Syahrul Syahrul
Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembangunan Politik Hukum Islam pada Masa Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi Syafruddin Syam; Syahrul Syahrul; Siti Ameliyah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i2.1992

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi pembangunan politik hukum Islam di Indonesia pada masa orde baru, masa reformasi dan setelah reformasi temasuk juga mengenai sejarah pertumbuhan dan perkembangan hukum Islam di Indonesia. Hubungan antara Islam dan pemerintah juga mengalami pasang surut selama kepemimpinan Indonesia. Ada masa ketika Islam memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan, meski seringkali negara mengambil alih dan mendominasi peran politik Islam. Pendekatan penelitian yang pilih pada penelitian ini adalah model deskriptif  kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah studi kepustakaan, di mana kegiatannya dilakukan dengan menghimpun data yang bersifat kepustakaan dan berkaitan dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akomodasi politik pemerintah kepada umat Islam yang jumlahnya mayoritas—baik pada masa orde baru maupun masa reformasi dan setelahnya—hukum Islam digunakan untuk memperlancar pelaksanaan kebijakan pemerintah. Selain itu, terbitnya kebijakan-kebijakan yang populis bagi umat Islam terjadi akibat baiknya hubungan antara agama dan negara. Hal itu terlihat dengan lahirnya sejumlah produk hukum nasional yang mengakomodasi kebutuhan umat Islam seperti UU Perkawinan, UU Peradilan Agama, Kompilasi Hukum Islam, UU Penyelenggaraan Ibadah Haji, dan UU Zakat.
ANALYSIS OF INHERITANCE DISTRIBUTION FOR CHILDREN FROM A SECOND WIFE ACCORDING TO INHERITANCE LAW IN INDONESIA Nurul Febriyanti; Syahrul Syahrul; Surono Zr
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.863

Abstract

In Indonesia, dividing an inheritance can become particularly challenging when it involves a second wife and children from different marriages. One of the most sensitive issues is determining each child's rightful share, especially when the legal status of the second marriage is uncertain. This study uses a qualitative library research method, drawing from both primary legal texts and supporting literature to explore this issue.The findings, based on the study “Analysis of Inheritance Distribution for Children of a Second Wife According to Indonesian Inheritance Law”, show that Islamic inheritance law in Indonesia generally aims to provide a fair and balanced distribution through the principles of faraidh. As long as the second marriage is legally recognized, children from that union have the same inheritance rights as those from the first marriage. In practice, however, problems often occur when the second marriage hasn't been officially registered. This highlights the importance of legally documenting all marriages to protect the rights of every child and avoid future disputes among heirs.