insentif dan pengembangan karir secara bersama sama terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil simpulan tersebut di atas maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut : Memperhatikan etos kerja karyawan yang ada selama ini. Meningkatkan insentif karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya, serta meningkatkan pengembangan karir dalam setiap periodetahunan. Kata Kunci : Etos Kerja, Insentif, Pengembangan Karir, Kinerja.
Hubungan Stres Mahasiswa Tahun Pertama dengan Nilai Blok Biomedik 1 pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Budiman, Reval Setya Aji; Dewi, Karina; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4030

Abstract

Peralihan dari Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menuju Mahasiswa dalam PerguruanTinggi terutama Fakultas Kedokteranmenimbulkan banyak tuntutan yang mampumengakibatkan timbulnya stres. Hasil risetmenunjukan jika stres mampu menyebabkangejala somatik serta emosional yang dapatberefek negatif terhadapat prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan guna menyelidikiapakah ada korelasi stres mahasiswa tahunpertama terhadap nilai blok Biomedik 1 di FK Universitas YARSI angkatan 2022. Metodepenelitian yang digunakan yaitu cross-sectional. Metode penarikan sampeldilaksanakan menggunakan total sampling yang di sederhanakan melalui rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesionerDASS-42, MSSQ, dan data nilai blok. Uji hipotesa yang dipakai ialah pengujian chi-square yang mempunyai nilai signifikansip<0.05. Hasil dari uji riset ini diperoleh sampeldengan jumlah 171 individu. Hasil risetdiperoleh mahasiswa tahun pertamamempunyai tingkat stres normal 37%, stresringan 25%, stres sedang 27%, stres berat 9%, dan stres sangat berat 2%. Hasil ujian blokBiomedik 1, yang lulus 82%, dan tidak lulus 18%. IRS menjadi stressor terbanyak masuk kedalam golongan stressor sedang, dan DSR menjadi stresor yang paling banyak ada dalamkategori stresor ringan. Berlandaskan ataspengujian chi-square diperoleh p value 0.541. Kesimpulan penelitian ini adalah tak adakorelasi yang berarti diantara stres mahasiswatahun pertama terhadap nilai blok Biomedik 1.
Tracing Mumps in Rural Area: A Clinical Profile of Infected Children and Adolescents in Bulu, Tuban Dion, Aldy; Pribadi, Florence; Dewi, Karina
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.1 Mei 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mumps, also known as epidemic parotitis, is a viral infection that affects the salivary glands. This disease commonly occurs among school-aged children and adolescents. According to data from the World Health Organization (WHO), the incidence of mumps in Southeast Asia (excluding Indonesia) reached 8,985 cases in 2022. In Indonesia, the Ministry of Health reported 6,593 cases in 2024. Given these challenges and the high number of cases found in the community, researchers aimed to study the clinical profile of mumps in school-aged children and adolescents in Bulu, Tuban. This research was observational in nature, using a descriptive cross-sectional study design. The findings revealed that male children are at higher risk of contracting mumps, with the highest infection rate observed in the 8-10 year age group. Areas characterized by close-knit living conditions and low immunization coverage reported a higher incidence of mumps. The most common complaint that led patients to seek medical care was cheek pain. Additionally, a significant number of mumps patients were found to be underweight. The most frequently administered treatment involved a combination of analgesic and vitamin.
Hubungan Antara Computer Vision Syndrome (CVS) dengan Tension Type Headache (TTH) pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Erizal, Sendy Shafakarina; Dewi, Karina; Prasetyo, Edi; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3382

Abstract

Latar belakang: Penggunaan perangkat digital seperti komputer, laptop, dan smartphone semakin meningkat di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran yang sedang menyelesaikan skripsi. Paparan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yang ditandai dengan keluhan mata lelah, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Kondisi ini diduga berkaitan dengan munculnya Tension Type Headache (TTH), yaitu nyeri kepala primer yang umum terjadi pada usia produktif, sehingga mahasiswa menjadi kelompok yang berisiko mengalami kedua kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Computer Vision Syndrome (CVS) dengan Tension Type Headache (TTH) pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran angkatan 2022 Universitas YARSI. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 86 mahasiswa dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner CVS-Smart untuk menilai CVS dan kriteria ICHD-3 untuk menentukan TTH, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi CVS sebesar 76,7% dan prevalensi TTH sebesar 88,4%. Sebanyak 69,8% responden mengalami CVS dan TTH secara bersamaan. Namun, hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,232 (p>0,05), sehingga tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara CVS dan TTH pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Kesimpulan: Meskipun prevalensi CVS dan TTH pada mahasiswa skripsi tergolong tinggi, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua kondisi tersebut. Faktor lain seperti stres, postur tubuh, kualitas tidur, dan gaya hidup kemungkinan memiliki peran lebih besar dalam terjadinya TTH.
Hubungan Stress Level Terhadap Tension-Type Headache (TTH) pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Yarsi dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Fitriani, Salwa Sabia; Dewi, Karina; Prasetyo, Edi; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3383

Abstract

Latar belakang: Tension-Type Headache (TTH) merupakan salah satu jenis nyeri kepala primer yang paling sering terjadi di masyarakat dan sering dikaitkan dengan faktor psikologis, terutama stres. Mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi berpotensi mengalami stres akibat tuntutan akademik yang tinggi, sehingga dapat memicu keluhan fisik seperti TTH. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hubungan antara stress level dengan kejadian TTH pada mahasiswa skripsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress level terhadap kejadian Tension-Type Headache (TTH) pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres dan kriteria diagnosis ICHD-3 untuk mengidentifikasi TTH. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Correlation dan Chi-Square dengan bantuan software SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami moderate stress (86%) dan sebagian besar mengalami TTH (88,4%). Namun, hasil uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara stress level dan TTH (p = 0,728). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara TTH dengan Indeks Massa Tubuh (p = 0,011) dan pola tidur (p = 0,007). Kesimpulan: Stress level tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian Tension-Type Headache pada mahasiswa skripsi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Faktor lain seperti IMT dan pola tidur memiliki hubungan yang lebih signifikan terhadap kejadian TTH.