p-Index From 2021 - 2026
1.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Dwi Basuki Wibowo
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Rancang Bangun Mainan Mekanikal Luncuran Kelereng Menggunakan Sistem Pengangkat Jungkat Jungkit Muhamad Wildan Maulana; Dwi Basuki Wibowo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mainan mekanikal adalah mainan yang bisa bergerak atau digerakkan baik secara manual maupun dengan motor listrik. Mainan mekanikal edukatif bentuknya di bagian atas adalah obyek mainan yamg digerakkan dan bagian bawah adalah mekanisme penggeraknya. Contohnya adalah mainan automata. Istilah automaton (bahasa inggris plural: automata) diartikan sebagai perangkat yang bergerak dengan sendirinya (a selfoperating machine).Produk mainan ini mensimulasikan gerak kelereng berupa siklus yang secara umum terdiri dari 2 komponen yaitu: (1) pengangkat kelereng berupa jungkat jungkit, dan (2) panel lintasan turun berupa three hole drop dan down rail & modul jungkitan. Suatu mainan luncuran kelereng dirancang dari beberapa modul dan setiap modul disimulasikan dan di lakukan analisa posisi dan kecepatan agar pergerakan kelereng dapat meluncur dari satu modul ke modul      berikutnya dengan baik. Dari hasil simulasi dan analisa pada mainan mekanikal kelereng luncur, kelereng membutuhkan waktu tempuh 30,87 detik serta kecepatan kelereng tertinggi pada mainan mekanikal luncuran kelereng berada di panel lintasan three hole drop, dengan kecepatan kelereng 0,948 m/s dengan waktu tempuh 27,592 s, saat posisi kelereng terdapat pada sumbu x = 0,165 y = 0,244 z = 0,194 pada saat kelereng bergerak jatuh dari lubang three hole drop.
RANCANG BANGUN SOL SEPATU UNTUK PENDERITA FLEXIBLE FLATFOOT Abdul Hadi; Dwi Basuki Wibowo; Budi Setiyana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telapak kaki merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki peran penting untuk beraktifitas. Dengan kondisi telapak kaki yang sehat, maka seseorang akan lebih seimbang ketika menopang beban tubuhnya.  Tipe telapak kaki manusia dibagi menjadi tiga, yaitu telapak kaki normal, telapak kaki high arch (pes cavus) dan flat foot (low arch atau pes planus). Dikategorikan high arch apabila AI ≤ 0.21, normal apabila 0.26 ≥ AI > 0.21 dan flat foot apabila AI > 0.26. Kondisi flat foot dapat membuat seseorang mudah lelah saat berjalan atau berlari, karena kemampuan penyerapan beban kejutnya menurun. Apabila kondisi tersebut diperparah oleh jaringan otot telapak kaki yang lemah, dampak lainnya membuat penderita akan mengalami nyeri pada tumit dan menimbulkan benjolan pada pangkal luar jempol kaki. Penelitian tugas akhir ini mengevaluasi flexible flat foot hasil pemindaian 2D dan pemindaian 3D. Anatomi telapak kaki subjek hasil pemindaian 3D menjadi acuan dalam proses perancangan kontur penyangga pada area medial untuk mengurangi derajat flat foot. Proses perancangan menggunakan software Rhinoceros 6 dan proses manufaktur dengan cara cetak 3D. Hasil perancangan didistribusikan pada dua subjek untuk dilakukan evaluasi dampak penggunaan kontur penyangga. Berdasarkan hasil evaluasi penggunaan kontur penyangga (shoe-insole), pemakaian kontur penyangga terbukti efektif dalam mengurangi derajat flat foot.
PENENTUAN TINGGI HAK SEPATU TERBAIK UNTUK MENDAPATKAN KENYAMANAN DALAM PEMAKAIAN Khairul Ayat; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dari banyaknya permasalahan dalam pemakaian sepatu hak tinggi yang dialamai oleh hampir 83% wanita berumur 50 – 70 tahun diseluruh dunia,jadi pengujian dilakukan dengan menguji sebuah metode yang bernama metode Perfect High Heel yang digunakan untuk menentukan tinggi hak sepatu yang ternyaman,pengujian dilakukan dengan menguji distribusi tekanan menggunakan alat SFR 420, hasil penelitian menunjukan bahwa metode ini cukup ampuh dalam digunakan untuk menentukan tinggi hak sepatu yang ternyaman.
RANCANG BANGUN RANGKA FOOTPRINT SCANNER PENGEMBANGAN DARI DOCUMENT SCANNER SEBAGAI ALAT UNTUK MENDETEKSI TIPE TELAPAK KAKI Natasia Nikita Rezekina Cibro; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani; Mohammad Rizqi Abdul Basyith
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis pengembangan desain scanner melalui modifikasi rangka dan kaca agar mampu menahan beban hingga 100 kg tanpa mengubah sistem pemindaian yang ada. Pengembangan dilakukan dengan membandingkan desain lama dan desain baru, di mana pada desain baru pembebanan difokuskan pada satu kaki pengguna sementara kaki lainnya ditempatkan pada tatakan tambahan untuk menjaga keseimbangan. Perancangan dilakukan menggunakan SolidWorks dan analisis kekuatan struktur menggunakan simulasi statik struktural ANSYS dengan parameter deformasi, tegangan, dan faktor keamanan pada rangka besi dan kaca window glass tebal 10 cm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rangka dan kaca pada kedua desain berada dalam kondisi aman berdasarkan seluruh parameter analisis. Desain baru memberikan distribusi beban yang lebih efisien dengan tegangan kaca lebih rendah dan faktor keamanan lebih tinggi dibanding desain lama, meskipun deformasi kaca sedikit lebih besar akibat sistem penopangan yang hanya menggunakan klem di sisi kanan dan kiri. Secara keseluruhan, desain scanner baru dinilai lebih efisien, aman, dan lebih sesuai dengan kondisi penggunaan aktual dibandingkan desain lama.
DESAIN SEPATU HAK TINGGI TIPE STILLETO YANG KETINGGIANNYA DAPAT DIATUR Adham Adhwa Adibawa; Dwi Basuki Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggunakan sepatu hak tinggi telah menjadi komponen yang konsisten dalam tren fashion bagi wanita dalam berbagai upaya mulai dari bisnis hingga lingkungan sosial. Penelitian tentang desain sepatu hak tinggi tipe stilleto yang dapat diatur ketinggiannya merupakan respons terhadap pergeseran permintaan dalam industri fashion. Permintaan konsumen tidak hanya terfokus pada aspek estetika, tetapi juga pada kenyamanan. Sepatu hak tinggi konvensional, terutama tipe stilleto, sering kali memiliki keterbatasan dalam hal kenyamanan penggunaan jangka panjang karena ketinggiannya yang tetap. Hal ini telah menimbulkan kebutuhan akan desain inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tinggi hak sesuai dengan preferensi dan kenyamanan mereka. Penelitian ini akan menjelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam membuat sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan, serta menganalisis bagaimana tekanan didistribusikan di telapak kaki. Metode pengukuran distribusi tekanan telapak kaki pada sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan dilakukan dengan menggunakan perangkat FSR 400 yang tersedia di laboratorium shoes orthotic Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan ide desain dan teknik analisis guna menciptakan sepatu hak tinggi yang tidak hanya terlihat modis, tetapi juga nyaman digunakan. Pembuatan model sepatu high heel adjustable dalam penelitian ini sukses dilakukan dengan menerapkan sistem bongkar pasang di mana shoe heel memiliki dua variasi ketinggian, yaitu 3 cm dan 5 cm, dan menggunakan mekanisme penguncian dengan ulir. Subjek penelitian ini adalah seorang mahasiswi jurusan Teknik Mesin di Universitas Diponegoro, dengan ukuran sepatu 39, usia 20 tahun, tinggi badan 159 cm, dan berat badan 45 kg. Dari hasil pengujian, terungkap bahwa temuan penelitian sesuai dan mendukung teori Lee Yung-Hui yang menyatakan bahwa tekanan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan tinggi hak sepatu.
ANALISIS KORELASI PANJANG DAN LEBAR TELAPAK KAKI UNTUK PREDIKSI TINGGI BADAN DAN JENIS KELAMIN Muhamad Ainur Prastiyo; Dwi Basuki Wibowo; Shofwan Bahar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara panjang dan lebar telapak kaki terhadap tinggi badan serta mengevaluasi kemampuannya dalam memprediksi jenis kelamin untuk kepentingan identifikasi forensik. Penelitian dilakukan pada 166 subjek yang terdiri dari 151 laki-laki dan 15 perempuan. Pengumpulan data menggunakan dua metode, yaitu Wet Foot Test dan Digital Footprint. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa metode digital memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, dengan tingkat kesalahan pengukuran sebesar 2,7%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk estimasi tinggi badan dan regresi logistik biner untuk prediksi jenis kelamin. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi kuat antara panjang telapak kaki dan tinggi badan dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,71. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah y = 3,8614x + 73,239 dengan tingkat kesalahan estimasi sebesar 2,64%, sehingga dapat digunakan sebagai model prediksi tinggi badan pada populasi penelitian. Pada analisis regresi logistik biner, model mampu memprediksi jenis kelamin dengan tingkat akurasi sebesar 94,6%. Variabel panjang telapak kaki terbukti berpengaruh signifikan secara statistik terhadap prediksi jenis kelamin (p = 0,001), sedangkan lebar telapak kaki tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa panjang telapak kaki merupakan parameter antropometri yang dominan dan efektif dalam estimasi tinggi badan dan identifikasi jenis kelamin, sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam praktik identifikasi forensik pada populasi serupa.
RANCANG BANGUN SEPATU ORTOTIK UNTUK PENDERITA FLAT FOOT Ilham Fakhri Farhani; Dwi Basuki Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat foot atau lengkung kaki datar merupakan kondisi medis kelengkungan medial longitudinal arch (MLA) lebih rata dari biasanya dan seluruh telapak kaki memiliki kontak dekat atau langsung ke permukaan tanah. Studi menunjukkan kelompok dewasa prevalensi flat foot sebesar 13,6% hingga 26,62%. Dampaknya yaitu nyeri kaki dan kualitas hidup yang menurun. Salah satu penanganan flat foot dengan penggunaan sepatu ortotik. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan arch index dan sudut belakang kaki dengan flat foot serta perancangan sepatu dan insole ortotik. Metodologi yang digunakan subjek sebanyak 5 mahasiswi yang memiliki arch index > 0,26 yang diukur dengan digital footprint dan sudut belakang kaki menggunakan goniometer. Perancangan moulding insole menggunakan software Rhinoceros dan dicetak dengan metode 3D Printing. Pembuatan insole menggunakan bahan-bahan yang terdiri dari silicone rubber dengan konsentrasi 90%, talc 10%, dan hardener 4% dari total keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh subjek termasuk flat foot yang ditunjukkan dari hasil penurunan eversion anglel pada sudut belakang kaki yang tidak signifikan. Kesimpulannya terdapat korelasi antara arch index dan eversion angle dengan pengukuran flat foot. Selain itu, sepatu dan insole ortotik dapat di desain sesuai kontur kaki mengikuti hasil pemindaian 3D dan dapat dijadikan sebagai penanganan flat foot sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi penderita.  Kata kunci: