Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perancangan Tata Letak Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) Nabila Fithri Azizah; Ratna Agil Apriani; Fauzan Mahardika Pratama; M. Zikra Zizo A; Farhan Aji Pradana; Abdullah Azzam
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i1.21902

Abstract

Penentuan strategi yang tepat dalam menjaga produktivitas pada suatu perusahaan cukup penting untuk meningkatkan persaingan yang tinggi di dalam dunia industri saat ini dan optimasi tata letak fasilitas merupakan salah satu cara atau strategi yang bisa digunakan untuk mewujudkan hal tersebut. Pada penelitian ini implementasi keilmuan perencanaan tata letak fasilitas diterapkan pada CV. Tunas Karya, yaitu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi mesin, terkhusus untuk mesin di bidang pertanian, peternakan, dan mesin atsiri. Permasalahan di CV. Tunas Karya adalah tata letak antara stasiun kerja yang sangat tidak beraturan dan kurang efisien. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan usulan systematic layout planning atau keterkaitan hubungan kedeketan masing-masing fasilitas, tepatnya menggunakan ARC, ARD, ARW, AAD, dan Corelap. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan didapati hasil bahwa alur proses pada lantai produksi yang terjadi di perusahaan diawali dengan datangnya material bahan baku utama, yaitu besi dan baja, kemudian masuk ke proses pengukuran, pemotongan menggunakan mesin Blender, apabila terdapat material yang perlu dibentuk menjadi silindris atau lingkaran maka akan masuk ke mesin Roll Plot, proses pengecatan menggunakan mesin cat spray. Apabila terdapat part yang perlu dibentuk dengan ukuran dan desain tertentu sesuai pesanan customer, maka akan dibawa ke mesin bubut untuk proses pemakanan, dan mesin frais untuk proses pelubangan, diakhiri dengan assembly part yang sudah dipotong atau diroll sebelumnya menggunakan mesin las atau Welding. Deskripsi tersebut digambarkan dalam layout usulan dari layout awalan yang merupakan luaran hasil dari software Corelap.
Innovative canting: A triz approach to improve traditional batik production process in small and medium enterprise Taufiq Immawan; Fauzan Mahardika Pratama; Muhammad Iqbal Rofif; Farid Agung Waskita; Meilinda Fitriani Nur Maghfiroh
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v9i1.10250

Abstract

This research aims to improve the efficiency of the canting tool used in the Batik-making process in Giriloyo Village. One of the main issues identified is the suboptimal size of the canting spout, which causes wax blockages due to dirt particles. This study employs TRIZ tools, including Function Analysis, to identify problems, develop innovative solutions to the issues, and develop solutions that address contradictions in the canting system. The analysis results indicate that several inventive principles, such as Merging, Beforehand Cushioning, Segmentation, and Feedback, can enhance the canting tool's performance. Proposed solutions include adding a heater, filter, flow regulator, and interchangeable canting spouts to meet different needs. These solutions can accelerate the Batik-making process, reduce production costs, and enhance market competitiveness. However, further verification is required to validate the proposed design's superiority over traditional canting tools. This research opens opportunities for further development in Batik tool innovations to enhance the sustainability of the Batik creative industry in Indonesia.