Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EXISTENCE OF ISLAMIC PARTIES AFTER INDEPENDENCE IN INDONESIA Amalia Dwi Fitriani; Restie Ramadhanti; Nasikhin; Fihris
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 16 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is a religion that puts the principle of justice and truth to each of its adherents, Islam in the dynamics of economics, education, social, and culture in Indonesia is highly developed. But there are, challenges that occurred such as, movements at that time, occurred in various regions in Indonesia. This makes Islamic leaders in Indonesia play a role in spreading Islamic da'wah so that Islamic principles can develop. This study aims to analyze the development of Islamic parties during the period of Indonesian independence. This study uses a literature review, which produces data that; (1) Social dynamics through inter-island trade routes so that it has a major effect on Chinese, Islam and European culture as well as in terms of culture still using local customs due to cultural acculturation at the spice trade center. (2) The post-independence government system that imitated the Medina Charter at that time, (3) the existence of Indonesian Islamic political parties such as Masyumi, Tarbiyah Islamiyah Association, Indonesian Islamic Syarikat Party, and Nahdlatul Ulama. (4) Islamic da'wah strategies that develop through trade, education and arts. (5) Challenges faced by the movement of DI/TII and Islamic patterns that are not so strong in national and state life. (6) Figures who influence such as K.H Hasyim Asyari, K.H Abdul Wahid Hasyim, and Teungku Fakinah after independence in Indonesia. This study has an implication of increasing the historical literature of Indonesian Islamic civilization so as to increase the treasury of Islamic knowledge in Indonesia.
Kontribusi Pendidikan Agama Islam terhadap Kesehatan Mental Para Remaja Abad 21 Tyas Bs Ambarwati; Nasikhin; Ahmad Muthohar
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.985

Abstract

Remaja adalah masa pertumbuhan yang dimulai dari masa anak-anak kemudian tumbuh menuju ke masa dewasa. Di era Abad-21 ini maraknya gangguan kesehatan mental yang dialami oleh sebagian besar remaja diakibatkan pola pikir para remaja sendiri yang dimana dikatakan remaja karena sedang proses pertumbuhan dari segi badan dan pola pikir akan berkembang yang membutuhkan dampingan kontribusi esehatan mental dan pendidikan agama sebagai pelurusan keselarasan pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi antara kesehatan mental dengan Pendidikan Agama Islam yang dalam Agama sendiri merupakan sebuah benteng dalam kehidupan setiap manusia. Berdasarkan fenomena yang terjadi, dimana sedang maraknya para remaja merasa kesehatan mentalnya terganggu akan tetapi, tidak tahu menahu bagaimana cara penanganannya. Pertentangan pendapat antara pola pikir remaja dan orangtua yang tidak selaras dan kurangnya pemahaman kontribusi kesehatan mental dan pendidikan agama adalah salah satu sebab remaja Abad-21 semakin merasa terpuruk jiwanya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis observasi langsung dan wawancara beberapa narasumber yang berkaitan dengan judul artikel. Pada hasil penelitian pendidikan Agama Islam datang guna mentransformasi dan memperdalam ilmu pengetahuan, nilai pada diri seseorang melalui proses penanaman dan peningkatan bakat dalam diri untuk mencapai kesesuaian dan kesempurnaan dalam hidup. Kata kunci: :