Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Atribut Wisata Visual dan Pembuatan Website bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Padang Cianjur Putri Suryandari; Anita Diana; Anggraeni Dyah; Rismawandi Rismawandi; Frayudha Ristia Gumelar; Fajar Setiawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.49 KB) | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.255

Abstract

Gunung Padang merupakan tempat wisata di Cianjur yang merupakan kawasan megalitik tertua di Indonesia bahkan di dunia. Namun kondisi pengetahuan masyarakat pramuwisata terhadap obyek wisata sangat terbatas dan hanya mengacu pada pengetahuan turun-temurun. Atribut wisatawan di kawasan wisata juga sangat minim. Sejak adanya pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan menjadi sepi, sehingga pengembangan tema dan atribut wisata serta adanya webdite diharapkan dapat meningkatkan nilai kunjungan wisatawan. Dalam kegiatan PKM ini, yang menjadi mitra adalah Yayasan Hafisun Alim 74 dan Tour Guide Gunung Padang. Permasalahan yang ada saat ini adalah kurangnya pengetahuan pemandu wisata dan belum adanya atribut wisata seperti brosur, buku panduan wisata dan infografis 2 bahasa, serta website. Solusi yang diberikan antara lain pelatihan Tour Guide umum dan religi, dan pendampingan pemberian atribut wisata pada pos informasi pramuwisata pada umumnya, dan sesuai tema khusus wawasan religi di Gunung Padang, serta pembuatan website pariwisata. Pemberian atribut wisata yang disambut baik oleh para mitra, menambah semangat Pokdarwis untuk terus memperkenalkan situs ini ke dunia internasional. Mount Padang is a tourist attraction in Cianjur which is the oldest megalithic area in Indonesia and even in the world. However, the condition of the knowledge of the tour guide communities towards tourism objects is very limited and only refers to knowledge from generation to generation. Tourist attributes in the tourist area are also very minimal. Since the Covid-19 pandemic, tourist visits have become quiet, so the development of tourism themes and attributes and the existence of a webdite are expected to increase the value of tourist visits. In this PKM activity, the partners are the 74 Hafisun Alim Foundation and the Gunung Padang Tour Guide. The current problems are the lack of knowledge of tour guides and there are no tourist attributes such as brochures, travel guide books and 2 language infographics, as well as websites. The solutions provided include general and religious Tour Guide training, and assistance in providing tourist attributes at tourist guide information posts in general, and according to a special theme of religious insight in Gunung Padang, as well as creating a tourism website. The provision of tourism attributes that are welcomed by partners, increases the enthusiasm of Pokdarwis to continue to introduce this site to the world.
VISUALISASI STRUKTURALISME DALAM KOMIK KOREA: FUNGSI KARAKTER DAN PERAN NARATIF PADA SOLO LEVELING Arif Nur Hidayat; Refino Atallah Lovan; Fajar Setiawan; Pandu Widigdo
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ptr.v1i1.270

Abstract

Komik sebagai medium naratif visual telah menjadi saluran komunikasi budaya yang kuat, menawarkan representasi karakter yang kompleks dan struktur cerita yang memikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi karakter dalam komik "Solo Leveling" karya Chu-Gong melalui pendekatan teori fungsi naratif Vladimir Propp. Komik ini menampilkan tokoh utama, Sung Jin-Woo, yang mengalami transformasi drastis dari seorang hunter terlemah menjadi tokoh heroik yang mengalahkan ancaman global. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik analisis naratif, penelitian ini mengkaji 31 fungsi naratif dan tujuh tipe peran karakter sebagaimana diuraikan oleh Propp. Temuan menunjukkan bahwa struktur naratif komik ini mengikuti pola fungsional Propp dengan tingkat konsistensi tinggi. Karakter-karakter dalam "Solo Leveling" dapat diklasifikasikan secara tepat ke dalam peran seperti hero, villain, helper, donor, dan lain-lain. Analisis ini menegaskan relevansi teori Propp dalam memahami narasi modern pada media visual populer seperti manhwa. Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa penggunaan sistem dalam cerita sebagai agen perubahan memegang peran signifikan dalam membentuk perkembangan karakter. Narasi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan kepemimpinan. Studi ini memperkaya diskursus strukturalisme dalam kajian media populer dan menawarkan landasan konseptual yang dapat diterapkan pada analisis naratif komik dan media visual serupa. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori naratif dalam konteks budaya populer kontemporer