Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Pengentasan Kemiskinan Melalui Program Nasional Lumbung Ikan Nasional (LIN) Di Kepulauan Aru, Propinsi Maluku Hendri D. Hahuri; Max R. Wenno; Johanes M. S. Tetelepta; Billy J. Camerling; Febryano Saptenno; Fredy Louhenapessy; Revi W. Silooy; Hermi Oppier
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.494 KB) | DOI: 10.30653/002.202273.177

Abstract

POVERTY ALLEVIATION EFFORTS THROUGH THE NATIONAL FISH BARN PROGRAM IN ARU ISLANDS, MALUKU PROVINCE. The potential of abundant fishery resources is expected to be one way to overcome poverty, especially for the coastal communities, mainly those living in archipelagic areas. However, in Aru Islands, Maluku Province, there is an inverse comparison. Although they have the potential of abundant fishery resources, to this date, the local community are still living in poverty. This community service is expected to be an effort to alleviate poverty through the National Fish Barn (Lumbung Ikan Nasional (LIN)). The method used was a combination of socialization and assistance for fishermen in Karangguli Village, Wokam Village and Jabulenga Village. The results are in the form of identification of problems faced by the fishermen, solutions and potentials of the fishery sector through the National Fish Barn program as a way to overcome the poverty. The fishermen were still struggling with the poverty although they lived close to the abundant fishery resources. The presence of National Fish Barn in Maluku, including in the Aru Islands, is expected to side with the community so that they can improve their level of welfare.
KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA BUBUR INSTAN DENGAN PENAMBAHAN MINYAK IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) Max R. Wenno; Raja B. D. Sormin; Adrianus O. W. Kaya; Dwight Soukotta; Sarifah Usemahu
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 5 No 2 (2025): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2025.5.2.72

Abstract

Bubur instan merupakan bubur siap saji yang dapat dikonsumsi dengan mudah sehingga dalam proses penyajiannya tidak perlu dilakukan proses pemasakan kembali. Salah satu bahan pangan yang dapat diolah menjadi bubur instan adalah beras analog berbahan dasar tepung sagu dan tepung jagung. Bubur instan yang akan dibuat dapat dilakukan fortifikasi untuk memenuhi kandungan gizinya salah satunya dengan penambahan minyak dari ikan kembung. Ikan kembung merupakan salah satu jenis ikan air laut yang diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai ikan konsumsi karena selain memiliki rasa yang enak ikan kembung juga tergolong ikan yang sangat ekonomis. Kandungan omega 3 yang tinggi pada ikan kembung baik bagi pencegahan penyakit dan kecerdasan otak. Tujuan penelitian untuk mengetahui mutu organoleptik dan kandungan proksimat pada bubur instan dengan penambahan minyak ikan kembung (Rastrelliger sp.). Metode percobaan yang digunakan dalam penelitian menerapkan 4 perlakuan yaitu tanpa pemberian minyak ikan kembung (A0), bubur instan dengan penambahan minyak ikan kembung 1% (A1), bubur instan dengan penambahan minyak ikan kembung 2% (A2), bubur instan dengan penambahan minyak ikan kembung 3% (A3). Hasil pengujian organoleptik menunjukkan panelis paling menyukai perlakuan A2 dengan nilai warna 3,93; aroma 3,67; rasa 3,8; tekstur 3,73. Hasil uji proksimat bubur debgab penambahan 2% minyak ikan memiliki kadar air 73,48%, kadar lemak 1,75%, kadar abu 0,22%, kadar protein 1,72 dan karbohidrat 23,02%. Kata kunci : Beras Analog, Bubur Instan, Ikan Kembung, Minyak Ikan Kembung
KARAKTERISTIK MUTU KIMIA TERASI UDANG REBON ( Acetes sp) YANG DI OLAH MASYARAKAT KAMPUNG ARAR Erinn D. Noya; Max R. Wenno
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 6 No 1 (2026): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2026.6.1.122

Abstract

Kabupaten Sorong, khususnya Kampung Arar di Provinsi Papua Barat Daya, memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, terutama udang rebon (Acetes sp.) yang dimanfaatkan sebagai bahan baku terasi oleh masyarakat pesisir. Pengolahan terasi secara tradisional dengan komposisi bahan baku yang bervariasi berpotensi menghasilkan mutu kimia yang tidak seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan komposisi udang rebon dan ikan rucah terhadap kadar air, kadar abu, dan kadar protein terasi serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Standar Nasional Indonesia SNI 2716:2016 yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P1 (100% udang rebon), P2 (75% udang rebon : 25% ikan rucah), P3 (50% udang rebon : 50% ikan rucah), dan P4 (25% udang rebon : 75% ikan rucah), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, dan kadar protein, dan data dianalisis menggunakan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi bahan baku berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap seluruh parameter. Kadar air meningkat seiring bertambahnya proporsi ikan rucah, dengan nilai tertinggi pada P4 (40,21%) dan terendah pada P1 (32,15%). Kadar abu tertinggi diperoleh pada P1 (18,72%) dan menurun dengan peningkatan ikan rucah, sedangkan kadar protein tertinggi terdapat pada P3 (35,76%). Secara umum, perlakuan P1–P3 memenuhi persyaratan SNI, sedangkan P4 sedikit melampaui batas kadar air. Perlakuan P3 direkomendasikan sebagai formulasi terbaik karena menghasilkan komposisi kimia paling optimal dan memenuhi standar mutu nasional.